Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 28 : Vania Marah


__ADS_3

Setelah teleponnya di tutup oleh Vania sepihak. Archie langsung memutuskan untuk menunggu di dalam rumahnya.


Sedangkan Vania yang lagi marah dengan pamannya pun memilih jalan-jalan di mall.


Hampir 2 jam Vania jalan-jalan di mall, sedangkan Archie bolak-balik melihat ke arah pintu. Namun, tidak sedikitpun melihat kedatangan Vania di sana.


“Mas Archie…” panggil Mbak Lastri.


“Iya mbak, ada apa?” Tanya Archie.


“Mau Mbak buatkan makanan apa gitu? Dari tadi mas Archie belum makan apa-apa?” Tanya Mbak Lastri yang khawatir dengan keadaan Archie.


“Nanti saja Mbak, sekalian nunggu Vania datang. Tapi, Ngomong-ngomong kenapa sampai jam segini dia belum pulang-pulang ya mbak,” Kata Archie sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.


“Sepertinya nona Vania benar-benar marah sama mas Archie.” Ucap Mbak Lastri.


“Iya Mbak, ini salahku yang sudah ingkar janji.” Jawab Archie menyesal.


“Iya mas, jangan sampai terulang lagi. Selama saya tinggal bersama nona Vania ini pertama kalinya saya melihat nona Vania marah.” Ucap Mbak Lastri.


“Iya mbak, aku janji tidak akan aku ulangi lagi. Aku juga tidak mau kalau Vania mendiami aku seperti ini.” Balas Archie.


Tiba di depan rumahnya, Vania melihat mobil pamannya, ia terus berjalan masuk kedalam rumah, dan ia sangat penasaran kenapa pamannya ada di rumahnya.


Vania celingukan mencari keberadaan pamannya, dia sangat terkejut tiba-tiba ada sebuah tangan kekar memeluknya erat.


“Maafkan Om.” Archie membisikkan kata maaf di telinga Vania.

__ADS_1


“Lepasin Om.” ucap Vania ketus yang berusaha melepaskan tangannya Archie.


“Om enggak mau melepaskan sebelum kamu memaafkan Om.” Balasnya.


Archie tau pasti Vania saat ini sangat marah karena ia sudah lupa dengan janji untuk mengantarkan ke butik.


“Vania sudah memaafkan Om Archie. Sekarang lepaskan tangan Om Archie ini.” Kata Vania sambil melepaskan tangan Archie yang melingkar di perutnya dengan nafas tersengal-sengal.


Dan setelah itu, Archie melepaskan tangannya lalu ia memutar badan Vania menghadapnya.


Vania hanya diam dan malas menatap wajah pamannya karena masih kesal. Sedangkan Archie langsung menangkup wajah Vania dengan kedua tangannya.


“Om benar-benar minta maaf, tidak ada niatan untuk membuat kamu marah seperti ini. Om benar-benar capek karena seharian Om keluar kota tanpa di temani supir. Niatnya hanya rebahan sebentar, eh tidak taunya malah ketiduran. Kalau kamu tidak mau mendengar penjelasan dari Om gak apa-apa, setidaknya kamu tau kalau Om tidak ada niat tidak mau mengantar kamu ke butik hari ini.” Ucap Archie dengan penjelasan yang panjang lebar.


“Aku lelah, aku pengen istirahat, lebih baik Om Archie balik ke apartemen saja.” Balas Vania tanpa melihat wajah Archie.


“Baiklah! Om akan balik ke apartemen kalau itu kemauan kamu.” Jawab Archie.


Sebelum pergi dari rumah Vania, Archie hendak mencium keningnya. Namun, karena Vania masih marah dengannya Vania menolaknya.


Archie keluar dari rumah Vania dengan perasaan yang tak karuan. Mbak Lastri yang melihatnya pun ikut sedih.


“Mas Archie yang sabar ya? Mungkin nona Vania butuh waktu untuk sendirian. Semoga marahnya tidak berlarut-larut.” Ucap Mbak Lastri menyemangati.


“Iya Mbak terima kasih. Aku pulang dulu ya Mbak. Kalau ada apa-apa sama Vania tolong kabari saya.” Pinta Archie.


Saat masuk kedalam mobilnya Archie melihat paper bag yang sudah ia siapkan untuknya. Archie turun dan memberikan paper bag itu kepada Mbak Lastri.

__ADS_1


“Mbak, tolong ini nanti di kasihkan ke Vania ya?” ucap Archie.


“Iya mas,” jawab Mbak Lastri sambil menerima paper bag darinya.


Kemudian Archie kembali masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah Vania.


----------


Setibanya di apartemen Archie menerima panggilan dari Ayahnya.


“Halo Archie, Gimana dengan Vania? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Ayahnya di seberang sana.


“Vania baik-baik saja, Yah!” jawab Archie dengan santai agar tidak banyak pertanyaan dari Ayahnya.


“Alhamdulillah kalau dia baik-baik saja. Kalau begitu Ayah bisa tidur dengan tenang.” Balas Ayahnya lalu mengakhiri panggilan dengan Archie.


Mak Jum yang mengerti arti tatapan mata majikannya pun langsung menyimpan tasnya kembali.


“Lebih baik bapak sekarang istirahat, biar pas cucu mantu bapak datang kemari bapak sudah terlihat lebih baikan.” Ucap Mak Jum.


“Tapi Mak, aku pengen tanya sama dia soal persiapan pernikahan mereka?” ucap Pak Pras pada Mbak Lastri.


“Bapak yang sabar, saya yakin kalau mas Archie akan mempersiapkan semuanya dengan baik.” Ucap Mak Jum pada Pak Pras.


Sedangkan di tempat lain, Vania teringat kata-kata yang di ucapkan pamannya.


“Om benar-benar minta maaf, tidak ada niatan untuk membuat kamu marah seperti ini. Om benar-benar capek karena seharian Om keluar kota tanpa di temani supir. Niatnya hanya rebahan sebentar, eh tidak taunya malah ketiduran. Kalau kamu tidak mau mendengar penjelasan dari Om gak apa-apa, setidaknya kamu tau kalau Om tidak ada niat tidak mau mengantar kamu ke butik hari ini.

__ADS_1


__ADS_2