
Kayla menghentikan langkahnya saat melihat mobil warna hitam berhenti di depan villa. Dalam langkahnya, Kayla mengingat wajah dinginnya tuan muda Aswin. Di saat suara mesin mobil berhenti, Kayla pun lari ke pintu samping dan tanpa sengaja Kayla menabrak ibunya.
"Kay, kenapa sih pakai lari-larian. jadinya nabrak ibu kan." Anum menasihati Kayla.
“Maafkan Kay, Bu. Kay tidak lihat kalau ada ibu. Oh ya Bu, apa Kay sudah bisa kembali ke villa belakang?” Tanya Kayla.
“Apa Kay tidak mau ikut menyambut kedatangan kak Aswin dan keluarga nya?” Tanya Anum.
Kayla menggelengkan kepala.
“Kay mau belajar terus istirahat. Besok ulangan terakhir, dan itu pelajaran matematika.” Ucap Kay.
“Ya sudah kalau Kay tidak mau ikut menyambut mereka. Padahal, kak Aswin dan keluarga nya pinginnya Kay menyambut. Apalagi mereka juga kangen lho sama putri ibu yang satu ini.” Ucap Anum sambil menoleh hidung mancungnya.
Karena rasa takut Kay kepada tuan muda Aswin. Kay tetap memilih kembali ke villa belakang daripada kaki dan tangan gemetaran.
“Assalamualaikum aunty Anum.” salam Aswin.
“Waalaikumsalam…” jawab Anum. Aswin langsung memeluknya tubuh kecil Anum. Aine pun ikut memeluk.
“Aunty baik-baik saja?” tanya Aswin.
__ADS_1
“Alhamdulillah aunty baik baik saja.” Jawab Anum.
“Silahkan masuk dulu Pak, mas.” Ajak Anum. Archie pun menjabat tangan Anum. Mereka pun langsung masuk ke dalam. Anum yang melihat Ajeng pun langsung meminta agar membawa koper milik tuan mudahnya.
Tak lama kemudian, Archie mencari keberadaan Kayla. “Num, kenapa Kay kok gak keliatan?”
Aswin langsung mengedarkan pandangan untuk mencarinya.
“Kay barusan pamit sama saya, katanya mau di belakang saja. Kay mau belajar, katanya ulangannya tinggal besok. Dan setelah itu Kay pengen istirahat.” Jawab Anum.
“Apa kamu tidak memberitahu pada Kay kalau kita akan datang kemari?” ucap Archie.
“Gak papa, Num. Lagian kita masih lama di kota ini kok. Besok sepulang sekolah kasih tau Kay kalau saya mencarinya.” Ucap Archie.
“Baik, Pak.” Jawab Anum.
Mereka pun masuk ke kamar yang suda di siapkan.
---------
Kayla terus memandang ke villa utama. Dia berharap ibunya segera kembali ke villa belakang.
__ADS_1
Tiga puluh menit menunggu sang ibu tak kunjung ke belakang juga membuat Kayla beranjak dari tempat duduknya.
Kayla menoleh ke samping kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya.
Kayla berjalan mendekati villa utama. Aswin yang hendak ke kolam renang pun tak sengaja bertemu dengan Kayla. Pandangan mereka bertemu. Kayla yang takut pun langsung menunduk dan mundur secara pelan-pelan kemudian lari ke villa belakang.
Aswin tersenyum melihat tingkah Kayla yang menurutnya sangat lucu.
Kwkwkwk
Anum yang mendengar suara ketawa yang menggema pun langsung berjalan mendekat ke arah kolam renang.
“Kenapa tuan ketawanya sampai terdengar di dalam? Apa ada yang lucu sehingga tuan muda sampai ketawa. Apalagi ini pertama kali aunty liat tuan muda ketawa lepas.” Ucap Anum menyungging senyumnya.
Di dalam kamar, Kay sedang mengintip jendela untuk memastikan kalau laki-laki yang memiliki wajah dingin itu tidak mengejarnya.
‘Kenapa ibu tak kunjung balik ke villa belakang.” Gumam Kayla sambil memeluk guling.
"Kak Aswin itu baiknya cuma sama ibu saja." batinnya
Kayla memeluk gulingnya, tanpa terasa ia pun tertidur pulas. .
__ADS_1