Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 79 : Cuti


__ADS_3

“Tin…tin…”


Suara klakson membuat mbak Lastri berlari-lari untuk melihat siapa yang datang malam malam.


Archie menoleh pada istrinya yang tengah tidur lelap di sampingnya.


Hingga terdengar suara pintu di buka. Mbak Lastri membantu menurunkan barang-barang yang ada di dalam bagasi mobil. Archie langsung membangunkan Vania.


“Sayang, bangun…sudah sampai.”


Vania langsung membuka mata dan seketika itu Vania berucap.


“Sudah sampai ya mas?”


“Iya, sayang. Ayo bangun nanti lanjut tidur di kamar.” Ucap Archie


Archie turun lalu mengulurkan tangan untuk membantu istrinya keluar dari mobil.


“Gendong…” ucap Vania manja


Archie pun menghela nafas kemudian ia mengusap perutnya yang besar lalu berkata.


“Bukannya mas gak mau gendong sayang. Coba lihat perut adek yang sudah membesar. Kasihan sama baby yang ada di dalam perut ini.”


Akhirnya Vania mengangguk dan setuju apa yang barusan suaminya ucapkan. Archie langsung membawa Vania masuk ke dalam kamar dan menyuruh Vania ganti baju lalu tidur.


Mbak Lastri tersenyum melihat cara Archie memperlakukan Vania dengan begitu sayang.


Tak lama mbak Lastri beranjak ke dapur. Untuk membuatkan makanan ringan dan susu hangat untuk Archie dan Vania. Beberapa menit kemudian mbak Lastri mengetuk pintu kamar Vania.


Archie pun langsung bergegas membuka pintunya.


“Ini mas, barangkali nona Vania lapar.” Ucap Mbak Lastri sambil menyodorkan nampan yang ia bawa.

__ADS_1


“Terima kasih mbak.” Jawab Archie sambil menerima nampan.


Dalam sekian detik, Vania merasakan perutnya bunyi. Secepat itu Vania bangun dan turun dari tempat tidur.


“Mas, lapar.”


Archie menoleh dan tersenyum saat mendengar istrinya mengatakan kalau dia lapar. Padahal sebelum tiba di rumah Archie sudah membawa Vania makan. Archie pun geleng-geleng kepala tak di sangka jika istrinya hamil nafsu makan semakin banyak.


“Ayo makan dulu biar baby nya enggak lapar.” Ucap Archie sambil mengusap rambut Vania.


Setelah selesai makan dan minum susu Archie mengajak Vania tidur hingga pagi.


 


Vania yang tidak melihat keberadaan suaminya di tempat tidur pun bangkit dari tempat tidur kemudian keluar untuk mencari keberadaan. Ketika hendak ke dapur Vania melihat mbak Lastri yang tengah menata masakan di atas meja makan pun bertanya.


“Apa Ibu ada lihat mas Archie?”


“Em, mas Archie tadi ada titip pesan kalau mas Archie terburu-buru pergi ke kantor. Melihat nona Vania kecapekan mas Archie tidak tega membangunkan.”


Jam menunjukkan pukul 06.30, Vania kembali masuk ke kamar, dia segera mandi kemudian sarapan dan langsung berangkat ke kampus untuk mengajukan cuti.


Sesampainya di kampus, Vania langsung berjalan menuju bagian administrasi. Tiba-tiba ponsel Vania berdering.


“Halo, assalamualaikum.” Ucap Archie di seberang sana.


“Waalaikumsalam.” Jawab Vania lirih.


“Sayang, maafkan mas ya yang pergi ke kantor gak pamit.” Ucap Archie dengan hati-hati karena takut si bumil marah.


“Iya mas gak apa-apa. Lain kali jangan di ulangi lagi ya mas.” Balas Vania.


“Iya sayang, ngomong-ngomong kamu sekarang ada di mana?”

__ADS_1


“Aku sekarang ada di kampus untuk urus cuti kuliah.”


“Ya sudah kalau begitu, kabari mas ya kalau sudah selesai, mas akan jemput kamu dan kita bisa makan siang.”


“Iya.”


“Ya sudah, kalau begitu mas lanjut kerja, kamu hati-hati ya sayang.”


Kemudian Vania bangkit dari duduknya lalu bertemu bagian administrasi dan menyelesaikan semuanya.


Setelah selesai dengan urusan cuti kuliah, Vania berjalan ke kantin untuk membeli minuman karena tenggorokan Vania terasa kering. Tiba di kantin Vania melihat seseorang yang ia kenal.


“Sepertinya aku kenal dia? Siapa ya?” gumam Vania saat melihat laki-laki yang sedang makan di kantin bersama seorang wanita.


 


Jam tangan Vania sudah menunjukkan pukul 11.20, Vania pun mengirimkan pesan ke Archie.


“Mas, aku sudah selesai, kalau sudah sampai depan kampus mas telepon aku ya? Sialnya aku sekarang sedang duduk di kantin.”


Sambil menunggu balasan dari suaminya Vania berusaha mengingat siapa laki-laki yang saat ini ada di hadapannya.


Beberapa menit kemudian tampak terlihat Archie sedang berjalan menuju mejanya. Hari ini Vania benar-benar di buat terkejut oleh suaminya.


“Kenapa mas enggak telepon saja kalau sudah tiba? Kan aku bisa jalan ke depan gerbang.” Ucap Vania


“Karena mas gak mau lihat istri mas ini berjalan ke gerbang.” Balas Archie sambil mencubit hidungnya.


“Ya sudah, kita langsung berangkat saja “ ucap Archie dan di anggukan Vania.


Setelah itu mereka berdua langsung menuju ke tempat di mana keduanya akan makan siang.


Archie dan Vania langsung mencari tempat duduk yang sekiranya nyaman dan pemandangannya langsung ke taman.

__ADS_1


Tiba-tiba kedua mata Vania nampak terkejut saat mendapati seseorang yang ia kenal.


“Siapa dia.” Gumam Vania


__ADS_2