
Lima tahun kemudian…
Anum menatap wanita yang ada di hadapannya saat ini dari atas kepala hingga ujung kaki.
“Saya mau masuk. Tolong panggil kan tuan mu klo saya sudah tiba.” Ucapnya sambil menyenggol tubuh Anum hingga tubuh Anum menggeser.
Anum mengernyit saat wanita tersebut langsung masuk kedalam rumah. Anum pun berjalan mengikuti kemana wanita itu berjalan.
Wanita tersebut berhenti di depan pintu kamar si kembar. Tangannya hendak memegang handle pintu. Anum yang idak ingin membuat paginya si kembar rusak gara-gara wanita cantik yang tidak tahu diri ini pun beralasan kalau si kembar masih ada di dalam kamar mandi.
“Oke. Kalau begitu saya akan menunggu di ruang tamu saja. Karena mas Archie sudah membalas pesanku.” Ucap Patricia sambil menunjukkan pesannya ke Anum.
Anum mengangguk saat melihat pesan yang di tunjukkan padanya. Setelah itu Anum beranjak ke kamar si kembar dan meninggalkan Patricia seorang diri di ruang tamu. Namun, sebelum itu Anum meminta kepada salah satu art untuk membuatkan minuman untuknya.
----------
Sentuhan lembut tangan Anum membuat Aine dan Aswin seketika itu langsung membuka matanya. Anum tersenyum senang karena selama bekerja di keluarga Winston si kembar selalu menurut, bahkan Anum sudah menganggap seperti keluarganya sendiri.
“Selamat pagi aunty Anum.” Sapa Aine dengan khas suara bangun tidur.
Anum mengusap wajah Aine dengan begitu lembut. Anum pun membisikkan kata-kata ketelinga Aine hingga membuat Aine bangun dari tempat tidurnya.
“Aunty tidak bohong kalau aunty Patricia pagi-pagi sudah ada di rumah ini?” ucap Aine dengan tak percaya.
__ADS_1
Anum mengangguk dan mengiyakan kalau saat ini ada wanita yang bernama Patricia saat ini ada di rumah ini.
“Kenapa kakak teriak-teriak?” tanya Aswin dengan suara khas bangun tidur sambil mengucek matanya.
Aine menggelengkan kepala. “Maaf sudah mengagetkan mu.” Ucap Aine.
Terlihat jam dinding kamar sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Anum langsung meminta agar si kembar segera mandi dan bersiap-siap untuk sarapan dan setelah itu mereka akan pergi ke makam bundanya.
Sebelum mandi Anum pun tak lupa meninggalkan ciuman di kening Aine dan Aswin bergantian.
“Selamat ulang tahun. Semoga sehat selalu, selalu menjadi anak yang pintar, dan sholeh solihah.. aamiin.”
"Kalian berdua tidak lupa kan kalau hari ini hari apa?” tanya Anum pada Aine dan Aswin.
“Iya aunty Anum.” Jawab Aine dan Aswin bersamaan dan memancarkan wajah kesedihannya.
“Kalian harus bersiap-siap, sebelum papi masuk ke kamar lalu melihat kalian belum siap-siap.” Ucap Anum.
Aine dan Aswin pun akhirnya masuk ke kamar mandi masing-masing. Di dalam kamar si kembar sengaja disediakan kamar mandi dua agar mempermudah untuk si kembar.
Selama si kembar mandi Anum pun membersihkan tempat tidurnya dan setelah itu Anum pun menyiapkan baju yang akan di pakai oleh si kembar.
----------
__ADS_1
Aswin terlihat cuek dan tidak suka saat melihat keberadaan Patricia yang ada di rumahnya. Sedangkan Aine wajahnya terlihat murung tak secerah seperti biasanya.
“Ayo kita sarapan dulu. Kebetulan pagi ini aunty Patricia datang pagi-pagi khusus buat anak papi.” Ucap Archie sambil menepuk kursi di sebelahnya.
Anum pun membantu si kembar untuk duduk.
“Kalian berdua pasti kaget ya kenapa aunty pagi-pagi sudah ada di sini? Karena aunty akan ikut kalian ke makam bunda kalian.” Ucap Patricia.
Anum yang mendengar ucapannya pun ikut terkejut. Apalagi si kembar. Ini pertama kalinya ada orang luar yang ikut ke makam bundanya.
“Si kembar kenapa diam saja? Di ajak ngomong kok diam saja.” Batin Patricia
Anum pun memegang pundak Aine dan Aswin bergantian. Dan seketika itu Aine dan Aswin menengadah memandang wajah Anum yang terlihat teduh.
“Aunty Anum bantu ambilkan sarapan? Si cantik mau makan apa? Kalau si cool mau pakai apa?” Tanya Anum dengan lembut.
“Aku mau nasi pakai ayam kecap sama sayur sop.” Jawab Aine.
“Aku mau makan roti saja.” Jawab Aswin.
Archie yang melihat Anum begitu lembut dan perhatian pun tersenyum senang karena selama ini kedua anaknya selalu menurut dengannya.
Patricia pun menghela nafas kasar saat melihat Anum begitu perhatian pada si kembar. Apalagi melihat laki-laki yang dicintai tersenyum pada wanita yang tak lain adalah baby sitter kedua anaknya.
__ADS_1