
Sebuah acara yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dalam Rangkah memeriahkan dan memperingati seluruh mahasiswa di Indonesia. Dalam acara ini banyak perusahaan yang menjadi sponsor dan salah satunya perusahaan Bara.Acaranya dilakukan di malam hari dan setiap direktur dari perusahaan masing-masing harus membawa pasangannya untuk menerima tanda terimakasih dari para mahasiswa.
Bara yang udah sampai duluan di lokasi bersama dengan asistennya Geri Sedangkan Riya dan Sandra belum sampai di lokasi disebabkan ia harus menyelesaikan beberapa tugas skripsi nya.Acara akan dimulai dan seluruh direktur dari perusahaan masing-masing diperkenankan untuk datang menuju panggung.Bara yang masih berdiam diri di tempatnya dan tetap masih ingin menunggu Riya datang dan ia tidak mau menerima tanda terimakasih dari para mahasiswa jika tidak di dampingi pacarnya.
Para panitia yang bertugas sudah merasa bingung harus berbuat apa.Mereka sudah mencoba membujuk Bara dengan menyarankan ia di dampingi perempuan lain untuk menerima tanda terimakasih,tapi Bara tetap bersikeras tidak ingin di dampingi perempuan selain Riya.
"Acara kita mulai,di harapkan semua Bapak/Ibu direktur dari semua perusahaan berkenan datang dan naik ke atas panggung di dampingi oleh pasangan nya masing-masing.
Semua direktur pun maju bersama pasangan nya masing-masing kecuali Bara.
"Pak,ibu Riya emangnya ngak datang untuk mendampingi bapak ya?"
"Dia datang,tapi katanya bakalan telat."
"Tapi pak,para direktur sudah di persilahkan untuk naik ke atas panggung."
Bara hanya diam dan tetap tidak ingin naik ke atas panggung,dan tak lama seorang panitia acara tersebut datang menghampiri mereka berdua.
"Permisi pak,bapak dipersilahkan naik ke tas panggung untuk menerima ucapan terimakasih dan memberikan kata sambutan pak.Silahkan pak"
"Pasangan saya belum datang,tunggu dia datang dulu baru saya naik ke atas panggung."
"Tapi pak,acaranya tidak bisa di tunda jika kita menunggu terlalu lama.Kami bisa mencarikan bapak pasangan untuk naik ke atas panggung bersama-sama.
"Kamu tidak dengar saya?.saya sudah katakan saya tidak akan naik ke atas panggung jika tidak bersama orang yang saya pilih."
"Ma..maaf pak.Saya hanya menyarankan karna acaranya tidak bisa di tunda pak."
Bara yang sudah semakin emosi melihat panitia yang menyuruhnya naik ke atas panggung dan di dampingi perempuan lain.Karan emosional nya diapun berdiri dan menampar meja yang iya tempati.Seketika semua ata tertuju padanya.
"Jangan pernah perintah saya,karna saya seorang direktur dan seorang pemilik perusahaan.Jika acara ini tidak bisa di tunda maka Aya akan tarik sponsor saya."
"Maa..maaf pak,kami akan tunggu sampai pasangan bapak datang baru acaranya dimulai."
Panitia itu hanya tunduk dan ketakutan melihat Bara yang emosional.
"Sa..saya permisi pak."
Panitia itupun pergi dan semua orang yang melihat nya hanya terdiam.Para mahasiswi yang ada di acara tersebut terkagum-kagum melihatnya.Mereka merasa sikap Bara yang demikian terlalu bucin dan siapapun pacarnya sangat beruntung mendapatkan Bara.
"Wah......,udah ganteng,tajir,setia lagi sama pacarnya.Beruntung banget ya ceweknya."
"Iya ya,pengen deh punya pacar kek dia."
"Pasangan yang uwwu banget deh."
__ADS_1
"Penasaran Ama ceweknya kek mana."
"Ya pasti cantik la"
Para mahasiswi disana saling berbalas jawaban.Mereka semua jatuh hati terhadap Bara.Bara yang mendengarnya hanya diam dan tidak peduli.Sedangkan asistennya Geri menyarankan untuk menjemput Riya agar cepat sampai di lokasi.
"Pak,gimana kalo saya jemput Bu Riya agar cepat sampai disini pak."
"Saya saja yang jemput."
"Tidak usah pak,biar saya saja.Bapak disini aja karna bapak berperan penting di acara ini pak."
"Yasudah,kamu jemput dia."
"Baik pak,saya permisi."
"He'eh"
Tak berapa lama asisten Geri pun sampai di kos.Riya dan Sandra sudah bersiap ke lokasi dan mereka sudah menyalakan motornya.Mereka yang melihat asisten Geri turun dari mobil dan menghampiri mereka.
"Bu Riya,tunggu sebentar."
"Pak Geri,ada apa ya pak?,kenapa bapak disini?"
"Saya kesini untuk menjemput ibu supaya datang ke lokasi"
"Tidak usah bu, berangkat sama saya aja biar cepat"
"Kenapa bapak kayak panik dan buru-buru gitu?"
"Nanti saya jelasin di di dalam mobil Bu."
"yaudah,saya parkirin motor dulu"
"Baik bu,"
Riya dan Sandrapun memarkirkan motornya dan setelah selesai mereka langsung masuk kedalam mobil.Didalam mobil,Riya masih heran kenapa Geri menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.Ia pun menanyakannya ke Geri.
"Ada apa sih pak?"
"Pak Bara sedang marah-marah di lokasi Bu."
"Kok bisa pak?,emang apa yang terjadi disana pak?"
"Semua direktur yang memberikan sponsor di acara tersebut di perkenankan untuk naik ke atas panggung untuk menerima ucapan terimakasih dan sekaligus memberikan kata sambutan.Tetapi para direktur harus di dampingi sama pasangan nya masing-masing bu,dan pak Bara tidak mau di dampingi perempuan lain selain ibu.Bapak marah-marah karna seorang panitia menyarankan bapak harus di dampingi perempuan lain karna acaranya itu tidak bisa ditunda terlalu lama dan karna itu emosi pak Bara meledakbu."
__ADS_1
"Astagaa....kenapa bapak tidak menelepon saya tadi pak?"
"Kalo saya telpon,mungkin akan masih lama ibu sampe di lokasi dan karna itu saya jemput ibu."
"Yaudah pak,cepetan nyetirnya biar cepet nyampe.Saya takut Bara ngelakuin hal yang engka-engak nanti disana."
"Baik bu,saya juga takut kalau nanti bapak ngelakuin hal yang engka-engak."
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di lokasi.Riya langsung berlari menghampiri Bara. Bara yang duduk di sebuah meja yang letaknya di depan panggung melihat kedatangan Riya.Ia pun langsung tersenyum, dan lagi-lagi semua mata tertuju kepada mereka berdua.
"Hai sayang"
"Yaudah ayok.."
"Ayok kemana?"
"Kan kamu harus naik ke panggung untuk menerima ucapan terimakasih dan memberikan kata sambutan."
"Iya,ayok"
....
Para panitia yang melihat nya pun bergegas untuk memulai acaranya kembali.
"Oh... ternyata itu ceweknya."
"Iya ya,pantasan cowoknya sampai segitunya ternyata ceweknya cantik"
"Para tamu yang saya hormati dan terutama kepada semua para direktur yang mensponsori acaranya ini,saya minta maaf atas insiden kecil tadi,dan kepada pak Bara saya persilahkan untuk naik ke atas panggung."
Bara dan Riya naik ke atas panggung yang telah di persilahkan.Bara yang menggandeng tangan Riya dan di atas panggung pun Bara ngerangkul Riya di pinggangnya,dan itu membuat semua orang geleng-geleng kepala.
"Sampai segitunya bah"
Kata seorang panitia yang berada tak jauh dari mereka.
Ucapan terimakasih dan kata sambutan pun selesai.Mereka dipersilahkan untuk kembali ke tempat duduk.Di tempat duduk tersebut pun Bara tetap saja menggandeng tangan Riya dan itu membuat Riya malu.Ia pun melepaskan genggaman Bara.
"Kok dilepas?"
"Malu..."
"Kenapa?,pegang lagi atau ku cium disini?"
"Astagaa..."
__ADS_1
Riya yang tau sifat nekat Barapun langsung membiarkan Bara menggenggam tangannya kembali.
"