
Setelah selesai menyiapkan makan malam untuk Archie beserta kedua anaknya dan Arjuna. Anum segera kembali ke villa yang letaknya pas di belakang villa utama.
Selama berjalan menuju villa belakang Anum tidak melihat keberadaan Kayla sama sekali.
Anum langsung masuk kedalam dan mendapati semua ruangan masih gelap semua.
Dahi Anum mengkerut saat melihat Kayla tidur sambil memeluk guling. Anum melirik jam pada dinding kamar yang menunjukkan pukul 07.30.
Anum mendekat ke ranjang, tangannya mengusap rambut panjang Kay dengan begitu lembut.
“Maafkan ibu ya sayang. Gara-gara Ibu, kamu harus berlari ketakutan saat melihat tuan muda Aswin.” Gumam Anum sambil menatap lekat wajah Kayla, sedangkan tangan kanannya mengusap kepala dengan begitu lembut dan sayang.
Flashback on….
“Hahahaha…” Aswin tertawa terbahak bahak saat melihat tingkah Kayla yang menurutnya sangat lucu
“Tuan muda Aswin baik-baik saja?” tanya Anum.
Aswin mengangguk.
“Aunty… apa gadis kecil yang ada di villa belakang itu putri Aunty?” tanya Aswin sambil tersenyum.
Anum tersenyum lalu mengangguk.
“Iya, namanya Kayla. Dia anak yang lucu, dan menggemaskan.” Ucap Anum.
__ADS_1
"Sepertinya dia sangat ketakutan jika bertemu dengan ku." ucap Aswin spontan.
“Saya tidak tau tuan kalau tuan sudah bertemu dengan putri kecil saya. Coba nanti saya tanyakan kenapa dia berlari saat melihat tuan muda Aswin.” Jawab Aswin.
Flashback of…
Esok harinya Kayla akan pergi ke sekolah, dan sebelum berangkat, Kay memakan nasi goreng dan susu yang ada di atas meja makan.
“Sayang, nanti pulangnya seperti kemarin ya?” pinta Anum. Kayla pun mengangguk sambil mengunyah.
Anum yang hendak menanyakan soal kenapa Kayla berlari seperti orang ketakutan saat melihat tuan muda Aswin. Melihat putrinya yang makan dengan lahapnya pun ia urungkan untuk tanya.
“Bu, Kay berangkat dulu ya. Assalamualaikum.” Ucap Kayla lalu mencium tangan ibu nya.
"Jangan ngebut ngebut kalau bawa sepeda. Tadi pagi ibu ibu pada bilang sama Ibu kalau kemarin kamu bawa sepedanya kencang." ucap Anum menasehati.
Beberapa menit kemudian Kayla tiba di sekolah. Ia langsung menaruh sepeda nya di tempat parkiran lalu berjalan menuju kelasnya.
Tak lama setelah itu, jam masuk kelas berbunyi. Semua siswa masuk kelas masing-masing. Untuk kelas empat hari ini guru pengganti yang masuk kedalam kelas membagikan soal ulangan. Setelah berdoa Kayla langsung mengerjakannya.
Sembilan puluh menit waktu yang diberikan untuk mengerjakan telah habis. Bel pertanda waktu habis akhirnya berbunyi dengan keras.
"Waktunya sudah habis, ayo segera dikumpulkan di depan." perintah guru pengganti.
Kayla dan teman-teman yang lain langsung mengumpulkan di depan. Setelah itu mereka berhamburan keluar kelas. Ine yang melihat Kayla buruh-buruh pergi pun menghentikan langkahnya.
__ADS_1
“Kay, kita ke kantin dulu yuk.” Ajak Ine.
“Maaf ya Ine. Hari ini aku tidak bisa main lagi sama kamu. Beberapa hari ini Ibu akan memintaku agar aku pulang cepat. Kamu tahu kan kalau saudara Ibu dari kota G sudah tiba.” Ucap Kayla.
“Ya sudah gak apa-apa, nanti kalau saudara aunty Anum sudah balik ke kota G baru kita main.” Ucap Ine.
Kayla mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar ucapan Ine lalu mengambil sepedanya.
Lima belas menit kemudian Kayla tiba di villa belakang. Ia menghela nafas panjang saat menaruh sepedanya.
Kayla terkejut saat mendapati. Kay langsung tertunduk saat tatapan dingin dari laki-laki dewasa. Kayla benar-benar cukup takut. Jujur saja Kayla sudah mulai ketakutan hingga ia tidak melanjutkan jalannya untuk masuk ke dalam villa.
“Apa yang kamu takutkan pada diri saya? Kenapa tiap kali kamu melihat saya kamu pasti lari?” tanya Aswin spontan.
Deg….
Jantung Kayla berdetak lebih cepat bahkan tangan Kay gemetaran. Ia tidak menyangka jika Aswin menanyakannya.
“Kay… gadis kecilku.” Panggil Aswin dengan menekankan gadis kecilnya.
Kayla langsung mengangkat kepalanya yang sejak tadi menunduk.
Aswin pun mendekat, Kayla pilih mundur sambil mendekap tas sekolahnya. Tangan Aswin hendak mengusap rambut Kayla.
“Maaf kak, Kay harus cepat cepat ke villa utama.” Ucap Kayla.
__ADS_1
“Kamu tidak perlu ke villa utama. Kata aunty hari kamu temani aku jalan jalan di daerah villa ini.