Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
Akhirnya kami jadian


__ADS_3

"Silahkan mbak,pak Bara udah nunggu dari tadi"


Kata seorang pelayan sambil mengarahkan Riya ke arah Bara.Bara yang melihat kedatangan Riya merasa gugup, dekorasi di meja itu sangat begitu romantis sedangkan Riya merasa heran akan dekorasi yang indah tersebut.


"Silahkan duduk"


Bara mempersilahkan Riya duduk dan Riya tetap saja masih melihat lihat sekeliling nya.


"Gimana dekorasi nya bagus ngak?"


Tanya Bara dengan gugup dan mulai basa basi


"Bagus"


"syukur la,yaudah yok makan"


"iya"


Riya masih saja bingung akan perilaku Bara, tapi dia enggan menanyakan nya.Sementara Bara mencoba mencari cari keberanian untuk memulai maksud dan tujuannya.


"Aku boleh nanyak ngak?"


"Bo..boleh,mau nanyak apa"


Jawab Bara dengan gugup


"Kenapa kamu manggil saya kesini?"


ukhh...ukhh..


Bara yang mendengarnya merasa gugup dan batuk


"ohh... itu,eee..."


Bara masih saja gugup dan tidak tahu mau ngomong apa.Tetapi dia menarik nafas dan mulai mengumpulkan keberanian.


"A...aku,aku juga ngak tau kenapa nyuruh kamu datang kesini"


"hah.....?"


Riya merasa aneh dan bingung dengan jawaban Bara sementara bara tidak bisa mengeluarkan kata kata yang telah di rangkainya tadi.


"Kamu udah selesai makannya?"


"Udah"


"Ngak mau yang lain lagi?"


"Engak"


"Yaudah,aku antar pulang ya"


"Ngak usah,aku kan Bawak motor"


Bara seketika diam dan Riya berbalik badan menujuh arah keluar.


"Aku suka sama kamu"


Seketika itu langkah Riya terhenti dan bara yang merasa jantungnya mau copot setelah mengatakan itu.


"A...aku?"


Riya menunjuk dirinya,


"Iyalah siapa lagi emang ada orang lain disini?"


Bara dengan sewot menjawabnya dan dia langsung mendekati Riya sambil memegang tangannya.Riya merasa gugup dan tidak bisa berkata-kata, jantung nya serasa mau copot dan berdetak lebih cepat.


"Aku suka sama kamu"


"aaa....aaaa"


Riya masih gugup dan tidak bisa berbicara


"Apa kamu mau jadi pacar aku?"


Pertanyaan-pertanyaan itu membuat ia tidak tahu mau menjawab apa,matanya langsung melotot ketika mendengarnya.


"A...aku...aku tidak tau"


"Kenapa bisa ngak tau,masa hati sendiri ngak tau"


Lagi lagi bara menjawab nya dengan sewot


"Yasudah,kamu ngak usah jawab sekarang nanti saja"


"He'eh"


"Yaudah,yok pulang aku anterin motor kamu ditinggal saja besok di antar sama Geri"


ia hanya mengangguk,dan di perjalanan pulang suasana dalam mobil sangat hening tidak ada pembicaraan.

__ADS_1


"Sana masuk duluan,baru aku pulang"


"He'eh"


tok..tok..


"iy,sabar beb"


"udah pulang dari mana aja?"


"akhhhhhh........."


Riya berteriak,dia ngak tau perasaan nya bagaimana antara senang,malu,canggung dan intinya campur aduk, teriakan nya membuat Sandra terkejut .


"Lo kenapa beb,kerasukan?"


"ihhh....gimana dong ini?"


"Gimana apanya, ngomong yang jelas dong"


"Lo tau ngak tadi,gue diapain?"


"Lo diapain?,jangan bilang kalo ada cowok- cowok yang.....Jan Sampek Jan Sampek"


"ihhh apaansihh,Jan mikir yang aneh aneh deh"


"Yaudah ngomong yang jelas dong"


"Gue tadi habis di tembak sama Bara"


"Bara siapa?,bara... direktur itu?"


"he'eh"


"wahh,gilakk seorang direktur nembak Lo,enak banget gue juga mauu,trus lo jawab apa? Lo Nerima kan"


"Gue belom jawab,gue ngak tau mau jawab apa"


"ihh seharusnya Lo langsung jawab iya,kapan lagi di tembak sama direktur kaya"


"Tadi gue ngak bisa ngomong, jantung gue mau copot tadi"


"trus dia ngomong apa?"


"Dia bilang kamu ngak usah jawab sekarang nanti aja"


"yaudah kalo gitu Lo telpon dan jawab sekarang, bilang kalo Lo Nerima dia"


"ihh ngak semudah itu,gue malu la"


"Ngak tau,besok aja dipikirin gue mau tidur"


****


Selesai dari kampus,Riya langsung pulang ke kos.Jam menunjukkan pukul 21.00 wib


dring...dring...


Riya mengambil ponselnya yang berada di atas ranjang dan itu panggilan telpon dari Bara.


"Halo"


"iy"


"maaf baru hubungin seharian aku sibuk di kantor dan baru ini nyampe di apartemen"


"iy,ngak papa"


"oh iya gimana?"


"Gimana apanya?"


"Jawaban dari pertanyaan ku kemaren"


"Mmmm..,aku ngak tau"


"Emang kamu ngak ada rasa samaku gitu?"


"Aku ngak tau"


"Aku udah nyaman samamu,emang kamu engak?"


"Mmmm...nya..nyaman sih,ta..tapiii"


"Tapi kenapa,gue ngak jelek-jelek amat kali"


"Bukan itu maksud nya"


"Trus?"


"Aku ngak enak dan merasa canggung soalnya aku ini pernah magang di perusahaan kamu dan itu artinya kamu itu bos aku"

__ADS_1


" Hahaha....,kamu itu ada-ada aja, trus sekarang gimana?"


"Gak tau"


"kalo kamu jawabnya ngak tau itu artinya kamu itu mau jadi pacar aku,udah yaa sekarang kamu itu milik aku,selamat malam tidur yang nyenyak ya sayang"


"eee...."


Tut..tut


Lalu Bara mematikan ponselnya tanpa mendengar jawaban darinya.Tapi entah kenapa ia merasa senang dan malu dengan perkataan Bara.


Ahkkk.......


Ia berteriak sambil menutup wajahnya dibalik selimut.Malam ini dia ngak bisa tidur memikirkan hal itu,mau bercerita pun entah sama siapa.Sandra sedang tidak ada di kos dia pulang kerumahnya karna harus ada berkas yang mau ia ambil.


dring..dring...


ponsel Riya berbunyi


"Halo"


"iya"


"Bangun,nanti telat ke kampus nya"


"Udah"


Ia menjawab nya sambil senyum-senyum


"Jan lupa makan,aku berangkat dulu ke kantor ya yang"


Lagi lagi ia ingin berteriak karna Bara memanggil nya dengan sebutan sayang


"he'eh"


Di kampus ia masih saja senyum-senyum, orang-orang heran melihatnya sementara Sandra yang melihatnya dari kejauhan menghampiri nya.


"Beb,Lo kesambet apa an, senyum-seyum sendiri kayak orang gilak tau ngak"


Riya yang tidak mengetahui keberadaan Sandra yang tiba-tiba muncul terkaget-kaget.


"ha...,astaaga Lo ngangetin deh"


"Habisnya Lo senyum-senyum sendiri dilihatin orang tau"


"Aduhh...malu aku"


"Emang ko mikirin apa Samapi senyum-senyum segala?"


"Kita pulang dulu,nanti di kos gue ceritain"


Sampai di kos ia menceritakan bahwa ia udah pacaran


"Apa?"


"Gue malu"


wajah riya seketika memerah


"Lo harus traktir gue makan,Lo itu udah jadi nyonya direktur"


" Apaan sihh..."


"Ya bener kan?"


"gue mau tidur"


"Tidur sore-sore gini?"


Riya yang merasa malu dan menutup pipi merah di wajahnya dengan selimut,tapi tiba-tiba saja ponselnya berbunyi


dring...dring...


"Angkat tu telpon dari suamilo"


"Isss,apaan sihh"


Sandra terus saja menggodanya membuat ia merasa malu


"Halo"


"Malam ini bisa ketemuan ngak?"


"Bi..bisa"


"Yaudah,aku jemput di depan kos nanti ya jam delapan"


"he'eh"


Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 wib,Bara yang udah nunggu selama sepuluh menit di mobil dan tak lama Riya keluar dan membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Udah lama nunggu?"


"Belom kok"


__ADS_2