
Flashback!!
Seharian mereka menghabiskan waktu di cafe. Hingga akhirnya Archie berkata jujur kepada Vania tentang perasaannya.
“Kalau Om suka dengan mu gimana, Vania?” Ucap Archie hingga terpatri di pikiran Vania.
“Om Archie jangan ngasal deh kalau ngomong.” Balas Vania.
“Lagian juga kamu sama Om tidak ada hubungan sedarah sekandung. Ayahmu adalah orang yang sudah di tolong oleh Ayahku.” Ucap Archie meyakinkan Vania.
Vania kehilangan kata-kata. Bahkan, dia tidak menjawab lagi pertanyaan dari pamannya.
Kepala Vania terlalu pusing untuk memikirkan perasaan pamannya dan dirinya.
Dan, sampai kapanpun Vania tidak akan mudah bersatu dengan pamannya, karena sampai kapanpun sang kakek tidak akan pernah memberi restu kepadanya.
Entahlah, bagi Archie Vania adalah wanita pertama kali yang sudah masuk ke dalam hatinya. Tapi, hari ini Vania telah mematahkan hatinya.
“Ayolah Om! Om Archie jangan cemberut begini. Vania yakin Om Archie akan menemukan gadis sesuai harapan kakek.” Ucap Vania merayunya.
“Vania, kamu adalah keponakan sekaligus wanita yang ada di hati paman. Sampai kapanpun aku akan mencintai dan menyayangimu. Dan tak satupun wanita yang akan menggantikannya.” Ucap Archie.
Vania hanya diam dan menundukkan wajahnya. Tiba-tiba dadanya terasa sesak. Vania pun menghirup nafas dan mengeluarkan dengan pelan-pelan.
__ADS_1
“Apa kamu sesak nafas lagi?” tanya Archie mengkhawatirkan.
“Bisakah Om Archie mengantarkan aku pulang. Aku sepertinya lupa membawa obatnya.
Tak lama kemudian mereka beranjak keluar ruang kerjanya. Archie langsung mengantarkan Vania pulang.
Setelah sampai di depan rumahnya, Vania langsung turun dari mobilnya.
“Om tidak mampir dulu ke dalam?” tanya Vania dengan nada lembut.
“Tidak, Om akan ke restoran, karena hari ini Om ada rapat dengan karyawan restoran.” Jawab Archie dengan kecewa.
“Ya sudah kalau Om ga mau mampir. Hati-hati kalau bawa mobilnya.” Pesan Vania kepada Archie.
Vania mengangguk
Setelah Vania turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, Archie langsung membawa mobilnya ke restoran milik orang tua Vania.
Tiba di restoran, Archie tak bersemangat hingga semua karyawan restoran nampak berbisik-bisik.
“Sepertinya Pak Bos tidak baik-baik saja? Kalau di lihat seperti patah hati.” Ucap Rara kepada Rani.
Sesampainya di ruang kerja, Archie langsung menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya.
__ADS_1
“Aku kira kamu juga mencintaiku, nyatanya kamu telah mematahkan hatiku ini.”Archie bermonolog dalam hati.
Sementara itu Vania di dalam kamar mencerna semua ucapan pamannya.
“Aku juga sayang sama Om Archie. Tapi, aku juga tidak mau kejadian Ayah dan Ibu terulang kembali.” Batin Vania.
Vania menganggap apa yang di ucapkan pamannya hanyalah bualan belaka.
Archie tiba-tiba menerima panggilan dari Ayahnya dan seketika itu Archie langsung meninggalkan restoran.
Joni yang baru datang langsung di beri perintah untuk mengawasi restoran.
"Ada apa lagi ini Ayah mengajakku ke London?" batin Archie.
Archie berjalan menuju mobilnya. Kini Archie melajukan mobilnya dengan kecepatan cepat.
Setibanya di apartemen, Archie langsung menekan tombol 10 menuju apartemen miliknya.
"Kamu siap-siap. Malam ini kita harus berangkat." kata Ayahnya.
"Kenapa harus sekarang Yah? Apa tidak bisa besok kita berangkatnya?" tanya Archie dengan kesal.
"Tidak bisa. Kita harus berangkat sekarang, ini semua menyangkut perusahaan Ayah." ucap Ayahnya.
__ADS_1
Archie tidak bisa berbuat apapun. Bahkan menolak pun percuma. Dan pada akhirnya Archie dan Ayahnya berangkat ke bandara.