
Dear pembaca setia...
Novel ini sudah tamat ya...!!!
Terima kasih untuk semua para pembaca yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca novel ku AKHIR SEBUAH CINTA.
Terima kasih atas dukungannya, komentarnya yang sudah diberikan. Dan, Maaf jika dalam penulisan novel ini baik dalam kata-kata, alur cerita maupun kesamaan nama yang tidak di sengaja saya mohon maaf sebesar-besarnya🙏
Untuk Kisah Anak-anaknya Archie nanti saya lanjut di Novel ke-tiga ya guys dengan judul yang baru☺️
Sambil menunggu Novel ke-tiga, silahkan mampir juga di novel ke-dua aku yang lagi tahap aku revisi berjudul BIARKAN AKU MENCINTAI MU ya ❤️
Untuk vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya tetap di tunggu ya... Terima kasih 🙏🙏
Aku kasih Cuplikan dulu ya guys!!!
Siang yang terlihat cuaca begitu mendung, dimana terlihat dua gadis sedang keluar dari gedung, dua jam lamanya mengikuti acara seminar agar mereka memiliki bekal untuk mencari pekerjaan sesuai yang di inginkan.
Mereka segera pergi meninggalkan gedung setelahnya mereka berada di luar gedung. Sarah yang merasa perutnya bunyi dan lapar langsung mengajak Kayla untuk mencari makan.
'Kay, kita makan siang dulu ya sebelum kita pulang." ucap Sarah, Kayla juga lapar hanya mengangguk saja.
Sarah langsung membawa Kayla ke cafetaria yang letaknya tak begitu jauh dari gedung.
"Ramai juga ternyata." ucap Sarah tiba di cafetaria, kedua matanya berputar-putar mencari tempat kosong.
"Selamat siang kak! Selamat datang di cafetaria! Kalau boleh tahu, apak kakak sudah pesan tempat?" sapa pelayan cafetaria begitu ramah.
"Siang juga kak! Kami belum pesan tempat sih kak. Apa masih ada tempat kosong.?" tanya Sarah tak kalah ramahnya.
"Ada kak, kebetulan yang lagi kosong untuk dua orang kak. Tapi, maaf tempatnya agak di pojok. Kalau kakak bersedia, mari saya antar ke tempatnya." ucap pelayan cafetaria sambil tersenyum.
Sarah langsung menoleh ke arah Kayla untuk minta persetujuannya Kayla. Sedangkan Kayla menjawab dengan mengangguk saja.
"Boleh kak." jawab Sarah.
"Mari kak, saya antarkan ke mejanya." ucap pelayan cafetaria.
__ADS_1
Sarah dan Kayla pun berjalan di belakang pelayan cafetaria.
"Silahkan kak! Kebetulan kakak-kakak ini pelanggan cafetaria kami yang ke-100, maka dari itu kami memberikan diskon 35‰ ." ucap pelayan cafetaria sembari menulis pesanan Sarah dan Kayla.
Dan beberapa menit kemudian, semua pesanan yang Sarah dan Kayla pesan akhirnya tertata rapi di atas meja.
🌺🌺🌺🌺🌺
Di Bandara Juanda...
"Papi, kakak." Sapa Aswin langsung memeluk papinya yang masih terdiam dan tidak pernah menyangka kalau putra keduanya terlihat begitu gagah dan tampan.
"Kak.." Aswin ganti memeluk sang kakak perempuannya. Aine langsung membalas pelukannya.
Setelah saling berpelukan, Archie langsung membawa Aswin dan Aine ke arah parkir. Archie berjalan sambil menepuk pundak anak laki-lakinya.
"Tinggal di Amerika hampir 9 tahun membuat dirimu semakin dewasa saja. Papi sampai pangling." ucap Archie.
"Papi bisa saja! Gimana dengan kabar perusahaan papi? Baik-baik saja kan selama di pegang kak Aine?" tanya Aswin.
"Nanti kakak jelasin di rumah! Kita harus pulang sebelum kena macet." ucap Aine.
Aswin tersenyum cerah begitu mobil keluar dari bandara.
"Pi, sebelum pulang ke rumah, kita mampir ke makam bunda dulu ya? Aku sudah lama tak mengunjungi nya." Ucap Aswin mengajak, matanya sambil menatap kaca spion depan.
Archie tersenyum senang, karena selama ini kedua anaknya tidak akan pernah lupa untuk mengunjungi makam bundanya.
Archie pun memperlambat mobilnya untuk ambil jalur kanan, dan setelah itu mobil Archie berhenti di toko bunga.
'Kakak atau kamu sendiri yang turun untuk membeli bunganya?" tanya Aine pada Aswin.
"Aku sendiri saja kak yang turun, karena aku ingin membelikan bunga yang cantik untuk bunda." balas Aswin, lalu keluar dari mobil.
Archie tersenyum lebar, kedua anaknya tumbuh menjadi anak yang baik, dan saling menyayangi.
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Kayla terkejut saat membuka dan melihat isi yang ada di email masuknya. Kedua matanya membulat sempurna. Ia begitu tak percaya, dua perusahaan yang di inginkan sama-sama menerima nya. Kayla hari itu langsung dibuat bingung oleh dua pilihan.
Sarah melihat Kayla yang hanya diam pun menautkan kedua alisnya.
"Kay!" panggil Sarah lirih. Kayla langsung mengangkat kepalanya.
"Kok bengong sih?" tanya Sarah.
Tanpa menanggapi perkataan Sarah, Kayla langsung menunjukkan isi email-nya. Sarah yang melihat langsung menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"OMG... itu dua perusahaan terbesar lho, Kay. Dulu, aku sering mendengar saudara sepupu ku bilang kalau orang-orang pilihan saja yang bisa bekerja di perusahaan itu. Gaji tinggi, tunjangan karyawan ada dan kesejahteraan karyawan juga benar-benar dipikirkan oleh kedua perusahaan tersebut. Dan, hari ini aku melihat sendiri kalau kamu juga termasuk orang-orang pilihan." ucap Sarah dengan senangnya.
Kayla yang sejak tadi terdiam dan hanya mendengar cerita Sarah pun mengangguk sambil senyum-senyum.
"Kira-kira, kamu mau pilih yang mana, Kay?" tanya Sarah sambil mengedipkan matanya.
Kayla berpikir lagi, tidak mungkin dia akan pergi meninggalkan ibunya seorang diri.
"Sepertinya aku akan memilih HAA Group saja, Sar! Setidaknya aku masih bisa tinggal sama Ibuku dan tidak meninggalkan di masa tuanya." ucap Kayla.
Sarah langsung mengacungkan kedua jempol nya.
"Good, itu pilihan yang bagus, setidaknya aku juga tidak ditinggalkan oleh sahabat terbaik ku yang begitu baik hati dan budiman." ucap Sarah.
Setelah menghabiskan semua makanan yang mereka pesan, dan waktu terus berjalan, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore, Sarah dan Kayla pun memilih pulang.
Untuk beberapa menit kemudian Kayla diam mematung. Ia melihat seorang laki-laki paruh yang sangat ia kenal. Kayla menggelengkan kepala tak percaya dengan apa yang di lihat.
"Kay! Ayo kita ambil mobil ke tempat parkiran gedung sebelum hujan turun." ajak Sarah sambil menarik lengan Aira.
"Sar, kamu percaya gak kalau aku melihat papinya kak Aswin ada di kota ini." ucap Kayla.
"Percaya saja, bukankah kamu pernah cerita kalau mereka tinggal di kota ini?" ucap Sarah.
"Iya, tapi waktu perusahaan om Archie gulung tikar beliau memutuskan untuk pergi dari kota ini. Bahkan, rumah yang aku tempati saat ini itu uang pesangon ibu dari beliau." ucap Kayla tak percaya.
"Ya sudah, kapan-kapan aku antar kamu ke rumah om Archie. Semoga apa yang kamu lihat itu benar. Sekarang ayo kita pulang, hujan sebentar lagi turun, jalanan pasti macet." ucap Sarah.
__ADS_1
Sarah melajukan mobilnya dan keluar dari gedung.