
Sepanjang perjalanan menuju apartemen, di dalam mobil Archie memberanikan diri mengirim pesan ke Vania.
Archie langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan. Beberapa menit kemudian Archie mulai mengetik pesan dan mengirimkan.
"Jangan lupa istirahat yang cukup, jangan sampai telat minum obat, besok kalau masih sesak jangan masuk sekolah dulu, lebih baik kamu ijin daripada kenapa-napa seperti tadi siang, ingat kesehatan mu yang lebih penting.”
Vania yang mendapatkan perhatian dari pamannya hanya tersenyum saat membaca pesannya. Tak butuh waktu lama Vania membalas pesan.
“Iya om. Terima kasih sudah perhatian sama aku. Om Archie juga jangan lupa istirahat. Sekali lagi terima kasih.”
Setelah membalas pesan untuk pamannya. Vania langsung mematikan ponselnya. Tak lupa ia juga meletakkan ponselnya di atas meja untuk mengisi baterai. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya di atas kasur dan akhirnya tertidur.
Sementara itu Archie melanjutkan perjalanan menuju apartemen.
Di kamar, Archie memainkan handphone nya. Ia masih kepikiran Vania. Kemudian ia keluar dari kamar dan menghubungi Widia.
...----Archie calling----...
Widia : halo Om! Assalamualaikum! Kenapa malam-malam menghubungi aku?
Archie : mm Waalaikumsalam! Apa Om mengganggu kamu?
Widia : nggak juga sih om? Memangnya ada apa Om Archie menghubungi aku malam-malam begini? Tidak seperti biasanya.
Archie : Om bisa minta tolong gak sama kamu?
Widia : minta tolong apa Om?
Archie : tolong kamu awasi Vania kalau dia ada sekolah.
__ADS_1
Widia : awasi Vania?
Archie : iya! Karena hari ini om menemukan dia hampir pingsan di jalan raya.
Widia : pingsan di jalan raya.
Archie : iya, untung om lewat jalan situ, jadi langsung Oma bawa ke rumah sakit.
Wilda : tapi Vania baik-baik saja kan om?
Archie : dia punya penyakit asma, jadi sewaktu-waktu bisa kambuh.
Widia : tadi sebenarnya dia sudah pingsan di sekolah om. Sebenarnya pas jam pulang sekolah aku sama teman-teman mau anterin dia pulang, tapi dianya keburu pulang tanpa memberitahu kita semua.
Archie : ohh, ya sudah yang penting Vania gak kenapa-napa. Dan tolong setelah ini kamu awasi dia jangan sampai dia kayak tadi.
Widia : iya om. Widia akan menjaga Vania.
Sementara itu Cahaya yang sejak tadi belum ada kabar dari Vania semakin panik. Ia berkali-kali menghubungi nomor Vania selalu di luar servis area.
“Tumben Vania susah di hubungi. Tidak seperti biasanya. Apa jangan-jangan dia sudah tidur.” Batin Cahaya.
Tidak lama setelah itu ada notip pesan dari Widia masuk.
“Halo…Assalamualaikum kak”
“Waalaikumsalam, Cahaya. Maaf ya kalau kakak malam-malam sudah ganggu tidur kamu. Aku hanya ingin kasih tahu ke kamu kalau Vania sekarang tidak baik-baik.”
“Tidak baik-baik maksudnya gimana kak? Ini dari tadi aku juga tidak bisa menghubungi dia.”
__ADS_1
“Barusan aku dapat kabar dari pamanku kalau tadi siang Vania hampir pingsan di jalan. Terus kata paman Vania terserang asma.”
“Innalilahi… jadi sesaknya Vania itu asma?
“Lho! Kamu tahu kalau selama ini Vania sering sesak?
“Iya kak…”
Widia langsung terdiam dan memikirkan penyakit yang ada pada Vania.
Keesokan harinya, Vania mengernyitkan dahinya karena pagi-pagi pamannya sudah mengirimkan pesan untuknya. Vania hanya tersenyum saat membaca.
“Assalamualaikum, jangan lupa minum obatnya.”
Vania membalasnya dengan singkat.
“Waalaikumsalam! Siap bos om,”
Archie tersenyum saat membaca balasan dari Vania. Setelah itu ia masuk kamar mandi. Lima belas menit kemudian ia keluar dari kamar mandi.
Setelah selesai mandi Archie langsung memakai baju kerjanya, Archie melirik jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 07.30.
Archie memperhatikan ponselnya. Kemudian mengirim pesan ke Vania.
“Apa hari ini kamu masuk sekolah?”
Archie menghela nafas panjang saat pesannya tidak langsung di balas Vania.
Sebelum berangkat kerja Archie mengisi perutnya dengan roti tawar dan secangkir susu hangat.
__ADS_1
Karena tidak ada balasan dari Vania, Archie bergegas keluar apartemen. Dia berangkat kerja dengan perasaan yang sulit di artikan.