Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 74 : Di Rawat


__ADS_3

Tepat jam 12 malam, Archie dan Vania tiba di rumah orang tuanya. Rumahnya nampak terlihat sepi, semua pelayan sudah pada tidur. Pak Di langsung turun dan mengeluarkan tas yang ada di bagasi mobil lalu di bawa masuk ke dalam rumah.


“Sayang...bangun, kita sudah sampai lho.” Archie membangunkan Vania sambil mengelus-elus pipinya dengan lembut.


Vania yang merasakan sentuhan di pipinya langsung membuka kedua matanya. Vania tersenyum malu karena sejak masuk tol hingga tiba di kampung halaman rumah suaminya ia tidur terus.


“Sudah sampai ya mas?” Tanya Vania dengan suara khas bangun tidur.


Archie tersenyum, “Iya, ayo turun, tidurnya nanti di lanjut lagi.” Jawab Archie lalu membantu Vania keluar dari mobilnya.


Archie langsung membawa Vania masuk ke dalam rumah. Karena masih tengah malam Archie langsung membawa Vania masuk ke kamar pribadinya.


----------


Sementara Pak Di membantu istrinya di dapur menyiapkan makanan untuk Vania.


“Ngomong-ngomong, nona Vania itu orangnya seperti apa, Pak?” tanya Bu Di kepada Pak Di yang penasaran.


Pak Di mengangkat satu alisnya saat mendengar pertanyaan istrinya.


“Yang pasti dia wanita, cantik, baik, Sholehah dan sekarang sedang hamil anaknya tuan Archie, Bu.” Jawab Pak Di.


“Kan ibu belum tau, Pak. Mangkanya ibu tanya sama bapak. Semenjak tuan besar sakit suka menyebut namanya.


Pak Di tidak terkejut mendengar inipenjelasan dari istrinya, Pak Di hanya menjawab dengan ber “oh.”


Lima belas menit kemudian Bu Di membawa nampan berisikan 2 gelas susu coklat hangat dan makanan ringan.

__ADS_1


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu kamar membuat Vania mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Archie beranjak untuk membukakan pintunya.


“Maaf karena tuan sama nona sudah menunggu lama.” Ucap Bu Di sambil menyodorkan nampan.


“Terima kasih, Bu. Maaf ya sudah membangunkan ibu malam-malam. Oh ya Bu, setelah ini saya mau ke rumah sakit, mau lihat keadaannya Ayah, saya nitip istri saya ya, Bu?” Ucap Archie sambil menerima nampan.


“Iya tuan. Kalau boleh tau tuan mau bawa mobil sendiri atau mau di supiri Pak Di?” tanya Bu Di.


“Aku bawa mobil sendiri saja, Bu. Biar Pak Di istirahat di rumah saja.” Jawab Archie.


Bu Di tersenyum. “Kalau begitu saya permisi pamit untuk balik kebelakang tuan.” Pamit Bu Di.


“Sayang, ayo makan ini dulu, biar nanti bisa tidur nyenyak.” Archie masuk sambil membawa nampan.


“Sayang, kamu gak apa-apa kalau aku tinggal sebentar ke rumah sakit buat lihat keadaan Ayah?” tanya Archie di saat keduanya sedang mengunyah rotinya.


Vania hanya diam tanpa ekspresi saat mendengar ucapan Archie. Kenapa tidak mengajakku kalau memang ingin ke rumah sakit. Toh niatnya ikut pulang ke kampung karena kakeknya sedang sakit.


“Sayang, kok malah ngelamun?” tanya Archie.


“Kenapa mas gak ngajak aku ke rumah sakit? Kan aku juga pengen tahu keadaan kakek seperti apa?” Vania tanya balik.


Archie menggelengkan kepalanya. Setelah itu memberikan penjelasan kepada Vania agar tidak salah faham.


“Ya sudah, mas janji besok pagi bawa aku ke rumah sakit ya?” ucap Vania.

__ADS_1


“Iya sayang, sekarang kamu istirahat dan tidur setelah itu mas baru pergi. Kalau ada apa-apa langsung bilang ke bu Di ya, sayang.” Ucap Archie sambil mengusap kepala dan mencium kening.


Sebenarnya, Archie begitu berat meninggalkan Vania di rumah sendiri bersama pelayan karena ini pertama kalinya Vania datang ke kampungnya.


Untuk beberapa menit kemudian Archie mendengar dengkuran halus dari istrinya pun beranjak dari tempat tidur.


Archie membawa mobilnya cukup kencang di jalan yang begitu sepi setelah mendapatkan telepon dari asisten Haris.


Lima belas menit kemudian Archie tiba di rumah sakit. Archie langsung memarkirkan mobilnya dengan rapih.


---------------


Archie berjalan tergesa-gesa menuju ruang rawat Ayahnya. Di ruangan itu asisten Haris bersama istrinya setia menjaga ayahnya.


“Bagaimana kondisi Ayah, Pak?” tanya Archie dengan pelan karena tak ingin ayahnya terbangun karenanya.


Asisten Haris menggelengkan kepala. “Sepertinya tuan We ingin bertemu dengan nona Vania? Nona Vanianya mana mas? ” tanya asisten Haris clingak clinguk mencari Vania.


“Besok pagi aku akan membawanya kemari?” balas asisten Haris.


Archie segera mendekat dan melihat ayahnya terbaring lemah dan setelah itu ia duduk di kursi dekat ayahnya.


“Pak Haris istirahat saja, biar malam ini saya yang jaga Ayah.” Ucap Archie.


Setelah mendapat perintah, asisten Haris langsung merebahkan tubuh di sofa yang terdapat di dalam ruang rawat tersebut.


Tak butuh waktu lama, malam itu asisten Haris langsung tertidur. Kebetulan saat itu asisten Haris benar-benar lelah dan ngantuk.

__ADS_1


__ADS_2