
"Mas Jun, sebenarnya Marisa ini hanya ingin bertemu dengan Aswin?" ucap Darwin gugup di lobby.
Arjuna mengeraskan rahangnya dan menatap Marisa dengan tatapan dingin.
"Berapa kali mas katakan. Jangan pernah sekali-kali membawa perempuan di penthouse milik Aswin. Camkan itu." Ucap Arjuna memperingati Darwin.
Tanpa Arjuna dan Darwin ketahui. Aswin mendengar perdebatan mereka.
"Sekarang kamu pilih bawa perempuan itu pergi dari sini atau kamu yang pergi dari sini." ucap Arjuna.
Dengan rahang mengeras dan memasang wajah dingin, Arjuna pergi meninggalkan Darwin di lobby bersama Marisa.
Aswin yang sembunyi di balik tembok lobby pun ikut mengepalkan tangannya ini semua gara-gara Marisa.
Sejak tadi Aswin menahan agar tidak terlihat oleh Marisa. Karena ini sudah membuat Arjuna marah apalagi menyangkut keselamatan dirinya, Aswin langsung menampakkan dirinya pada Darwin dan Marisa.
Marisa tersentak melihat Aswin yang berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Berhenti mendekatkan Marisa dengan aku. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah tertarik dengannya. Kamu pernah dengar kan kalau aku hanya tertarik dengan seorang gadis. Bahkan, kamu mengatakan aku seorang pedofil, iya itu memang benar." bisik Aswin di telinga Darwin.
Marisa mengepalkan tangannya saat mendengar bisikan Aswin di telinga Darwin. Sedangkan Darwin tersentak mendengar kejujuran Aswin yang menurutnya hanya candaan semata.
Aswin hanya diam melihat ekspresi Darwin yang terkejut. Selama enam bulan tinggal bersama Arjuna, ini pertama kalinya dia marah hanya gara-gara seorang wanita yang ingin dekat dengan dirinya.
Setelah berbicara panjang lebar. Aswin meninggalkan Darwin dan Marisa di lobby.
Setelah kepergian Aswin, Darwin mengeraskan rahangnya karena sudah percaya dengan Marisa kalau Aswin menyukai nya. Darwin langsung meminta Marisa untuk pergi dari hadapannya.
"Sekarang kamu puas, Marisa? Dua orang terdekat ku akhirnya marah sama aku, itu semua kebodohanku yang mudah percaya sama kamu, kau mengatakan kalau mas Aswin menyukai mu, aku benar-benar percaya. Dan, apa yang aku lihat saat ini, itu semua hanya akal-akalan kamu saja yang ingin dekat dengan mas Aswin." ucap Darwin marah dengan Marisa.
"Win, dengarkan aku dulu, aku bisa menjelaskan semuanya. Aku mohon Win kamu harus membantu ku agar aku bisa dekat dengan Aswin." ucap Marisa sambil memohon.
"Kamu bilang bantuin kamu dekat sama mas Aswin, hah!! Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan mas Aswin karena mas Aswin sudah punya gadis kecil yang sudah singgah di hatinya." ucap Darwin.
"Apa maksudnya gadis kecil, Win?" tanya Marisa.
__ADS_1
"Itu bukan urusan mu!! Sekarang pergilah sebelum aku memanggil bagian keamanan untuk mengusir mu." ucap Darwin.
Marisa akhirnya pergi dari penthouse milik Aswin dalam keadaan marah, karena hanya Darwin lah kesempatan yang ia miliki agar bisa dekat dengan Aswin, laki-laki yang sulit ditaklukkan.
Darwin menggelengkan kepala melihat kepergian Marisa dari lobby.
"Dasar wanita gila. Bisa-bisanya mengaku kalau mas Aswin menyukai nya. Dan bodohnya aku langsung percaya." batin Darwin.
-----
Di dalam apartemen, Arjuna mengamuk pada Darwin. Dengan bodohnya ia percaya dengan Marisa.
"Mas Jun, aku benar-benar minta maaf. Aku terlalu bodoh, dengan mudahnya aku percaya omongan nya Marisa." ucap Darwin merasa bersalah.
"Sudah aku katakan dari pertama kali Aswin datang ke negara ini.!! Aswin di sini benar-benar belajar. Bahkan, kamu pernah dengar sendiri kalau dia suka dengan gadis kecil. Jadi, ini pelajaran buat kamu, jangan pernah kamu ulangi lagi. Tugas kita ini melindungi Aswin dari orang-orang yang ada maksud jahat kepadanya.
Darwin mendengar penjelasan Arjuna pun hanya mengangguk.
__ADS_1