Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
Extra Part 14 : Kilasan Memori Anum


__ADS_3

"Ternyata tidak kalah rame juga di sini. Apalagi banyak penjual jajanan khas kota G di pinggir jalan." ucap Kayla.


"Kalau di sini memang rame tiap hari sabtu atau minggu. Kalau hari biasa gak se ramai ini." Balas tante Rini.


"Ohhh, di mana-mana sama saja ya te. Di kota M ramainya juga hari sabtu sama minggu, iya kan, Bu." ucap Kayla.


Anum hanya tersenyum saat melihat Kayla begitu senang meskipun jalan-jalan nya tidak seperti orang-orang yang harus pergi ke tempat wisata, puncak, keluar kota atau ke luar negeri.


"Nanti kalau Kayla sudah besar dan bekerja, Kayla akan ajak Ibu sama tante Rini pergi jalan-jalan ke Bali." ucap Kayla yang tengah berbincang-bincang dengan tantenya dan ibunya.


Rini tercengang saat mendengar ucapan Kayla, ia pun menoleh ke arah Kayla dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Tante Rini doakan semoga apa yang kamu cita-citakan tercapai dan semoga tante Rini dan Ibu kamu diberikan kesehatan sampai melihat Kayla dewasa dan menjadi orang sukses." ucap Rini. Anum dan Kayla mengucapkan aamiin bersamaan.


"Kayla selalu berdoa pada Allah semoga Ibu dan tante Rini selalu sehat." ucap Kayla lalu memeluk ibunya begitu juga Rini ikut memeluk Kayla.


Sedangkan di tempat lain terjadi percakapan antara Aswin dengan Arjuna.


"Maaf, gara-gara aku mas Jun jadi memarahi mas Darwin."


"Tidak masalah, Darwin memang perlu di kasih pelajaran biar tidak sembrono membawa perempuan ke penthouse. Apalagi gadis itu Marisa.


Deg


Aswin diam tidak menyahut perkataan Arjuna, hanya sorotan mata yang ia tunjukkan pada Arjuna.


"Dengar baik-baik tuan muda! Mulai hari ini anda harus berhati-hati dengan Darwin, apalagi dengan Marisa. Jauhkan diri anda dari ajakan mereka berdua."


Perkataan Arjuna semakin membuat Aswin semakin penasaran di tambah melarangnya untuk dekat-dekat dengan Darwin. Aswin akan mencari tahu sendiri apa yang terjadi dengan Darwin.

__ADS_1


"Apa tuan muda sudah mengerti maksud dari pembicaraan kita?"


Aswin mengangguk dan mengiyakan saja to dia akan mencari tahu kebenarannya sendiri.


----------


Sesampainya mereka di kontrakan Rini, Anum langsung meminta agar Kayla membersihkan tubuhnya karena hari sudah mulai larut.


Selesai membersihkan tubuhnya, Kayla merebahkan badannya di atas kasur. Kayla mengamati bangunan kontrakan milik tantenya.


"Ya Allah kelak kalau aku sudah dewasa, aku ingin menjadi anak yang selalu berbakti pada Ibuku, aku ingin selalu membahagiakan ibuku di sisa umurnya dan kelak aku menjadi orang yang sukses, aku ingin membantu tante Rini agar beliau tidak tinggal di kontrakan terus menerus... aamiin." Doa Kayla sebelum memejamkan matanya.


Sedangkan di ruang tamu, Anum dan Rini sedang berbincang-bincang.


"Kak Anum masih tinggal di villa milik majikannya kakak?" tanya Rini.


Anum menggelengkan kepala lalu menganggukkan kepalanya.


Anum tersenyum saat melihat Rini bingung dengan jawaban yang diberikan.


"Kakak masih merawat dan membersihkan villa milik pak Archie, dan Alhamdulillah dari sisa gaji yang kakak terima tiap bulan, kakak bisa membeli villa kecil yang ada dibelakang villa pak Archie." ucap Anum.


Rini yang mendengar penjelasan dari kakaknya pun tercengang, lalu ikut senang mendengarnya.


"Alhamdulillah..." balas Rini sambil menggenggam tangan kakaknya yang sudah mendekati tidak muda lagi.


"Kayla sudah mulai besar, bahkan cari berpikir juga sudah dewasa? Apa selama ini Kayla pernah menanyakan tentang ayahnya?" tanya Rini mengingatkan masa lalu Anum dan Reza.


Anum terdiam dan matanya pun berkaca-kaca saat mengingat Reza menghembuskan nafas terakhirnya di depannya.

__ADS_1


Kilasan memori Anum...


Anum langsung lemas saat melihat keluarga dari suaminya duduk di kursi ruangan IGD. Anum melihat wajah kesedihan terpancar di wajah kakaknya Reza.


"Mas Rizal..." panggil Anum. Rizal yang melihat Anum hamil tak dapat menahan lagi air mata.


"Dek Anum yang sabar ya! Dek Reza pasti bisa melewatinya." ucap Rizal berusaha memberikan kekuatan pada adik iparnya.


"Berarti yang kecelakaan itu mas Reza?" tanya Anum tak percaya.


"Dek Reza mengalami kecelakaan setelahnya kembali ke kantor. Dek Reza kecelakaan karena menghindari anak kecil yang tiba-tiba berlari di depan motornya." ucap Rizal.


Deg...


Seketika itu jantung Anum berhenti tak bisa bernafas. Kabar kecelakaan suami tercinta membuat Anum menangis histeris, bahkan sampai detik ini Anum tak percaya dengan.


Anum yang tak kuat menerima kenyataan seketika itu tubuhnya lunglai dan pingsan, Rizal terlihat semakin panik saat melihat wajah adik iparnya terlihat pucat.


Lima belas menit kemudian, Rini datang untuk menemani kakaknya. Sedangkan Rizal kembali ke ruang IGD.


"Sebenarnya dari kecil Kayla sudah tahu kalau ayahnya sudah meninggal. Awalnya Kayla tidak bisa menerima kenyataan kalau ayahnya sudah tidak ada lagi." ucap Kayla.


Rini yang melihat kakaknya segera merangkul sambil mengusap-usap bahunya.


"Aku bangga punya kakak. Kak Anum selalu kuat dan tegar. Aku yakin Kayla akan menjadi anak yang tak kalah kuat dan tegar dari kakak." ucap Rini.


"Kak Anum sama Kayla lama kan tinggal di sini?" tanya Rini.


Anum mengangguk lalu berkata.

__ADS_1


"Ayo tidur, sudah malam. Sepertinya Kayla sudah tidur nyenyak." ajak Anum.


Anum dan Rini pun masuk kedalam kamar. Mereka berdua tersenyum melihat Kayla sudah tertidur pulas. Anum dan Rini pun naik ke atas kasur dan tidur di sebelah Kayla.


__ADS_2