Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 31 : Gladi bersih


__ADS_3

“Apa Om calon suami mu sudah menghubungi mu?” Tanya Cahaya.


“Belum, mungkin meetingnya belum selesai.” Jawab Vania.


“Terus gimana? Apa kamu menunggu Om calon suami mu atau pulang bareng aku?” Tanya Cahaya lagi.


“Aku bareng kamu lagi saja, biar nanti aku telepon dari rumah saja.” Ucap Vania dengan memelas.


“Hem, ya sudah kalau itu mau kamu,” ucap Cahaya.


Saat keduanya berjalan menuju parkiran, tiba-tiba ada suara yang memanggilnya. Vania dan Cahaya berhenti dan menoleh kebelakang.


“Azam….”


“Kalian berdua kok buruh-buruh gitu si? Emangnya kalian mau kemana?” tanya Azam.


“Mau pulang? Bukannya kamu tadi juga pamit pulang duluan?” tanya balik Cahaya pada Azam.


“Enggak jadi, nanti sore baru jemput mama.” Jawab Azam.


“Ya sudah, kalau begitu kita pergi ke mall saja, kita makan es krim sepuasnya, lagian juga dua hari kita sudah tidak bisa seperti ini.” Ajak Vania.


“Yakin kamu gak apa-apa makan es krim lagi?” Tanya Cahaya meyakinkan Vania.


“Iya gak apa-apa. Aku akan mengirim pesan ke Om Archie.” Jawab Vania dengan yakin.


Dan tak butuh waktu lama mobil Cahaya dan Azam keluar dari sekolah menuju mall.

__ADS_1


----------


Dua jam kemudian meeting antara dua perusahaan itu selesai.


“Terima kasih atas kerjasamanya Tuan Archie.” Ucap CEO Okeke Group sambil berjabat tangan.


“Sama-sama Nyonya.” Jawab Archie.


Setelah itu, CEO Okeke Group pamit pergi meninggalkan perusahaan West Group.


Tiba-tiba terdengar getaran pada ponsel Archie. Archie tersenyum saat melihat pesan.


“Assalamualaikum, Om kalau telepon nanti malam saja ya? Aku sekarang ada di kedai es krim tempat langganan ku, aku sekarang sama Cahaya dan Azam. Aku boleh kan makan es krim?”


Archie mengerutkan keningnya, dan setelah itu Archie membalas pesan Vania.


“Waalaikumsalam, Om sekarang jemput kamu ya? Kebetulan meeting Om sudah selesai? Boleh makan es krim, tapi tidak boleh banyak-banyak.”


“Rey, tolong kamu selesaikan dulu proposal Okeke Group. Aku mau pergi jemput Vania. Kemungkinan aku tidak balik kantor. Kalau ada apa-apa kabari aku.” Ucap Archie.


“Baik, Pak.” Jawab asisten Rey.


----------


Archie tiba di mall, ia langsung berjalan menuju kedai es krim tempat langganan Vania dan kedua sahabatnya.


Archie mengedarkan matanya mencari keberadaan Vania dan kedua sahabatnya.

__ADS_1


Azam yang melihat kedatangan Archie pun langsung memberitahu Vania.


“Vania, sepertinya itu Om Archie.” Ucap Azam dengan lirih dan seketika itu Vania menoleh dan melambaikan tangannya.


Archie yang melihatnya pun langsung berjalan mendekat ke tempat Vania dan kedua sahabatnya itu.


Archie langsung duduk di samping Vania. Sedangkan Cahaya dan Azam pamit untuk memesan.


“Karena Om Archie sudah sampai, aku sama Azam pesan dulu ya? Kamu jadi pesan rasa apa, Vania?” tanya Cahaya pada Vania.


Dan seketika itu Vania langsung tanya pada Archie.


“Vania boleh ya Om makan es krim?”


“Boleh, tapi gak boleh banyak-banyak.” Jawab Archie.


Vania pun mengangguk.


“Aku es krim rasa coklat sama nasi ayam cheese.” Ucap Vania.


“Kalau Om Archie pesan apa?” tanya Cahaya.


“Aku lemon tea dingin, untuk makannya sama kan saja sama Vania.” Jawab Archie sambil memberikan beberapa lembar warna merah ke Cahaya.


Cahaya dan Azam pun antri memesan sesuai pesanan masing-masing.


Setelah kepergian Cahaya dan Azam Archie pun berbincang-bincang dengan Vania.

__ADS_1


Dan beberapa menit pesanan mereka datang.


Mereka berempat langsung menikmati makan siang menjelang sore.


__ADS_2