
"Pagi, Pi." jawab Aswin ketika menerima telpon dari papinya.
"Gimana kabar anak papi di sana? Baik-baik semuanya kan?" tanya Archie.
"Alhamdulillah baik semuanya, Pi." balas Aswin.
Oh, iya Pi ngomong-ngomong papi katanya minggu depan ada rencana kemari?" tanya Aswin menggebu-gebu.
"Benar, papi mau ke negara A karena ada pekerjaan di sana." jawab Archie senyum-senyum sendiri.
"Apa ada sesuatu yang harus papi bawa?" tanya Archie.
Aswin menggelengkan kepala yang tak bisa di lihat papinya.
"Enggak ada, Pi. Apa papi kemari sendirian atau ngajak kak Aine?" tanya Aswin penasaran.
"Kamu mintanya papi ngajak siapa? Apa perlu papi ngajak Tante Anum sama Kayla.?" ucap Archie.
Deg
Jantung Aswin berdetak kencang saat mendengar papinya menyebut namanya.
Aswin yang di negara I pun senyum-senyum sendiri yang melihat tingkah laku anak laki-laki nya meskipun ia tak bisa lihat ekspresinya.
Sementara itu di tempat lain...
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 8 pagi si pemilik kamar warna pink kombinasi biru laut masih terlelap dalam tidurnya. Cahaya matahari yang menyelinap masuk ke dalam kamarnya pun menganggu tidurnya.
Tok...tok...tok...
Ketukan pintu akhirnya mampu membuat mata bulatnya Kayla terbuka. Kayla langsung turun dari ranjang untuk membuka pintu kamarnya.
"Sudah siang sayang, Ayo bangu baru siap-siap, setelah ini kita pergi ke kota G." ucap ibunya
Kayla mengangguk.
"Kayla senang, Bu. Akhirnya liburan ini Kayla bisa jalan-jalan sama ibu ke kota G. Tapi sayang pas kita di kota G kak Aswin tidak ada." ucap Kayla dengan nada sedih.
"Gak apa-apa kan selama di kota G Kayla mainannya sama Ibu." ucap Anum sambil membelai rambutnya.
"Tiga atau empat hari sudah cukup ya?" balas Anum.
"Cukup, Bu! Kay mau mandi dulu." pamit Kayla masuk kedalam kamar mandi.
Kayla kini di dalam kereta jurusan kota G. Ia duduk menatap luar yang nampak terlihat pemandangan yang begitu indah penuh hijau.
"Kak Aswin kira-kira liburan nggak ya?" tanya pada batinnya.
"Coba kak Aswin liburan kuliah, pasti seru deh, soalnya kak Aswin anaknya jahil." Kayla bicara dalam hatinya lalu senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
Anum memegang tangan Kayla.
"Kay kalau mau tidur, tidur saja, nanti kalau sudah tiba ibu bangunin." ucap Anum menepuk pahanya agar Kayla tidur bantal paha ibunya.
Kayla menggelengkan kepala. "Kay tidak ngantuk, Bu." balas Kayla.
Saat sudah tiba di stasiun kota G Anum menggandeng tangan Kayla untuk keluar.
Anum segera mencari angkutan umum. Setelah di dapat Anum dan Kay masuk kedalam angkutan umum tersebut.
Tiga puluh menit kemudian Anum tiba di kontrakan milik saudaranya yang masih bekerja dan tinggal di kota G.
Anum pun tersenyum senang saat melihat saudaranya menyambut kedatangannya. Anum pun langsung di peluk. Kayla pun mencium telapak tangan saudara dari ibunya.
"Kalian pasti lelah. Ayo masuk dulu." ajak saudara Anum dengan sopan.
Anum segera masuk, Kayla yang dibelakang pun mengekor jalan ibunya dan saudara dari ibu.
Setelah dipersilahkan untuk duduk. Saudara darinya pun pamit ke dapur untuk membuatkan minuman dingin.
"Gak usah repot-repot dik." ucap Anum.
"Wong cuma air putih dingin kok di katain repot sih mbak yu." balas adiknya Anum.
Silahkan mampir juga di novel Asyilah yang berjudul Biarkan Aku Mencintai mu ya☺️ Terima kasih
__ADS_1