
Keesokan harinya…
Archie dan Ayahnya sudah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Sedangkan Vania hari ini berangkat ke sekolah bersama kedua sahabatnya.
“Mbak, nitip Vania ya? Jangan sampai telat makan dan minum obatnya.” Ucap Archie pada mbak Lastri sambil melihat wajah Vania yang sedih.
“Iya mas,” jawab mbak Lastri.
Tak berapa lama yang di tunggu pun datang.
“Selama tidak ada Om, tolong jaga kesehatan mu, jangan telat makan dan minum obatnya.” Pinta Archie kepada Vania.
“Iya, Om!” Jawab Vania kemudian mendekat ke arah kakeknya.
“Kakek juga sehat-sehat di kampung ya? Sering-sering kasih kabar ke Vania.” Pinta Vania pada kakek Pras.
“Iya, kakek akan sering-sering kasih kabar. Dan, perlu yang kamu ingat, jangan telat makan, minum obat dan banyak istirahat.” ucap kakek Pras dan memberikan nasehat.
“Iya, saya akan mengingat pesan kakek dan pesan Om Archie.” Jawab Vania. Kemudian ia memberanikan dirinya memeluk kakeknya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 06.15. Vania langsung masuk ke dalam mobil Azam.
Setelah memastikan Vania berangkat, Archie dan Ayah Pras melajukan mobilnya.
Mobil yang dikendarai Archie berjalan mulus. Ia pun terkena macet selama satu jam karena ada kecelakaan.
Setelah melewati kemacetan jalan, akhirnya mereka tiba di sebuah rumah makan yang tempatnya tidak begitu jauh dari rumahnya.
Archie dan Ayah Pras turun dari mobil. Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah makan tersebut.
“Sudah lama tidak pulang kampung ternyata banyak perubahan. Warung makan ini saja yang tidak berubah.” Ucap Archie saat memilih tempat duduk.
“Nanti, setelah kamu menikah dengan Vania, kamu ajak dia ke kampung ini.” Balas ayah Pras.
__ADS_1
Archie mengangguk
Dan tak lama kemudian seorang pelayan datang untuk mencatat semua pesanannya.
Jam sekolah telah usai, semua siswa-siswi berhamburan keluar kelas, sedangkan Vania masih santai di tempat duduknya.
“Ayo pulang.” Ajak Cahaya.
Vania menggeleng…
“Lho, kenapa gak mau pulang? Memangnya kamu mau kemana?” tanya Cahaya.
Vania menggeleng lagi…
“Hari ini kamu aneh, tadi siang di ajak ke kantin gak mau, sekarang di ajak pulang juga gak mau.” Ucap Cahaya.
“Aku masih menunggu telepon dari Om Archie.” Ucap Vania malu-malu.
“Lah hubungannya apa sama kita pulang?” tanya Cahaya.
“Apa coba.? Tanya Cahaya.
“Pinjami aku ponselmu? Aku tadi lupa bawa HP.” Ucap Vania.
“Hahaha, kenapa gak langsung bilang mau pinjam HP, bikin aku bingung saja.” Ucap Cahaya sambil mengeluarkan ponselnya di dalam tas.
Tak lama kemudian terlihat Azam dan Gilang masuk ke dalam kelas.
“Kalian berdua belum pada pulang?” tanya Gilang sambil tersenyum saat melihat wajah Vania sedikit terlihat lebih segar.
“Sebentar lagi mau pulang, ini masih menunggu Van__” ucapan Cahaya langsung dipotong sama Vania.
“Ayo pulang, aku sudah selesai kok.” Ajak Vania pada Cahaya.
“Kita pulang duluan ya,” ucap Vania pada Azam dan Gilang.
__ADS_1
“Kalian berdua hati-hati,” ucap Azam.
Sedangkan Gilang mengangguk dan tersenyum saat melihat kepergian Vania.
-----------
Setelah istirahat dan makan siang di rumah makan langganannya, Archie lalu melanjutkan perjalanan menuju rumah. Sepuluh menit kemudian Archie tiba di depan rumahnya.
“Lebih baik kamu kembali ke kota besok saja.” Pinta Ayahnya pada Archie.
Archie pun mengangguk. Dan setelah itu Archie pamit ke kamar untuk menghubungi Vania.
“Aku akan memberitahu Vania kalau aku kembali ke kota besok.” Ucap Archie kemudian pergi ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Archie langsung melakukan panggilan video kepada Vania.
“Assalamualaikum…”
“Waalaikumsalam…”
“Apa Om Archie sudah tiba?”
“Alhamdulillah sudah sampai sayang. Sekarang Om lagi ada di kamar. Maaf baru bisa kasih kabar.”
“Iya Om, gak apa-apa. Ngomong-ngomong Om Archie langsung balik atau nginap di sana?”
“Aku akan menginap semalam di sini. Besok pagi aku baru balik. Kamu baik-baik saja kan di sana.”
“Iya Om, aku baik-baik saja kok.”
“Ngomong-ngomong hari ini kamu tidak lupa makan dan minum obatnya tepat waktu kan?”
“Iya, semuanya tepat waktu.”
“Itu baru namanya anak pintar. Oh ya, uda duluan ya Om Archie mandi, nanti Om hubungi kamu lagi.”
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua mengakhiri panggilan video.