Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 65 : Sah


__ADS_3

Tiga hari kemudian...


“Saya terima nikah dan kawinnya Imut Rahayu binti Suherman dengan mas kawin uang sebesar delapan ratus enam puluh dua ribu rupiah di bayar tunai.” Ucap Rey mantap dengan satu tarikan nafas.


“Bagaimana para saksi, sah?” Tanya pak penghulu yang duduk di depan Rey sembari berjabat tangan.


“Sah.” Semua keluarga, tetangga yang ada di dalam ruang tersebut serempak menjawab.


“Alhamdulilah...” batin Imut mengucap syukur.


“Alhamdulillah...” Pak penghulu pun mengucapkan syukur lalu membacakan doa.


Mbak Lastri seketika itu menyeka air matanya karena putri satu-satunya sudah dipersunting oleh seorang pria yang menurutnya bertanggung jawab.


Sementara di luar hujan gerimis belum reda, hawa dingin begitu mendukung untuk kedua pengantin baru. Vania yang melihat air hujan berjatuhan pun tersenyum campur sedih mengingat masa kecilnya.


...“Jangan jauh-jauh sayang kalau hujan-hujanan sebentar lagi Papa pulang.”


...


...“Iya ma... Nia cuma di depan rumah saja kok.”


...


...“Kalau hujannya sudah reda cepetan mandi terus ganti baju, mama mau buatkan susu hangat untuk kamu.”


...

__ADS_1


...“Iya ma...”


...


Archie yang melihat Vania melamun pun mengusap telapak tangan Vania dengan lembut dan lamunan Vania saat itu buyar.


“Mau mas ambilkan makan sama minum?” tanya Archie dengan lembut.


Vania menggelengkan kepalanya


“Biar aku saja yang ambil makan dan minum, Mas. Mas Ar duduk saja.” Ucap Vania lalu berdiri dari duduknya dan berjalan mengambil makanan.


Meskipun dalam keadaan hamil muda Vania tetap melayani, mengambilkan makan dan minum untuk suaminya.


Archie tersenyum saat melihat Vania kembali ke tempat duduknya sambil membawa makan untuk mereka berdua. Archie pun berdiri dan mengambil piring yang Vania bawa.


“Hemmmm, sepertinya aku sudah lapar mas.” Ucap Vania mengusap perutnya yang masih rata.


“Sini biar mas yang suapin.” Pinta Archie.


Selesai pesta pernikahan Imut dan Rey yang di adakan kecil-kecilan akhirnya berjalan dengan lancar meskipun hujan rintik-rintik.


Mbak Lastri menyarankan agar Archie membawa Vania masuk ke kamar untuk istirahat karena besok pagi mereka harus kembali ke kota.


Sedangkan Imut dan Rey sudah masuk di dalam kamar pengantin.


----------

__ADS_1


Pagi harinya, keluarga Rey pamit balik ke kota lebih duluan karena sore hari kedua orang tua Rey harus menghadiri acara santunan anak yatim.


“Pak, hati-hati ya kalau bawa mobilnya. Pa, Ma jangan lupa kasih kabar kalau sudah tiba.” Ucap Rey kepada kedua orangtuanya.


Ibunya Rey pun memberi pelukan kepada Imut dan Rey.


“Setelah dari kampung tinggallah bersama Mama.” Ucap mama Rey dengan lembut dan di angguki oleh Imut.


Kini mobil kedua orang tua Rey sudah menghilang hingga tak terlihat. Archie dan Vania sedang menunggu supir yang akan mengantarkan mereka berdua ke kota.


Beberapa menit kemudian Archie dan Vania pun meninggalkan halaman kampung Mbak Lastri.


Mbak Lastri, Imut, dan Rey masih stay tinggal di kampung halamannya.


----------


Setelah semuanya kembali ke kota, kini Imut dan Rey berada di dalam kamar. Imut menata baju Rey kedalam lemari.


“Mas Rey...” panggilnya dengan lembut. “Apa yang membuat mu menikahi ku?”


Pertanyaan Imut tiba-tiba membuat Rey mengangkat kepalanya lalu memandang Imut yang sedang berdiri di depan lemari baju.


“Karena kamu cantik, baik dari luar maupun dari dalam.” Balas Rey sambil tersenyum manis membayangkan di mama pertama kali ia mulai jatuh cinta kepada Imut.


“Begitu kah, Mas?” ucap Imut malu-malu.


“Iya, karena diam-diam aku sering melihat cara kamu mengajari Novi dengan begitu telaten, cara bicaramu dengan Ibu begitu sopan, bahkan cara kamu menyelesaikan kerjaan di toko milik nona Vania pun cekatan.” Rey pun menjabarkan semua alasan mengapa ia menikahi Imut.

__ADS_1


“Gimana kalau tunangan mas Rey kembali dan meminta agar mas Rey mau menikahinya?” tanya Imut dan seketika itu Rey turun dari ranjang dan berjalan mendekat ke arah Imut.


“Meskipun ia kembali apalagi memohon untuk dinikahi, perlu aku tekankan dan aku ingatkan kalau istriku hanya kamu, dan jangan pernah mengiyakan jika dia memohon di hadapan mu.” Balas Rey dengan tegas lalu membawa Imut ke dalam dekapannya.


__ADS_2