
Hampir 15 jam didalam pesawat, akhirnya pesawat yang Archie dan Ayahnya tumpangi siap mendarat.
Archie langsung menyalakan ponselnya ketika turun dari pesawat. Ia pun melihat ponselnya tak satupun ada pesan masuk dari Vania. Archie pun menghela nafas panjang.
“Sepertinya Vania benar-benar tidak merasa kehilangan aku. Aku terlalu banyak mengharapkan.” Batin Archie.
Archie dan Ayahnya meninggalkan bandara menggunakan supir yang di tugaskan untuk menjemputnya.
“Selamat siang Pak Pras, Pak Archie! Senang bertemu kembali.” Ucap supir yang menjemputnya.
“Siang juga Pak Dedy! Apa kabar?” jawab Archie, sedangkan Ayahnya hanya mengangguk karena fokus dengan berita-berita bisnis
“Ngomong-ngomong Pak Archie sama Pak Pras langsung ke kantor atau ke…?”
“Langsung ke kantor saja? Karena siang ini ada rapat untuk semua pemegang saham.” Ucap Pak Pras kepada Pak Dedy.
Belum sempat meneruskan pertanyaan, Pak Pras langsung memotongnya. Dedy mengangguk dan langsung membawa mereka berdua menuju kantor.
“Baik, Pak.” Jawab Dedy dengan sopan.
30 menit kemudian mobil mereka tiba di depan kantor. Archie dan Ayahnya turun dari mobil, keduanya langsung berjalan menuju ruang meeting.
“Archie…. Paman Pras....”
Seketika itu langkah Archie dan Ayahnya berhenti seketika. Archie dan Ayahnya menoleh ke arah suara tersebut.
“Nita…” batin Archie.
__ADS_1
Nita adalah gadis yang dulu pernah di jodohkan dengan Dhani anak pertama Pras. Karena Dhani menolak perjodohan dengan Nita, alhasil rahasia yang selama ini disembunyikan akhirnya terkuak saat itu juga.
Keluarga Nita tidak menerima dengan penolakan yang dilakukan oleh Dhani saat itu. Keluarga Nita meminta agar Pak Pras menggantikan dengan Archie. Dan saat itu Ayahnya juga meminta kepada Archie agar menggantikannya, dan saat itu juga Archie menolaknya.
Flashback on!!!
“Sudahlah! Kamu jangan jadi anak pembangkang seperti mas mu. Dengan cara seperti ini hubungan Ayah dan keluarga Nita akan baik-baik saja.” Ucap Ayah Pras dengan mata melotot.
“Tapi Yah, Archie masih belum ingin menikah. Archie sama Nita usianya terpaut jauh, Archie masih ingin selesaikan kuliah dulu, bahkan Archie bercita-cita ingin mengembangkan cafe di seluruh kota.” Berbagai alasan Archie lontarkan untuk menolak permintaan Ayahnya.
Mendengar alasan Archie membuat Ayahnya murka.
“Kalau kamu masih sama dengan mas mu untuk menjadi pembangkang, lebih baik kamu angkat kaki dari rumah ini. Dan mulai hari ini semua fasilitas dari Ayah untuk kamu saya hentikan semuanya.”
Dan pada saat itu Archie juga pergi meninggalkan rumahnya.
“Kenapa Ayah Pras mengajak Archie kemari. Bukankah hubungan mereka berdua tidak baik-baik.” Batin Nita
Mata Archie membelalak saat melihat wajah Nita yang ada di hadapannya.
----------
Seharian Archie fokus dengan pekerjaan. Sampai-sampai ia lupa memberi kabar kepada Vania.
Layar ponsel Archie tiba-tiba bergetar sehingga membuat konsentrasinya buyar. Archie tersenyum saat melihat nama pemanggil tersebut. Dan saat itu Archie langsung mengangkat dan berbicara.
“Halo sayang, aku sekarang masih ada rapat, nanti aku hubungi kamu oke.” Archie mengakhiri panggilan tersebut. Sambil tersenyum Archie langsung meletakkan benda pipi tersebut di atas meja dan kembali fokus dengan rapatnya.
__ADS_1
Sedangkan Vania yang ada di negara lain detak jantungnya berdegup kencang, napas seakan tidak percaya saat mendengar ucapan dari Archie.
Nita begitu penasaran dengan siapa Archie bicara, apalagi ia memanggil dengan sebutan sayang, apalagi wajah Archie nampak begitu senang.
Nita menghela nafas pelan, ia memutar otak agar semua rencana yang sudah ia susun rapih mungkin tidak berantakan lagi.
Setelah berlangsung dua jam, meeting di tutup dan mereka pun bubar. Jam sudah menunjukkan jam 5 sore bagian london. Archie yang ingin menghubungi Vania pun ia urungkan.
Tiba-tiba ponsel Archie bergetar ada notifikasi pesan masuk di ponselnya.
“Kenapa Om Archie belum menghubungi aku. Apa Om Archie belum selesai rapatnya?”
Saat melihat isi pesan tersebut, Archie tersenyum dan pamit kepada Ayahnya untuk menghubungi Vania.
“Archie, apa kita bisa bicara sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu.” Ucap Nita tiba-tiba menghalangi langkah kakinya Archie.
“Maaf, ada yang lebih penting dari apa yang akan kita bicarakan.” Balas Archie lalu pergi meninggalkan Nita. Sedangkan Ayahnya sudah berjanji tidak akan ikut campur urusannya. Sudah cukup ia menyesali perbuatannya dan pada akhirnya ia kehilangan putra pertamanya.
----------
Malam hari pun kembali menyapa, Vania masih memegang dadanya yang berdetak semakin kencang. Ia tak percaya dengan sikapnya yang berani mengirimkan pesan kepada Archie.
“Nona Vania belum tidur?” tanya Mbak Lastri saat melihat pintu kamar Vania terbuka.
“Iya Mbak. Aku sedang menunggu telepon dari Om Archie. Om Archie janji akan menghubungi ku setelah selesai meeting.” Ucap Vania dengan suara lirihnya.
“Tapi ini sudah malam nona. Besok nona Vania harus ke sekolah. Besok saja nona Vania menghubungi mas Archie lagi. Sapa tahu memang belum selesai meeting nya. Ucap Mbak Lastri
__ADS_1
Vania mengangguk dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Mbak Lastri pun menutup tubuhnya Vania dengan selimut tebal.