
"Panggil anak magang itu ke ruangan saya"
"Baik pak"
Asisten geri langsung menuju meja Riya dan memanggil nya
" Kamu segera ke ruangan pak direktur"
"Saya pak?" ucap riya sambil menunjuk dirinya sendiri
"iya,siapa lagi"
"ohh..baik pak"Riya langsung bergegas menuju ruangan pak direktur tersebut dan dalam hatinya dia bertanya tanya kenapa bapak itu manggil saya,dengan perasaan takut dan bimbang dia mencoba mengetuk pintu.
tok..tok..
"Masuk"
"Bapak manggil saya?"
"iy, silahkan duduk"
Bara yang menatap dirinya membuat ia canggung
"Kamu anak magang dari mana,alamatmu dimana?"
"Saya dari universitas Gudadarma pak,dan alamat saya di Jakarta selatan.......
"Umurmu berapa?"
"umur saya bulan November ini 21 tahun pak"
"Apa status mu?"
"status saya mahasiswi pak" jawab Riya dengan polos sementara bara menggeleng gelengkan kepalanya.Sebenarnya bukan sifatnya yang suka bertanya tanya seperti itu kepada orang lain apalagi itu cuman anak magang di kantornya tapi karna ingin mengetahui lebih dalam tentang wanita itu dia mencoba menurunkan gengsinya. Sembari bertanya dia membolak balikkan map yang dia baca.
"Bukan status itu maksud saya,apa kamu masih lajang?"
"ohh..iya,saya masih lajang pak,saya belom menikah"
"Punya pacar?"
Bara bertanya tanpa melihat wajah riya sementara riya heran akan pertanyaan pak direktur itu.
"Saya belom punya pacar pak"
"ohh,Yasuda kamu lanjutkan saja pekerjaanmu itu"
"Baik pak" Riya langsung berdiri dan meninggalkan ruangan itu sementara bara langsung menghela nafas dan meletakkan map yang dipengangnya.Dia pun berpikir bagaimana caranya dia mendekati wanita itu,
***
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore semua karyawan bergegas untuk pulang begitu juga dengan Riya,tetapi tiba tiba asisten geri datang
"Kamu jangan dulu pulang, selesaikan dulu tugas ini baru kamu pulang"
"Baik pak"
Geri langsung meletakkan setumpukan map di atas meja Riya dan pergi meninggalkan nya.
"Saya sudah menyuruhnya untuk mengerjakan tugas yang bapak suruh"
"Yasudah kamu boleh pulang duluan"
Jam sudah menunjukkan pukul 09.10 malam dan Riya sudah menyelesaikan tugas tugas tersebut dan seketika dia di kejutkan oleh suara yang datang dari belakangnya.
"Kamu belum pulang?"
ahkkk... astagfirullah
sambil memegang kepalanya dia berteriak karna terkejut
"Ohh ternyata bapak,saya kirain siapa"
"Kamu takut?"
"Lebih tepatnya terkejut sihh pak"
"Kenapa kamu belum pulang?"
" Saya baru selesai mengerjakan tugas saya pak"
"Trus kamu pulang naek apa?"
"Naek motor saya pak"
"Tidak baik seorang cewek pulang malam-malam sendirian,kamu saya antar pulang"sambil memasang muka sedikit cuek
"Ti...tidak usah pak"
Bara langsung menarik tangannya dan tidak peduli dengan penolakan wanita itu.Di parkiran Riya bertanya
"Pak,bagaimana dengan motor saya?"
"Motor kamu aman" sambil membuka pintu mobil dan menyuruh Riya masuk ke dalam.Di dalam perjalanan tiba-tiba suara perut Riya berbunyi
__ADS_1
krik..krikukk...
Seketika Riya langsung memegang perutnya agar tidak di dengar oleh bara tetapi bara tetap mendengarnya
"Kamu lapar?"
dengan wajah memerah Riya merasa malu dan tidak menjawab pertanyaan bara
Tak berapa lama bara menghentikan mobilnya disebuah tempat makan.
"Ayok turun"
Dengan ragu ragu dan sedikit canggung dia turun dari mobil.
"Mau makan apa? pesan aja,jam segini kamu belom makan nanti sakit gimana?"
Tanpa disadarinya kata kata itu keluar dari mulutnya,Riya yang mendengar perkataan bara langsung menatapnya dan bara yang udah sadar akan kata katanya memandang Riya dan akhirnya mereka tatap-tatapan dalam waktu sekejap.
***
"Makasih ya pak"
Riya langsung turun dari mobil itu,dan bara dengan sifat cueknya tidak menjawab ucapan terimakasih darinya.
"Kamu masuk duluan"
"Baik pak"
Setelah Riya masuk kedalam kos barulah bara menjalankan mobilnya dan pergi.
"Kamu kenapa pulang malam beb?"
"Habis nyelesaiin tugas tadi"
"ohhh.......,tapi gue ngak denger suara motorlu" Sandra bertanya sambil memasang wajah sedikit mengintai
"Motorku ditinggal di kantor"
"Trus lo pulang naek apa"
"Gue di antar sama pak direktur"
Sandra yang mendengarnya langsung terkejut
" Apa.....?
" Biasa aja kali"
" kok bisaa?"
"isss,seneng amat lu yaa?"
"Ngak tau juga sihh,tapi gue senang karna dapat perhatian dari bapak itu"
"Emang bapak itu kek mana? ganteng ngak? umurnya berapa?Udah punya pacar atau udah menikah?....."
"stttttt....Banyak amat pertanyaan lu"
"ya kan gue kepo"
" Yang jelas dia itu ganteng dan jauh lebih ganteng dari pak wira,kalo soal umur gue ngak tau tapi kayaknya dia masih muda dan soal pacar gue ngak tau,tapi ngak mungkin orang seganteng dan sekaya itu ngak punya pacar"
"iy juga sihh,apalagi dia seorang direktur pasti banyak yang suka Ama dia"
"ihhhh... banyak banget yang suka Ama bapak itu temen sekantor gue kalo ngobrol pasti gosipin bapak itu,tapi banyak yang bilang bapak itu belom punya pacar karna sifat cuek,dingin dan pemarahnya dan dia tidak terlalu merespon setiap cewek yang menyapanya"
"wahhh, berarti lu beruntung banget bapak itu mau nganterin lu"
" iya sihh,tapi yaudahla ngak mungkin juga dia suka Ama gue"
" ngak menutup kemungkinan beb"
"udah udah yok tidur"
" oke la"
Jam sudah menunjukkan pukul 01.30 malam tetapi riya belom bisa tidur,dia masih saja memikirkan bara sementara bara juga sebaliknya,dia tidak bisa tidur dan masih memikirkan Riya
Apa gue chat aja yaa? tanya bara pada dirinya sendiri sambil memegang ponselnya
tring...tring... ponsel Riya bergetar dan dia langsung membuka ponselnya ternyata itu pesan dari bara,dia langsung membuka pesan itu
" Apa kamu udah tidur?"
"Belum pak" Riya langsung membalas pesan itu
"Kenapa kamu belum tidur,udah jam berapa ini besok kamu masih harus ke kantor"
"Saya tidak bisa tidur pak"
"Pejamkan saja matamu nanti akan tertidur sendiri"
"Baik pak"
***
__ADS_1
Semakin lama mereka semakin dekat dan tidak terasa masa magang Riya di kantor tersebut sudah habis.
"Temui saya di ruangan saya" bara mengirim pesan ke Riya
"Baik pak"
tok..tok..
"Masuk"
"Ada apa ya pak?"
"Apa ini hari terakhir mu di kantor ini?"
"Iya pak,ini hari terakhir saya"
"Nanti kalo kita ketemu di luaran kamu jangan panggil saya dengan bapak,kamu panggil saya dengan nama saya saja"
" Baik pak"
"Yasuda kamu boleh pergi nanti saya akan kasih nilai kamu dengan nilai bagus"
"Terimakasih pak"
Riya sangat senang mendengarnya dan keesokan harinya ia kembali ke kampus dan menyerahkan tugas magangnya.
"Wahhh.. nilai Lo bagus banget ri"
"iya nilai Lo bagus. banget, apa yang punya perusahaan itu baik yaa?"
Teman - temannya sangat kagum dengan nilainya
"iya,yang punya perusahaan itu baik banget makanya gue dapat nilai bagus"
***
dring...dring...
Ponsel Riya berdering dan itu panggilan telpon dari Bara
"Halo"
"halo"
"Gimana dengan nilainya?"
"Nilainya sangat memuaskan" Riya tidak sadar karna rasa senangnya dan bara yang mendengarnya merasa senang
"Makasih ya pak,bapak baik banget"
"Saya sudah bilang kalo urusan magangmu sudah selesai kamu saya larang manggil saya dengan sebutan bapak"
"ohh iya,saya lupa maaf yaa pa..ehh Bar"
"Iya ngakpapa"
"Ta..tapi saya canggung manggil dengan sebutan nama"
"Kalo kamu canggung manggil saya dengan nama saya kamu boleh manggil saya dengan sebutan sayang"
Riya yang mendengarnya spontan berkata
"hahh....???"
Bara hanya tertawa kecil mendengar riya,
"Saya hanya becanda tapi kalo kamu nganggapnya serius juga tidak apa apa"
Riya hanya bisa diam dan tidak tahu mau berbicara apa
"Apa besok kamu sibuk?"
"Ti..tidak,saya besok cuman di kos"
"Yasudah,besok temui saya di cafe x bisa??"
"Bisa"
" oohhiya,kita berbicara formal saja,apa kamu masih merasa canngung dengan saya?"
"sedikit sihh"
"Hilangkan rasa canggungmu itu"
"iya"
"yasudah tidur sana,udah jam berapa ini"
"iya"
Bara mematikan telponnya,dia mencari cari waktu yang pas untuk mengutarakan isi hatinya ,apa besok waktu yang pas?Apakah Riya dapat menerima isi hatinya? pertanyaan-pertanyaan itu ada di pikirannya dan dia merasa deg dekan.
"Kamu udah dimana?"
"Ini udah di jalan menuju cafe"
__ADS_1