
Tiga hari kemudian Archie dan Vania kembali dari Bali. Awalnya Archie ingin honeymoon selama satu minggu, tapi Vania merengek ingin pulang karena hari kedua Archie telah melakukan kesalahan hingga membuat Vania marah dan mendiaminya.
“Hari ini aku ingin tidur di rumahku mas. Aku tidak mau tidur di apartemen.” Ujar Vania saat turun dari pesawat.
Karena tidak ingin membuat istrinya marah dan mendiaminya lagi, Archie langsung mengiyakan permintaan istrinya untuk tidur di rumahnya.
“Iya sayang, malam ini kita tidur di rumah kamu.” Jawab Archie.
Tiga puluh menit kemudian mereka berdua tiba di depan halaman rumah Vania. Vania tersenyum senang saat melihat tokonya ramai pengunjung.
Mbak Lastri yang melihat kedatangan Vania dan Archie langsung menyambut dengan senang.
“Bu, apa setiap hari tokonya ramai seperti itu?” tanya Vania sambil jarinya menunjuk ke arah toko.
“Alhamdulillah setiap hari tokonya ramai seperti sekarang ini.” Jawab mbak Lastri.
“Bukannya nona Vania dan mas Archie ke Bali seminggu? Ini baru tiga hari kok sudah balik?” tanya Mbak Lastri saat Vania duduk dengan wajah pucat.
“Dia sudah gak sabar menunggu hari minggu mbak.” Tukas Archie membuat mbak Lastri bertanya kenapa nona muda tidar sabar menunggu hari Minggu.
“Memangnya ada apa dengan hari minggu mas?” tanya mbak Lastri balik.
“Apa mbak Lastri tidak tahu kalau hari minggu Rey akan melamar Imut mbak.” Jawab Archie tersenyum.
Mbak Lastri langsung menggelengkan kepala. Ia benar-benar tidak tahu kalau putrinya sudah ada yang melamarnya.
“Mungkin mbak Imut masih belum ada waktu untuk mengatakan ini semuanya mbak.” Jawab Archie sedangkan Vania sejak tadi hanya diam karena kepalanya sejak tadi cenat cenut.
“Nona Vania dan mas Archie sudah makan siang belum? Kalau belum biar mbak siapkan.” Ucap mbak Lastri.
__ADS_1
“Belum mbak, dari bandara kita tadi langsung kemari, belum sempat mampir untuk makan siang.” Jawab Archie.
“Ya sudah, biar mbak buatkan makanan untuk kalian berdua. Mas Archie bawa nona Vania ke kamar untuk istirahat, sepertinya nona Vania kecapekan. Nanti kalau sudah siap mbak panggil.” Mbak Lastri langsung beranjak ke dapur.
Archie langsung mengajak Vania masuk kamarnya.
------------
Pukul setengah dua siang Vania terbangun karena perutnya merasa mual. Vania turun dari ranjang dan berlari masuk ke kamar mandi.
“Huek...huek...”
Archie yang mendengar suara orang muntah-muntah pun membuka mata. Archie terkejut saat melihat Vania keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat sambil memegang perut pun langsung turun dari ranjang.
“Kamu sakit?” tanya Archie sambil menuntun Vania ke ranjang.
Vania mengangguk.
“Kita ke dokter ya? Mas gak tega kalau liat kamu meringis kesakitan seperti ini.” Ucap Archie.
Vania mengangguk menyetujui ajakan suaminya untuk pergi ke dokter.
“Kamu ganti baju dulu, mas ambilkan makan dulu baru kita ke dokter.” Ucap Archie sambil membelai wajah Vania yang terlihat begitu pucat.
Archie keluar kamar mengambilkan makan dan minum. Sedangkan Vania kakinya di selonjoran dan tangannya mengusap perutnya yang sakit.
“Mbak minta tolong siapkan air putih hangat, sekalian makan siang buat Vania.” Ucap Archie saat melihat Mbak Lastri sedang di dapur.
----------
__ADS_1
Archie dan Vania nampak bersiap-siap menuju rumah sakit. Archie sudah menghubungi Dokter Ayu untuk memeriksa istrinya. Mengingat Vania punya riwayat sesak dan mimisan.
Setibanya di rumah sakit Pelita Bunda Archie sedang mengamati bagaimana dokter Ayu sedang memeriksa Vania. Dokter Ayu tersenyum sedangkan Archie bingung kenapa dokter Ayu tiba-tiba tersenyum.
“Sepertinya istri mu hamil Ar? Untuk memastikan hamil atau tidaknya di lihat bulan depannya.” Ucap dokter Ayu.
Archie dan Vania begitu terkejut saat mendengar ucapan dokter Ayu.
“Kamu hamil sayang.” Ucap Archie dengan mata berkaca-kaca sedangkan Vania tersenyum senang karena bahagia.
“Banyak istirahat ya Bu! Bulan depan kalau mau periksa dan memastikan langsung saja ke dokter kandungan.” Ucap dokter Ayu.
“Apa istriku akan baik-baik saja selama dua hamil Yu?” tanya Archie.
“Insya Allah baik-baik saja, kalau bisa istirahat total.” Ucap dokter Ayu.
-----------
Archie yang melihat Vania tertidur pun mengulas senyum.
“Terima kasih sayang karena di dalam perutmu ada buah cinta kita berdua. Sehat-sehat terus ya sayang, jangan buat mama susah, papa mencintai kalian berdua.” Ucap Archie pelan sambil mengusap perut Vania yang masih rata.
Archie langsung menggendong Vania ala bridal style menuju kamarnya. Mbak Lastri yang melihat kedua majikannya datang pun membantu membuka pintu kamarnya.
“Gimana keadaan nona Vania mas?” tanya Lastri khawatir.
“Dia sedang hamil mbak, untuk pastinya kita tunggu bulan depannya.” Jawab Archie. Mbak Lastri menangis senang saat mendengarnya.
“Alhamdulilah, semoga nona Vania dan bayinya sehat-sehat terus.” Ucap mbak Lastri.
__ADS_1
Dengan hati-hati Archie membaringkan tubuh Vania di atas ranjang. Mbak Lastri membantu melepaskan sepatu yang di pakai Vania. Meskipun di dalam kamar masih ada mbak Lastri Archie mengecup bibir Vania.
“Ya ampun mas...” gumam mbak Lastri dalam hati lalu keluar meninggalkan kamar Vania sambil menggelengkan kepala.