
Archie kini berada di ruang kerjanya. Matanya menatap foto Vania saat hamil si kembar. Namun pikirannya tertuju pada kedua anaknya yang hari ini benar-benar dibuat sedih oleh dia sendiri.
“Gimana caranya agar si kembar semakin tidak salah faham. Aku secepatnya harus meluruskan atau si kembar akan semakin marah dan menganggap kalau papinya jahat dan tidak menyayangi nya lagi. Papi sangat mencintai almarhum bundamu sayang dan sangat sayang sama kalian berdua.”
Archie bangkit dari tempat duduknya. Ia pun hendak akan keluar dari ruang kerjanya. Tiba-tiba pintu ruang kerja ada yang mengetuknya.
“Papi. Apa kita berdua boleh masuk?” tanya Aine dan Aswin barengan yang berdiri di depan pintu ruang kerjanya.
“Iya sayang. Masuklah.” Archie menjawabnya dengan begitu lembut selembut kapas.
“Apa papi sibuk?” tanya Aine saat melihat papinya. Archie menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis.
“Papi tidak sibuk. Hanya ada sedikit pekerjaan yang harus papi selesaikan hari ini, karena harus dibawah om Rey keluar kota besok lusa. Ngomong-ngomong ada apa kesayangan papi mencari papi. Apa sudah tidak marah lagi sama papi hem?”
Aswin menatap kakaknya. Aine pun mengangguk menyetujui apa yang akan Aswin sampaikan kepada papinya.
“Pi, sebenarnya kedatangan kita ada permintaan yang harus papi kabulkan.”
Archie mengernyitkan dahinya sambil menatap kedua anaknya bergantian.
“Aswin sama kak Aine tidak ingin tante Patricia menggantikan bunda. Kita ingin aunty Anum yang menjadi bunda kita.”
Archie terhenyak. Ia tidak percaya apa yang di dengar. Perlahan Archie mendekat ke arah si kembar lalu memeluknya.
“Apa aunty Anum mau menikah dengan papi?” tanya Archie. Aswin dan Aine diam. Mereka menggelengkan kepala.
__ADS_1
“Aine sama Aswin tidak tahu Pi. Apakah aunty Anum mau menikah sama papi.” Jawab Aine bersedih.
Tidak lama kemudian Anum mengetuk ruang kerja untuk mencari si kembar. Dan terlihat Archie membuka pintunya.
Si kembar tiba-tiba menghamburkan pelukannya dengan Anum sambil menangis. Anum yang masih berdiri di depan pun terkejut dengan perlakuan si kembar, apalagi di depan papinya.
“Sayangnya aunty kenapa menangis? Apalagi pakek peluk-peluk segala?”tanya Anum sambil membalas pelukan si kembar.
“Aunty mau kan jadi bunda kita? Aunty mau kan nikah sama papi.” Ucap Aswin.
Deg….
“Ada apa dengan si kembar? Kenapa tiba-tiba si kembar meminta aku untuk menjadi bundanya. Si kembar meminta aku untuk menikah dengan papinya. Oh Tuhan, ada apa dengan si kembar.” Batin Anum.
Archie tercengang mendengar jawaban Anum. “Benar kata aunty Anum. Kita harus segera pergi. Kita tidak boleh telat.” Archie pun menimpalinya.
Anum langsung membawa si kembar untuk beranjak dari depan ruang kerja. Anum berjalan sambil menunduk.
“Num…” panggil Archie. Dan seketika itu Anum meminta si kembar untuk masuk kedalam kamarnya. Anum menghela nafas setelah itu Anum menoleh kebelakang. Jantung Anum berdetak kencang saat bertatapan dengan Archie.
‘Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak kencang saat bertatapan dengan pak Archie.”
“Num, maaf kalau permintaan si kembar membuat tidak nyaman.”
“Tuan tenang saja. Saya akan memikirkan atas permintaan si kembar tanpa menyakiti perasaan si kembar.”
__ADS_1
Archie terdiam. Bingung dan merasa tidak enak dengan Anum. Lima tahun bekerja dengannya membuat si kembar sangat dekat dengan Anum. Bahkan, selama lima tahun Anum sangat peduli dan menyayangi si kembar.
“Kalau tuan sudah tidak ada yang dibicarakan lagi. Saya permisi dulu. Si kembar pasti menunggu saya dan saya harus membantu si kembar untuk siap-siap.”
Archie mengangguk. Anum langsung berjalan menuju kamar si kembar dengan perasaan yang sulit untuk di jelaskan. Sesak, sedih, kecewa sudah menjadi satu.
Saat tiba di kamar si kembar, Anum mendapati si kembar sudah selesai memakai baju. Anum cepat-cepat membantu Aine menyisir dan mengikat rambut.
“Apa tadi pagi mengatakan kalau papi akan menikahi aunty?” tanya Aine.
Anum tersenyum dan mencium pipi Aine dengan gemas karena usianya yang terbilang masih kecil sudah faham urusan orang dewasa.
“Aunty, apa mainan yang kemarin kita beli untuk Arjuna sudah di bawa?” tanya Aswin. Anum mengangguk.
“Ayo kita berangkat, sepertinya papi sudah menunggu kita di bawah.” Ajak Anum pada si kembar.
-----------
Perjalanan mereka memakan waktu sekitar satu jam. Panti asuhan yang akan Archie datangi adalah panti asuhan yang letaknya berada di pinggiran kota. Namun, karena kedatangannya ke panti tersebut di sambut senang oleh si kembar pun membuat Archie ikut senang. Archie selalu membawa kedua anaknya untuk selalu berbagi.
Saat tiba di panti asuhan. Semuanya langsung turun dari mobil. Archie langsung membawa Anum dan si kembar untuk masuk kedalam panti asuhan. Semua pengurus panti asuhan dan anak-anak menyambut kedatangan mereka dengan ramah tama. Aswin dan Aine sangat senang karena Arjuna juga ikut menyambut kedatangannya.
Anum dan Archie tersenyum ketika melihat si kembar begitu tertawa lebar saat bersama Arjuna dan anak panti yang lainnya. Pengurus panti asuhan pun membawa mereka masuk ke dalam karena sebentar lagi acara akan di mulai.
Saat Archie memberikan sambutan kepada anak-anak panti dan lainnya. Mereka begitu antusias mendengarkan. Anum menundukkan wajahnya karena merasa di tatap
__ADS_1