
Hari berganti hari, kini tiba pada hari di mana Archie membawa kedua anaknya beserta Arjuna untuk liburan di kota M.
Ya, ini adalah kedua kalinya Archie mengajak kedua anaknya ke kota M. Sedangkan Arjuna ini yang pertama kalinya.
Hari ini udara kota M terasa lebih dingin dari biasanya. Kayla sudah siap untuk berangkat sekolah pun segera pamit.
“Buk, Kay berangkat dulu.” Pamit Kayla lalu salim mencium telapak tangan ibunya.
“Kay, sepulang sekolah langsung pulang ya? Jangan pergi kemana-kemana. Ibu butuh bantuan Kay buat bantu nyiapin masakan untuk keluarga Pak Archie.” Ucap ibunya.
“Iya Bu. Hari ini Kayla pulang sekolah jam 11.” Ucap Kayla.
“Ya sudah kalau begitu. Kamu hati-hati ya kalau bawa sepedanya.” Pesan ibunya. Kayla pun mengangguk.
“Siap Bu. Kalau begitu Kay berangkat sekolah. Assalamualaikum.” Ucap Kayla senyum-senyum.
“Waalaikumsalam.” Balas ibunya.
Melihat Kayla yang tiba-tiba menurut membuat Imut menggelengkan kepala. Sedangkan Kayla senyum-senyum sendiri saat mengayun sepeda.
Sedangkan di tempat lain, Arjuna tiba di kediaman Archie. Kebetulan hari ini Aswin meminta Arjuna datang lebih awal agar dapat membantu dirinya untuk mengecek surat surat yang akan ia bawa. Karena setelah selesai liburan esok harinya Aswin terbang ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya.
__ADS_1
“Kak Arjun, apa sudah lengkap semua?” tanya Aswin.
“Iya tuan, apa perlu saya kirim semuanya hari ini?” tanya Arjuna.
‘’Tidak kak, semua pendaftaran sudah dari sekolah. Mungkin registrasi ulang saja setelah kita tiba di Amerika.” Jawab Aswin sambil memasukan ke dalam koper. Arjuna mengangguk.
Beberapa menit kemudian seorang asisten rumah tangga mengetuk pintu kamar Aswin.
“Tuan muda, mas Arjuna bapak sudah meminta kalian untuk turun.” Ucapnya sambil menundukkan kepala.
“Iya mba, terima kasih.” Jawab Aswin dan Arjuna berbarengan.
Tanpa sadar Aine tersenyum saat melihat Arjuna turun dari tangga bersama Aswin.
Deg…
Jantung Aine berdetak semakin kencang saat kedua matanya bertatapan dengan Arjuna. Aine langsung menunduk. Arjuna yang melihat Aine menunduk pun tersenyum.
---------
“Minggir minggir.” Teriak Kayla sambil mengayun sepedanya.
__ADS_1
Semua orang yang mendengar teriakkan Kayla pun menggelengkan kepala. Sikap Kayla jauh dari gadis yang lemah lembut.
Kayla langsung meletakkan sepedanya lalu mengucapkan salam saat masuk kedalam sambil mencari keberadaan ibunya.
“Assalamualaikum, Kay pulang, Bu.” Ucap Kay sambil mencari keberadaan ibunya. Namun yang di cari tak nampak. Kayla masuk ke kamar meletakkan tas lalu membersihkan tubuhnya.
Ceklek
Anum membuka pintu kamar Kayla. Dan saat itu Kayla juga keluar dari kamar mandi.
“Ibu dari mana?” tanya Kayla sambil mengusahakan handuk pada rambutnya yang basah.
“Ibu dari beli bahan kebutuhan dapur. Kalau kamu sudah selesai. Tolong kamu temani mbak Ajeng buat bersihkan semua kamar. Dan jangan lupa ganti sprei nya.” Ucap Anum.
“Iya Bu.” Jawab Kayla.
Pekerjaan Anum sangat terbantu oleh Ajeng dan Kayla yang hari ini pulang sekolah lebih awal. Kayla dan mbak Ajeng langsung membersihkan kamar satu per satu hingga empat kamar selesai.
Tiba-tiba Kayla membayangkan wajah Aswin dingin saat menatapnya dan hangat saat bersama ibunya.
Diam diam Kayla selalu menanyakan kepada ibunya. Entah mengapa Kayla takut saat melihat Aswin berada di villa ini
__ADS_1