
Enam bulan berlalu…
Selesai makan malam, Arjuna membawa Aswin dan Darwin duduk duduk di balkon hanya sekedar ngobrol. Aswin begitu gemas saat mengingat wajah Kayla. Aswin sebenarnya ingin pulang ke negaranya agar bisa mencubit pipi Kayla.
“Ada apa mas. Sepertinya kamu lagi kasmaran?” tanya Darwin yang begitu penasaran kenapa Aswin senyum-senyum sendiri.
“Mas Darwin ingin tahu atau ingin tahu bangettt?” Jawab Aswin sambil tersenyum.
“Apa gadis kecilmu yang sudah membuat mu senyum-senyum sendiri?” Tanya Arjuna, Aswin pun tersenyum karena tebakan Arjuna benar.
“Gadis kecil? Jangan-jangan mas Aswin jadi pedofil?” tanya Darwin.
Arjuna yang mendengarnya pun langsung memukul lengan nya.
Aswin terdiam karena apa yang di katakan oleh Darwin benar.
“Entahlah, rasanya aku senang melihat dia yang ketakutan saat melihat aku di hadapannya. Aku selalu merindukannya.” Ucap Aswin.
“Semoga kamu merindukan dia selayaknya seorang kakak pada adiknya.” Ucap Darwin.
Aswin masih ragu dengan perasaannya. Semakin teringat wajahnya yang menggemaskan itu membuat Aswin senyum-senyum sendiri.
“Kalau sudah tidak ada yang di obrolkan lagi, ayo kita kembali ke kamar masing-masing. Besok pagi kita harus bangun lebih awal.” Ucap Arjuna sambil menepuk pundak Darwin.
Tak ada jawaban dari Aswin, Arjuna langsung membawa Darwin keluar dari kamar Aswin.
“Lho, kalian berdua mau kemana?” Tanya Aswin saat melihat Arjuna dan Darwin melangkah pergi dari kamarnya.
Aswin menghentikan langkah Arjuna dan Darwin.
“Mas Aswin, jangan terlalu memikirkannya. Kelak klo jodoh sampai kapanpun akan bertemu lagi.” Ucap Darwin memberikan nasehatnya.
Aswin mengangguk.
“Sudah malam. Istirahatlah.! Ingat, besok pagi kita harus bangun pagi.” Ucap Darwin.
Arjuna dan Darwin berjalan keluar kamar Aswin.
Arjuna menghentikan langkahnya, lalu berbalik ke arah Aswin.
“Tuan muda, sepertinya papi anda tadi menanyakan kabar tuan muda. Dua minggu lagi papi anda akan kemari karena ada urusan pekerjaan. Jika, di hari liburan datang silahkan tuan muda pulang ke Indonesia.” Ucap Arjuna
Aswin mengangguk. Arjuna kembali berjalan menuju kamarnya. Aswin langsung mengunci kamarnya.
Pagi harinya…
Aswin, Arjuna dan Darwin siap untuk pergi ke kampus. Sebelum berangkat mereka bertiga duduk di meja makan. Selesai sarapan mereka bertiga langsung pergi kampusnya. Mereka bertiga menggunakan mobil milik Darwin.
Sesampainya di kampus, mereka bertiga langsung berpisah karena mereka tidak satu jurusan.
__ADS_1
Saat Aswin berjalan menuju kelasnya Aswin berpapasan dengan Sania.
Aswin memasuki kelasnya, di dalam kelas ternyata sudah ada dosen yang sudah siap memberikan mata kuliahnya. Aswin mengambil tempat duduk di tengah.
“Selamat pagi semuanya.” ucap dosen yang hendak masuk ke dalam kelasnya.
"Selamat pagi, Pak." Jawab semuanya.
Tiba-tiba ada dua gadis cantik berlarian masuk kedalam kelas, dan seketika itu semua siswa siswi hening seketika.
"Permisi, apa boleh saya duduk di sini." ucap gadis itu sambil menunjuk bangku kosong.
"Hem..." gumam Aswin lalu menggeser badannya.
Kedua gadis cantik itu langsung duduk. Aswin masih terdiam tanpa menoleh ke sampingnya.
Pelajaran pertama dari dosen sudah diberikan, bahkan penjelasan dalam menerangkan materi pun ia jelaskan begitu jelas, hingga semua siswa siswi faham.
Aswin yang sejak tadi tidak nyaman pun kurang faham dengan materi yang diberikan oleh dosen pertama.
"Karena sudah tidak ada yang di tanyakan, saya lanjutkan dengan pelajaran yang kedua." ucap dosennya.
Aswin pun mengangkat tangan ke atas.
"Maaf, Pak. Mohon dijelaskan kembali di halaman 32 bagian A." ucap Aswin.
"Gimana? Apa masih ada yang kurang faham?" tanya dosen tersebut kepada Aswin.
"Sudah, Pak! terima kasih atas penjelasannya." jawab Aswin.
Selesai menjelaskan kembali, maka selesai pula mengajar, dosen tersebut langsung keluar dari kelas.
"Hai, boleh berkenalan?" tanya gadis cantik yang tak lain namanya Marisa.
Aswin pun langsung memasang wajah dinginnya. Ia menatap gadis itu dengan tatapan dinginnya,
"Maaf kalau saya sudah lancang." ucap Marisa ketakutan seketika itu Aswin mengingat Kayla.
Aswin berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan cepat untuk menghindari Marisa.
Arjuna yang melihat Aswin keluar kelas dengan terburu-buru pun langsung dihentikan.
"Tuan muda Aswin."
Aswin langsung menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya.
"Sttt...!!! Kenapa kamu panggil tuan muda." ucap Aswin sambil tengok kiri dan kanan, siapa tahu ada yang mendengarnya.
"Apa ada sesuatu hingga membuat tuan muda Aswin keluar kelas dengan terburu-buru?" tanya Arjuna penasaran.
__ADS_1
Aswin mengangguk.
"Kenapa? Tuan muda bisa bilang sama saya." ucap Arjuna.
Aswin tidak percaya melihat sosok Kayla ada pada gadis lain.
"Aku benar-benar merindukan gadis kecilku." ucap Aswin. Arjuna yang mendengarnya pun terkejut.
Arjuna langsung merangkul pundak Aswin. Arjuna membawa Aswin duduk di tempat yang sepi.
"Duduklah dan hubungi gadis kecilmu. Jangan gara-gara rindumu pada gadis kecil mu membuat tuan muda tidak fokus menimbah ilmu. Tuan muda harus ingat, enam bulan lagi saya sudah tidak bisa menemani tuan muda di sini lagi. Jadi, saya mohon kepada tuan muda selama di negara A ini tuan muda fokus agar lulus dengan cepat dan bisa kembali ke negara I." ucap Arjuna.
Aswin pun mendengar apa yang diucapkan oleh Arjuna semuanya itu benar.
-----
Siang harinya, Aswin dan Arjuna menuju cafe yang letaknya tidak jauh dari kampusnya. Namun, sebelum itu Arjuna dan Aswin sholat dhuhur terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian Arjuna dan Aswin kembali menuju cafe. Aswin yang melihat keberadaan Marisa bersama teman-temannya pun ia menghentikan langkah Arjuna.
"Mas Jun kita cari cafe yang lain saja." ucap Aswin.
"Kenapa? Ini kan cafe favorit kita." balas Arjuna.
"Enggak apa-apa mas, kita pergi saja dari sini." ucap Aswin.
Marisa yang melihat Aswin berbalik arah dan tidak jadi masuk ke cafe. Fik Marisa merasa kalau laki-laki yang ia tabrak dua hari yang lalu terus menghindarinya. Hingga di dalam otaknya Marisa ingin merencanakan sesuatu pada Aswin. Marisa tersenyum sinis teringat penolakan dari Aswin
"Jangan pernah panggil namaku Marisa jika dalam seminggu ini aku tidak bisa mendapatkan cintamu. Hanya kamu laki-laki yang sudah menolak ku mentah-mentah." batin Marisa.
Kini Arjuna dan Aswin tiba di pent house milik Aswin. beberapa menit kemudian terdengar suara bel pintu.
Arjuna beranjak untuk membuka pintunya.
Ceklek...
Arjuna membuka pintu dan melihat Darwin bersama wanita yang Aswin tidak suka. Arjuna melihat penampilan wanita yang saat ini bersama Darwin pun merasa tidak nyaman.
"Hai, mas!! Kamu kok bengong saja? Ayo masuk." ucap Darwin.
Arjuna langsung menutup sedikit pintu agar Darwin tidak masuk.
"Lebih baik kita di lobby bawa saja?" ajak Arjuna. Lalu mengunci pintunya.
"Kenapa harus di lobby mas? Kan aku jadi gak enak sama Marisa. Dia itu kemari ingin meminta maaf sama Aswin mas." ucap Darwin lirih.
"Kamu lupa ya kalau kesepakatan kita bertiga itu apa?" ucap Arjuna mengingatkan.
Darwin mengangguk lalu membawa Marisa ke lobby.
__ADS_1