Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 92 : AV Company


__ADS_3

Archie senyum-senyum sendiri saat mengingat waktu bersama Vania di taman hiburan.


“Mas…” Archie menoleh mendapati istrinya ada di depannya.


“Sudah jam setengah tujuh. Apa mas tidak siap-siap untuk pergi ke kantor.” Vania pun mengingatkan suaminya.


“Iya sayang. Ini sudah selesai.” Balas Archie sambil menutup laptopnya.


“Ayo...” Archie mengajak Vania.


Vania mengangguk. Dia menerima uluran tangan suaminya. Mengikuti suaminya yang akan membawanya masuk ke kamar.


Pembukaan kantor PT AV Company berjalan dengan lancar. Semua produk yang mereka keluarkan menjadi daya tarik setiap konsumen yang datang. Vania yang sudah kelelahan akhirnya memilih kembali ke ruang kerja Archie.


Beberapa menit kemudian, Archie menyerahkan semua tugasnya kepada asisten Rey. Archie langsung beranjak pergi menuju ruang kerjanya untuk melihat istrinya.


Sesampainya di ruang kerjanya, Archie membuka pintu dengan pelan-pelan, dikhawatirkan Vania tidur, Archie masuk sambil membawa makanan. Archie meletakkan paper bag di atas meja dan masuk ke dalam kamar mandi.


Tak butuh waktu lama Archie keluar dari kamar mandi. Archie tersenyum saat melihat istrinya sudah membuka semua makanan yang ada dalam paper bag tersebut.


“Sepertinya istri dan kedua anak Ayah sudah kelaparan ya?” ucap Archie mendekat.


“Iya Ayah.” Jawab Vania singkat.


“Maafkan Ayah ya sayang.” Ucap Archie sambil mengusap perut Vania. Vania pun mengangguk.


“Apa acaranya sudah selesai mas?” tanya Vania.


“Alhamdulilah sudah sayang, makanya mas cepat-cepat kemari, kepikiran kamu yang belum makan. Ayo sayang sekarang kita makan setelah itu kita pulang.” Ucap Archie dengan lembut.


----------

__ADS_1


Trrt trrt


Getaran dari ponsel yang ada di dalam tas Vania membuat Vania cepat-cepat mengambilnya. Mimik wajahnya terlihat begitu senang saat melihat nama yang ada di layar ponselnya.


“Siapa sayang?” tanya Archie sambil melirik sekilas.


“Bunda Vely mas.” Jawab Vania.


“Kamu angkat saja?” Titah Archie kepada Vania.


Vania langsung menggeser tombol hijau.


“Assalamualaikum Van?” sapa Bunda Vely dari kota lain.


“Waalaikumsalam Bund!” jawab Vania.


“Vania sekarang lagi sama Archie kah?” tanya Bunda Vely lagi. Vania langsung mengangguk meskipun tidak terlihat.


“Iya Bund! Mas Archie lagi nyetir.” Ucap Vania memberitahu.


“Iya sayang, apa boleh Bunda bicara sebentar sama suami mu?” tanya Bunda Vely diseberang.


Vania menatap wajah suaminya yang sedang fokus menyetir.


“Mas, bunda Vely mau bicara.” Ucap Vania sambil menyodorkan ponselnya.


“Kak, lima belas menit lagi aku telpon ya.” Ucap Archie.


----------


Tiba di rumah…

__ADS_1


Archie dan Vania langsung masuk, dan di sambut oleh mbak Lastri di depan pintu.


“Selamat malam mas nona!” sapa mbak Lastri. Archie dan Vania pun membalas barengan.


“Sayang, mas tinggal ke ruang kerja ya. Mas mau telpon kak Vely. Kalau kamu mau tidur langsung saja gak usa nunggu mas.” Ucap Archie lalu pergi menuju ruang kerjanya.


“Maaf nona! Apa perlu saya siapkan makan malam?” tanya mbak Lastri.


“Tidak usah Bu! Kita berdua sudah makan malam sebelum kita pulang. Ibu sekarang istirahat saja.” Ucap Vania.


“Kalau begitu saya permisi ke belakang.” Ucap mbak Lastri lalu berjalan menuju kamar tidurnya.


Vania pun segera masuk kamar untuk mengganti baju rumahan dan ia pun segera membaringkan tubuhnya yang sudah mulai lelah.


Archie yang sedang teleponan dengan kakaknya pun hanya mendengarkan apa yang kakaknya sampaikan.


Archie tersenyum dan tertawa kecil yang tiba-tiba mendengar suara Widia yang merengek aga Archie membujuk orang tuanya agar tidak menjodohkan dirinya dengan anak kerabatnya.


“Kalau perjodohan kamu dengan Putra kerabat kak Sony itu baik kenapa tidak kamu terima saja.” Ucap Archie dengan lembut.


Widia pun tidak bisa berkata apa-apa saat pamannya berkata seperti itu.


“Ya sudah kalau semuanya mendukung program perjodohan ku ini. Dan, apalah daya aku tidak bisa menolak.” Ucap Widia pasrah yang berada di seberang sana.


“Aku yakin Bunda dan Ayahmu tidak akan pernah salah menjodohkan putrinya dengan laki-laki yang tidak ia kenal. Paman yakin kamu akan bahagia dengan Putra.” Ucap Archie dan di angguk i Widia meskipun Archie tidak melihatnya.


Tak terasa hampir dua jam Archie bicara dengan kakak dan keponakannya. Archie langsung pamit untuk mengakhirinya.


Setelah mematikan ponselnya Archie segera keluar dari ruang kerja lalu masuk ke dalam kamar. Archie terkejut saat melihat istrinya belum tidur.


“Apa yang terjadi sama Bunda? Kenapa lama sekali teleponan nya?” tanya Vania sambil mengusap perutnya yang sejak tadi suka nendang-nendang.

__ADS_1


“Tidak terjadi apa-apa sama kak Vely! Hanya saja kak Vely meminta mas agar bicara dan memberi nasehat pada Widia untuk menerima perjodohannya dengan Putra kerabatnya.” Ucap Archie lalu mencium kening Vania dan membantu Vania membaringkan di tempat tidur.


Archie langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan beberapa menit kemudian Archie keluar dari kamar mandi dan sudah memakai baju piyamanya. Archie pun naik ke ranjang lalu memeluk Vania dari belakang.


__ADS_2