
Pagi itu Vania mengajak Mbak Lastri melihat rumah yang akan mereka tempati. Model rumahnya terlihat sangat sederhana dan yang penting tempatnya juga strategis untuk jualan onlinenya.
Selesai melihat-lihat isi dalam rumah. Mereka berdua duduk di depan teras sambil minum air putih dan roti yang mereka beli di swalayan terdekat.
“Gimana menurut Mbak Lastri?” tanya Vania.
“Bagus nona rumahnya. Rumahnya juga tidak jauh dari pasar.” Ucap Mbak Lastri.
“Syukur Alhamdulillah kalau Mbak Lastri suka dengan rumah ini. Secepatnya kita akan pindah kemari karena sebentar kuliahku juga sudah masuk. Jadi, sebelum kuliah masuk aku sudah membuka toko offline.” ucap Vania.
“Apa nona Vania juga butuh seorang karyawan?” tanya Mbak Lastri.
“Iya Mbak. Apa kira-kira Mbak Lastri ada rekomendasi seseorang yang mau bekerja di toko saya ini dengan gaji tidak seberapa besar?” Tanya Vania.
“Kalau tidak keberatan apa anak saya Imut boleh bekerja di toko milik nona Vania?” tanya Mbak Lastri.
“Boleh dong Mbak, malahan aku senang kalau Mbak Imut kerja sama kita, itung-itung buat teman mbak Lastri juga kalau aku pas lagi kuliah.” Jawab Vania sambil tersenyum.
“Beneran nona kalau Ikut boleh bekerja jadi satu sama saya?” tanya Mbak Lastri meyakinkan lagi.
Vania pun hanya mengangguk dan tersenyum.
Beberapa menit kemudian ada notip pemberitahuan di ponsel milik Vania. Vania tersenyum saat membukanya.
“Alhamdulillah Mbak. Akhirnya kita sudah bisa menempati rumah ini.” Ucap Vania.
__ADS_1
“Alhamdulilah ya nona, akhirnya dimudahkan semuanya, kalau begitu Imut besok aku suruh datang ke kota S, biar dia bisa membantu kita pindahan.” Ucap Mbak Lastri dengan senang.
“Iya Mbak, Alhamdulillah. Untuk Mbak Imut terserah Mbak Lastri saja kapanpun Mbak Imut datang pintu rumah akan terbuka.” Jawab Vania.
Vania tersenyum senang saat melihat wajah Mbak Lastri yang begitu senang.
“Suatu saat nona Vania akan menjadi orang sukses. Dan semoga kelak yang menjadi suami nona Vania orang yang benar-benar menerima nona Vania apa adanya dan selalu menyayangi nona Vania.” Ucap Mbak Lastri.
“Aamiin….” Vania pun mengamini.
----------
“Selamat pagi, Pak!” sapa asisten Rey saat masuk ke ruangan kerjanya.
“Barusan Nyonya Veli menghubungi saya katanya ponsel bapak tidak bisa dihubungi dari kemarin. Beliau juga menanyakan keadaan Pak Archie,“ ucap asisten Rey.
“Hem…” jawab Archie dingin.
“Tuan Pras juga menanyakan apakah persiapan pernikahan Pak Archie dan nona Vania sudah sampai mana?” ucap asisten Rey kembali.
Archie pun menghela nafasnya dengan begitu berat sambil kepalanya melihat ke atas.
“Ini salahku, seandainya waktu itu aku jujur kemungkinan Vania tidak akan pergi.” Ucap Archie penuh penyesalan.
“Nasi sudah menjadi bubur, Pak. Lebih baik bapak sekarang fokus mencari nona Vania dan setelah itu meminta maaf dan menjelaskan ke nona Vania. Untuk di maafkan dan tidaknya itu urusan belakang.” Ucap asisten Rey menyemangati atasannya.
__ADS_1
“Apa sudah ada info dari orang-orang yang kamu suruh untuk mencarinya?” tanya Archie.
“Belum Pak! Sampai saat ini belum ada info mengenai keberadaan nona Vania,” jawab asisten Rey.
“Aku pasti menemukan mu sayang, aku yakin kamu masih ada di kota S.” batin Archie.
“Kalau sudah tidak ada yang di tanyakan saya permisi, Pak.” Pamit asisten Rey.
“Hem…” jawab Archie.
----------
Vania pun menghela nafas panjang, membesarkan hatinya, Vania yakin dengan cara menjual rumah yang lama dan pindah ke rumah yang baru adalah jalan yang terbaik untuk nya.
“Ayah Ibu, maafkan aku yang sudah menjual rumah peninggalan kalian berdua, tapi aku janji tidak akan pernah lupa untuk mengunjungi ke makam kalian berdua,” batin Vania.
Dalam hati Vania sebenarnya tidak rela jika rumah peninggalan kedua orang tuanya di jual. Tetapi, demi menjauhi seseorang ia harus terpaksa menjual rumahnya.
Sekarang Vania dan Mbak Lastri kembali pulang ke rumah kontrakan. Sampai saat ini Vania tidak memberi kabar kepada kedua sahabatnya kalau pindah.
“Saya sudah mengirim pesan ke Imut? Katanya malam dia berangkat dari desa, kemungkinan besok pagi dia tiba.” Ucap Mbak Lastri.
“Iya Mbak, besok kita berdua yang akan menjemputnya.” Balas Vania.
Dan beberapa menit kemudian mereka berdua tiba di depan kontrakan.
__ADS_1