Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 66 : Bunda Hati


__ADS_3

Akhirnya mobil yang membawa Archie dan Vania sudah memasuki kawasan kota, sepanjang perjalanan mobil mereka sedikit-sedikit berhenti untuk istirahat agar Vania tidak terlalu mabuk.


“Dua puluh menit lagi kita tiba di apartemen?” Ucap Archie sambil mengusap tangan Vania.


“Hmmm, sebelum masuk apartemen kita berhenti di swalayan untuk membeli kebutuhan dapur dulu ya mas.” Ucap Vania.


“SAYANG, kamu sekarang lagi mabuk udara lho, gimana besok pagi saja kita pergi ke swalayan.” Saran Archie.


“Tapi_”


“Tidak ada tapi-tapian. Pokoknya besok pagi kita pergi ke swalayan. Sayang, diperut kamu sekarang ada adik bayi, kamu harus menjaganya.” Nasehat Archie lalu di angguki oleh Vania.


Beberapa menit kemudian mobil mereka tiba di lobby apartemen milik Archie.


“Terima kasih Pak sudah mengantarkan kita sampai tempat. Bapak hati-hati kalau balik ke kampung. Dan ini ada sedikit untuk bapak dari kita berdua. ” Ucap Archie sambil menyodorkan satu amplop putih.


“Terima kasih, Pak. Kalau begitu saya langsung pamit, biar tidak kemalaman tiba di kampung.” Balas seorang pria paruh baya yang mengantar Archie dan Vania ke kota.


Setelah kepergian pria paruh baya itu Archie langsung menggandeng tangan Vania menuju ke lantai 20.


----------


Keesokan harinya Archie pamit pergi ke kantor karena ada beberapa dokumen yang harus ia tanda tangani.


“Sayang, aku pergi ke kantor dulu. Nanti siang aku jemput kamu untuk ke dokter kandungan.” Ucap Archie.


Vania mengangguk, setelah kepergian Archie ke kantor, Vania langsung masuk ke kamar.

__ADS_1


Dan beberapa menit kemudian Vania tampak terlihat sibuk dengan ponselnya seperti sedang sibuk membalas pesan dari seseorang.


Vania pun mengetik, “maaf, anda siapa ya?”


Sedangkan seorang wanita yang ada di seberang sana sedang tertawa saat membaca pesan dari Vania yang begitu sopan.


Tiba-tiba ponsel Vania berdering berubah menjadi nada panggilan. Vania langsung terkejut saat melihat wajah sahabatnya ada di layar ponselnya.


“Cahaya… apa bener ini kamu?” ucap Vania histeris.


Cahaya adalah sahabat Vania dari kecil hingga SMA. Setelah lulus SMA Cahaya memilih ikut kedua orang tuanya pindah ke luar kota. Sedangkan Vania memilih menetap di kota kelahirannya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, Vania yang sedang ngobrol dengan Cahaya pun langsung mengakhiri.


“Next kita sambung lagi, Cahaya. Aku selalu menunggu kedatangan mu ke kota ini.” Ucap Vania di akhir kata.


Saat melihat mobil Archie, Vania langsung masuk ke dalam mobil dan setelah itu Archie melajukan mobilnya ke rumah sakit Bunda Hati.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah sakit Bunda Hati. Mereka berjalan bergandengan tangan sampai meja resepsionis.


“Selamat siang, saya Archie yang sudah membuat janji dengan dokter Gabby? Apa beliau ada?” tanya Archie kepada petugas resepsionis.


“Selamat siang, mari Pak! Beliau sudah menunggu di ruangannya.” Jawab suster yang membawa Archie dan Vania ke ruangan dokter Gabby.


“Selamat siang Pak Archie, Bu Archie. Silahkan duduk.” Ucap dokter Gabby mempersilahkan duduk.


Beberapa menit kemudian, dokter Gabby mempersilahkan Vania untuk berbaring dan salah satu perawat membantu Vania untuk berbaring.

__ADS_1


Setelah memberikan gel di atas perut Vania dokter Gabby menggerakkan alat tersebut untuk melihat perkembangan janin yang ada di dalam perut Vania.


“Alhamdulilah si kembar sehat-sehat, Pak Bu. Usia kehamilannya sudah mau memasuki Minggu ke delapan.” Ucap dokter Gabby sambil tersenyum.


“Kembar Dokter?” ucap Archie dan Vania bersamaan.


“Iya, Pak Bu. Janin yang ada di dalam kandungan Ibu Vania kembar.” Balas dokter Gabby.


Archie dan Vania langsung mengucap syukur karena sudah mendapatkan dua sekaligus.


“Alhamdulilah, terima kasih atas pemberian Mu ini.”


----------


Sepanjang perjalanan pulang Vania menatap hasil print USG bayi kembarnya. Sedangkan Archie fokus mengemudi.


“Sayang, dalam perut kamu ada dua bayi, kamu jangan sampai tidak makan ya. Kamu harus ingat kalau kamu tidak makan ada dua janin di dalam perut kamu yang butuh asupan gizi. Perbanyak makan buah dan susu.” Ucap Archie sambil tangan kirinya menggenggam tangan no Vania.


“Iya, Mas. Aku akan selalu mengingat pesan dari papa dari si kembar. Oh iya, hari ini mas jadi anterin aku ke swalayan kan?” tanya Vania.


“Iya sayang. Mas akan mengantarkan kamu ke swalayan. Tapi, sebelum pergi mas minta kamu janji dulu sama mas.” pinta Archie lalu di angguki


Vania mengangguk.


“Iya mas, aku janji.”


Dan tak butuh lama mobil yang di kendarai Archie tiba di parkiran swalayan. Archie langsung menggandeng Vania masuk.

__ADS_1


__ADS_2