Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 93 : Perjodohan Widia & Putra


__ADS_3

Keesokan paginya Vania pagi-pagi sekali sudah berada di dapur untuk memasak. Semenjak hamil tua Vania sering masak apalagi alasannya bosan kalau harus di suruh diam saja di rumah.


Setelah selesai masak, Vania meminta agar mbak Lastri menata di meja makan. Sedangkan Vania pamit untuk ke kamar.


Saat membuka pintu kamarnya Vania melihat suaminya keluar dari kamar mandi. Suaminya hanya memakai handuk yang hanya menutupi bagian bawah saja.


“Jangan sampai kelelahan Yang, biarkan mbak Lastri dan art baru yang masak dan menyiapkannya.” Ucap Archie. Vania langsung menggelengkan kepalanya.


“Tidak mas. Aku lebih suka aku yang menyiapkan sarapan untuk mas dan aku.” Ucap Vania dengan lembut.


“Ya sudah kalau itu mau kamu Yang. Sekarang mas minta tolong ambilkan baju kerja mas.” Titahnya.


Tidak menunggu waktu yang lama Vania langsung mengambilkan baju kerja milik suaminya.


“Mas selesai ganti baju langsung turun saja! Aku mau membersihkan badanku yang sudah bau masakan ini.” Ucap Vania lalu masuk ke kamar mandi. Archie tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


 


Hari ini Archie mulai sibuk dengan pekerjaannya. Ia langsung turun tangan sendiri untuk menyeleksi karyawan yang melamar di perusahaannya.


Saat Archie sibuk menyeleksi semua CV si pelamar yang ada di atas meja, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Archie langsung mempersilakan masuk.

__ADS_1


Archie mengerutkan keningnya saat melihat keponakannya yang tiba-tiba datang sambil menggerutu dan tak lama kemudian setelah itu kedua kakaknya pun masuk.


“Lho, kalian kok ada di kota ini?” Archie pun menunjukkan rasa keterkejutannya.


“Ini semua gara-gara, Om Archie. Bunda sama Ayah langsung membawaku balik ke kota ini.” Ucap Widia dengan sewot.


“Memangnya Om Archie salah apa?” tanya Archie lalu mengajak mereka bertiga duduk di sofa supaya leluasa untuk ngobrol.


“Jadi bagaimana keputusan kakak tentang perjodohan Widia dan Putra?” tanya Archie.


“Terpaksa aku menerima perjodohan ini? Semuanya demi Bunda dan Ayah.” Jawab Widia.


Mendengar perkataan Widia seketika itu membuat Archie menatapnya. Seketika itu Widia langsung mengangguk saat melihat wajah kedua orang tuanya.


Setelah memastikan Widia menyetujui perjodohan ini. Ayah Sony langsung menghubungi temannya yang tidak lain adalah orang tua Putra. Kedua keluarga sudah sepakat kalau tiga hari lagi akan di adakan lamaran.


Archie yang mendengar keputusan yang Widia ambil pun ikut senang. Setelah itu Archie menutup percakapan diantara kedua kakak dan keponakannya dan tak lupa Archie memberi nasehat untuk Widia.


“Om harap kamu belajar mencintai dan menyayangi Putra Taslim karena selama ini Putra menyayangi dan mencintai mu .” Pesan Archie kepada Widia. Widia pun hanya menjawab dengan anggukan.


 

__ADS_1


Di tempat lain...


Imut akhirnya bisa bernafas lega. Semua pekerjaannya selesai tepat waktu. Novi yang berasal dari kota G pun akhirnya memutuskan untuk tetap kerja di butik milik Vania karena dia juga asli kota G.


Hampir sebulan Imut berjauhan dengan suami tercintanya dan ibunya. Dan, hari ini Imut segera memberi kabar kepada Vania. Vania sangat senang mendengar kepulangan Imut dan Novi.


“Kamu yakin malam ini langsung melakukan perjalanan ke kota G?” tanya Vania.


“Iya nona, malam ini aku sama Novi melakukan perjalanan ke kota G. Untuk barang-barang butik semuanya sudah di angkut truk tadi pagi.”


“Apa kamu sudah memberi tahu pak Rey kalau malam ini kamu perjalanan ke kota G?” tanya Vania.


Imut tersenyum sambil menggelengkan kepala,”Aku akan memberi dia kejutan dengan kedatangan ku malam ini di kota G”


“Ya sudah kalau memang kamu ingin memberi kejutan pada pak Rey. Ini Ibu juga ingin bicara dengan kamu.” Balas Vania. Lalu memberikan ponselnya ke mbak Lastri.


“Halo… Assalamualaikum.” Sapa mbak Lastri.


“Waalaikumsalam, Bu.” Balas Imut tersenyum senang ketika mendengar suara ibunya.


“Nak, alangkah baiknya kamu kasih tahu suamimu kalau malam ini kamu balik ke kota G.” Ibunya langsung memberikan saran kepada Imut agar tidak terjadi kesalahpahaman antara anak dan menantunya.

__ADS_1


Imut mengangguk saat mendengar ucapan ibunya, “Iya Bu, setelan ini Imut akan menghubungi mas Rey.


Vania menghela nafas panjang saat mendengar ucapan mbak Lastri yang memberi saran agar Imut memberi tahu suaminya.


__ADS_2