
Satu bulan,dua bulan,tiga bulan mereka pacaran.Riya yang mengetahui sifat Bara yang cuek,dingin dan pemarah terhadap orang lain sedangkan ke dirinya sendiri jauh berbeda.Sifat Bara ke Riya yang sangat manja membuatnya terheran heran.
Sepulang dari kampus ia di jemput.Hampir satu jam Bara nunggu dia di depan kampus,tetapi bara tidak ada sedikitpun niat untuk marah kedia.
"Maaf yaa...aku lama.soalnya tadi masih ada urusan"
"Ngak papa kok sayang"
"Yang,aku mau nanyak deh!"
"Mau nanyak apa sayang"
"Kok kamu kalo sama orang lain tuh cuek,dingin dan pemarah? tapi kalo sama aku manja?"
"Emang kamu mau....aku cuek dan marah-marah sama kamu?"
"Yaa..... ya engakk"
"Trus?"
"Yaudah dehh,ngak usah bahas lagi"
"hahaha, mana mungkin aku bisa cuek dan marah-marah sama orang yang aku sayang dan aku cintaaaaaaaa.......!"
"Ihhh...apasihh"
"Yang."
"Apa?"
"Cium dong"
"Ihh,engak"
"Yaaaaang....!"
"Ngak mauuu..."
"Yaudah deh ngak papa."
Riya yang merasa malu sekaligus senang karna Bara cuek sama orang lain tapi kedia sangat manja.
"Kita makan dulu ya,"
"He'eh"
Sampainya di cafe Bara menarik tangan Riya keluar,itu karna di cafe tersebut sangat banyak laki-laki.
"Kenapa kita keluar yang?"
"Kita cari cafe lain,disini banyak cowok-cowok"
"Astaga....yang....yang!"
Sudah hampir tiga cafe mereka masuki.
"Yang udah lah,semua cafe itu ada penghuninya la.Aku laper"
Melihat ekspresi Riya yang kelaparan membuat ia tidak tega.
"Yaudah,yok masuk"
Mereka pun masuk kedalam cafe dan benar saja semua laki-laki itu matanya tertuju ke Riya pacarnya.
"Kita di sudut sana aja"
"He'eh"
" Kamu duduk disini!"
Riya hanya menurut, Bara mengambil posisi meja yang berada di sudut agar Riya menghadap dinding dan membelakangi laki-laki itu.
__ADS_1
Selesai makan ia mengantar Riya pulang.
"Jaga mata,jaga hati ya yang!"
"haha"
Riya hanya tertawa mendengar nya.
"Kalo aku ngak mau gimana?"
"Yaa..kalo kamu ngak mau,aku kurung aja di kos.Biar kamu ngak bisa keluar!"
"Ihh,jahat banget sih."
"Biarin,kamu itu hanya milik Bara seorang tidak boleh dibagi"
"yayaya"
****
Dring..dring..
Suara ponsel Bara berbunyi
"Hai bro,sehat lu?"
"Sehat,tumben Lo nelpon gue!"
"Ada turnamen nih"
"Kapan?"
"Dua Minggu lagi.Lo ikut kan?"
"Ikut la"
"Ok.Gue bakal daftarin lo"
"Atur jadwalku agar tidak padat,karna dua Minggu lagi saya akan ikut pertandingan."
"Ta..tapi pak, jadwal bapak dalam sebulan ini sangat padat,belum lagi kita harus ke luar kota pak"
"Saya tidak mau tau,yang tidak terlalu penting tunda saja dulu sampai pertandingan saya selesai."
"Ta..tapi pak semua nya penting pak!"
"Saya percayakan ke kamu,intinya dalam tiga Minggu ke depan saya akan jarang ke kantor, jika ada berkas yang harus di tanda tangani kamu temui saya,dan untuk tugas ke luar kota itu ditunda dulu sampai pertandingan saya selesai."
"Baik pak!"
****
Pertandingan akan segera dimulai,semua peserta bersiap-siap.
"Wah...itu kan kak Bara senior gue waktu kuliah. Dia masih ikut pertandingan ini?"
"Dia kan udah jadi seorang direktur,kenapa dia masih ikut lomba-lomba kek ginian ya?
"Ini kan hobinya dari dulu,tapi dia itu cuek dan dingin"
Orang-orang pada gosipin Bara dan banyak wanita yang jatuh hati di buatnya.
"Hai kak!"
" Hai kak Bara"
Banyak wanita yang menyapanya tetapi dia tidak merespon nya sama sekali.Tak lama Riya pun datang dan menghampiri nya.
"Kok lama si yang?"
"Iya,soalnya kan tadi masih di kampus ngajuin judul buat skripsi nanti yang"
__ADS_1
"Ohh"
Mata semua orang tertuju ke mereka,apalagi para wanita-wanita yang telah jatuh hati ke Bara. Mereka heran mengapa Bara sangat cuek ke orang lain dan sedikitpun tidak mau merespon orang yang menyapanya.Ternyata itu dikarenakan ia telah mempunyai seorang kekasih
"Ohh..pantas saja ia cuek dan ngak mau ngerespon ternyata udah punya pacar."
Kata seorang wanita yang menyapanya Bara tadi.
" Iya ya,tapi cewek itu beruntung banget ya dapat kak Bara yang seorang direktur,ganteng dan cuek sama cewek lain sedangkan ke dirinya sangat perhatian"
Disambung temennya,mereka melihat kedua pasangan itu sangat romantis.Riya yang sedang membantu Bara memakai peralatan untuk pertandingan itu membuat orang-orang cemburu.
"Doain ya,agar masuk ke babak final dan menang"
"Kamu kan jago pasti menang lah"
"Aku bakal kalah kalo kamu ngak temenin aku disini"
"Idihh mulai lagi"
"Serius,tengok tu semua cewek-cewek pada liatin aku,nyapa aku dan ngejer-ngejer aku"
Sambil menunjukkan sekumpulan cewek-cewek yang lagi liatin mereka.
"Yaudah,itu berarti kamu senang dapat semangat dari mereka jadi buat apa aku disini."
Sambil memasang muka cemberut dan mengalihkan pandangannya dari Bara.Bara cuman tersenyum dan mencubit hidungnya.
"Cemburu yaa....cemburu yaa...!"
Ledek Bara sambil menggodanya.
"Ihh,engak yaa.Yang cemburu itu kamu sampai- sampai mau makan aja ngak boleh ada cowok di cafe itu"
Balas Riya sambil mengingat kan Bara kejadian di waktu itu.
"Aku memang cemburu,kenapa?"
Riya senyum mendengar nya serasa jantung nya mau copot.
"Nih pake masker,topi sama kacamata,biar ngak ada cowok yang lirik kamu"
Bara langsung memakaikannya.Iya sengaja membawa itu agar para cowok-cowok disana tidak melirik pacarnya sama sekali.
"Yaudah, pertandingan udah mulai aku kesana dulu.Kamu disini, soalnya aku bakal lihatin kamu walaupun aku di atas motor."
"Nanti kamu jatoh kalo liatin aku terus,aku disini ngak kemana mana jadi fokus aja sama pertandingan nya"
"Aku bakal fokus kalo aku lihat kamu"
"Iya iya"
"Kalo gitu semangatin aku dong"
"Semangat"
"Gitu doang?"
"He'eh"
"Semangat sayang gitu kek,atau semangat sayang sambil cium dan peluk!"
"Banyak orang"
"Yaudah semangat sayang gitu aja"
"Sana sana pergi udah mulai tu"
Sambil mendorong tubuh Bara agar pergi.Wajahnya memerah karna malu.
Pertandingan pun selesai dan bara menghampirinya.
__ADS_1