Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 88 : Ngidam


__ADS_3

Sore hari menjelang. Archie baru saja selesai dengan pekerjaannya. Hari ini dia ada janji keluar sama istrinya untuk membeli bubur kacang ijo hangat dekat kampusnya.


Archie keluar dari ruang kerjanya sambil mencari nomor Vania tiba-tiba nama yang nampak memanggil di ponselnya.


“Wa Alaikum salam, iya sayang maaf ya mas enggak bisa pulang lebih awa. Di kantor tadi ada Ayah.”


“..........”


“Iya sayang, Ayah sekarang ada di kota ini? Kamu siap siap saja ya! Mas sekarang perjalanan pulang.”


Sementara Vania yang selesai terima telpon dari suaminya pun bergegas ganti baju karena Vania sudah tidak sabar untuk makan bubur kacang ijo hangat.


Lima belas menit berlalu, mobilnya Archie tiba di pelataran rumah. Archie bergegas masuk kamar membersihkan badannya. Sebelumnya Archie sudah meminta agar Vania menyiapkan baju untuknya.


“Sayang, tunggu sebentar ya! Mas mau mandi, minta tolong siapkan baju santai saja setelah itu kita berangkat .” Kata Archie bergegas masuk ke kamar mandi.


Vania tersenyum sambil geleng-geleng melihat tingkah suaminya yang buruh-buruh.


Vania langsung mengambil baju didalam lemari lalu ia letakkan baju santai di atas ranjang setelah itu Vania keluar dan menunggu suaminya di ruang tamu.


“Rapih banget nona?” tanya Mbak Lastri.

__ADS_1


“Iya Bu, aku sama mas Archie mau beli bubur kacang ijo hangat yang dekat kampus.” Balas Vania sambil membayangkan makan bubur kacang ijo hangat.


“Ohh lagi ngidam ceritanya.” Ucap mbak Lastri menggoda.


“Hehehe, iya Bu sepertinya begitu.” Jawab Vania cengengesan.


Archie yang sudah rapih dengan baju santai pun bergegas menyusul istrinya.


“Ayo sayang kita berangkat sekarang biar tidak kemalaman, tidak baik buat ibu hamil keluar malam malam.” Ajak Archie. Vania pun beranjak dari tempat duduknya.


“Kita berdua pergi dulu ya Bu Mbak” Pamit Vania dan Archie bersamaan.


Archie pun menggandeng tangan Vania. Mbak Lastri yang melihat perlakuan Archie kepada Vania pun merasa senang.


---------------


Mata Vania berbinar bahagia saat melihat rombong penjual bubur kacang ijo. Archie yang melihat Vania bahagia pun ikut bahagia.


“Makasih ya mas sudah mau nganterin.” Ucap Vania saat mobil berhenti.


Archie menyunggingkan senyumnya. Archie langsung mengajak Vania turun dari mobil.

__ADS_1


“Ayo turun?”


Vania pun tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya karena suaminya selalu menuruti apa yang ia inginkan.


Di tengah rintihan hujan turun yang membasahi jalan mereka berdua tengah menikmati makan kacang hijau hangat sambil menceritakan kisah cinta mereka berdua.


Usai makan, Archie langsung membawa Vania pulang. Tepat pukul sembilan malam mereka berdua tiba di rumah. Mbak Lastri yang mendengar suara mobil berhenti di depan halaman rumahnya pun segera membuka pintu.


“Ini buat Ibu. Tadi aku bungkus kan buat Ibu. Aku yakin Ibu pasti ketagihan.” Ucap Vania sambil menyodorkan yang ia bawa.


“Oh...Saya sudah tidak sabar untuk memakannya. Apalagi cuacanya sangat mendukung.” Balas Mbak Lastri dengan senang hati.


“Aku masuk ke kamar dulu.” Archie berbisik. Vania langsung mengangguk.


Archie yang mendapatkan ijin langsung mengayunkan kakinya ke kamar. Vania dan mbak Lastri langsung duduk di meja makan.


“Kacang hijau ini benar-benar enak ya nona.” Ucap mbak Lastri saat menyuapi ke dalam mulutnya.


“Benar kan Bu kata saya.” Balas Vania sambil mengaduk susu ibu hamil.


Puas berbincang dengan mbak Lastri, Vania pamit untuk masuk ke kamar.

__ADS_1


Mbak Lastri pun mengangguk. Begitulah setiap hari Vania sering berbincang sama mbak Lastri sebelum tidur malam.


__ADS_2