
Keesokan harinya Archie membuka matanya, dia langsung teringat kalau Ayahnya pagi-pagi sekali akan kembali ke kota T. Archie pun mengirimkan pesan.
✉️Archie
Jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai.
Setelah selesai mengirimkan pesan pada Ayahnya Archie menoleh ke samping, terlihat jelas wajah istrinya yang begitu polos, cantik dan menyejukkan hatinya.
Cup
Archie mengecup bibir tipis milik Vania sehingga tidur Vania terganggu olehnya.
Archie turun dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah melihat Archie masuk ke dalam kamar mandi Vania langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk suaminya. dengan begitu cekatan Vania membuat beberapa masakan kesukaan Archie dan menyajikan dengan rapih di atas meja makan.
Sekitar 15 menit Archie keluar dari kamar mandi. Archie tersenyum saat mendapati baju kerjanya sudah ada di atas tempat tidur. Vania juga sudah tidak ada di atas tempat tidur.
Setelah memakai baju kerja, Archie keluar dari kamar. Vania terkejut saat tangan Archie melingkar di perutnya.
“Mas lepasin, bau masakan badanku.” Ucap Vania sambil melepaskan tangan Archie.
“Tapi aku suka dengan tubuh ini. Kira-kira nanti malam boleh gak mas minta hakku.” Ucap Archie di telinganya.
Vania pun membalikkan badannya dan menghadap ke Archie.
Vania tersenyum kecut saat mendengar permintaan suaminya. Sedangkan Vania baru mengetahui kalau dia kedatangan tamu bulanannya.
“Mas harus puasa, aku lagi kedatangan tamu.” Ucap Vania.
“Kedatangan tamu? Kamu kasih tau sama mereka kenapa harus malam ini?” tanya Archie dengan kesal.
“Mending mas sarapan dulu nanti keburu dingin masakannya.” Ucap Vania sambil mendorong Archie ke meja makan.
Archie segera duduk di kursi meja makan dan menyantap sarapannya.
Selesai sarapan Archi pun pamit untuk berangkat kerja.
“Aku berangkat dulu sayang. Jangan lupa siapkan nanti malam, aku akan meminta hakku.” Archie mengecup kening Vania.
“Hem, aku lagi haid mas.” Ucap Vania malu-malu.
“Terus aku menunggu sampai berapa lama?” tanya Archie.
__ADS_1
“Satu minggu bisa lebih mas.” Jawab Vania.
“Ya sudah kalau memang aku harus menunggu selama itu.” Ucap Archie dengan lesu.
“Hem, hati-hati ya mas.” Archie mengangguk dan berjalan keluar dari apartemen menuju parkiran basemen.
Setelah itu Archie mengemudikan mobilnya ke perusahaan.
Di perusahaan Rey sedang berbicara dengan sekertaris Bagas dan membahas tentang tugasnya sebagai sekertaris pemilik West Group.
“Bagaimana? Apa ada yang perlu kamu tanyakan?” tanya asisten Rey.
Bagas menggelengkan kepala.
“Sementara ini di mengerti Pak.” Jawab Bagas.
“Kalau sudah tidak ada yang kamu tanyakan, silahkan anda meninggalkan ruangan ini dan selamat bekerja.” Ucap Rey sembari menjabat tangan Bagas.
Tidak berapa lama kemudian Archie tiba dan langsung masuk ke dalam ruangan kerjanya kemudian menekan interkom.
“Rey, bisa ke ruangan ku sebentar?”
Tok… Tok… Tok
“Masuk…”
Setelah masuk Rey memperkenalkan sekertaris Bagas kepada Archie.
“Hari ini kamu bacakan jadwalku kemana saja?” tanya Archie.
Dan seketika itu sekertaris Bagas langsung membacakannya.
“Dua Minggu ke depan semua meeting kamu sama Bagas.” Ucap Archie memberi perintah.
“Baik, Pak.” Jawab Rey dan Bagas bersamaan.
Setelah selesai Rey dan Bagas keluar dari ruangan Archie.
Sementara di kota T…
__ADS_1
“Tuan Pras bangun, sudah sampai.” Ucap asisten Haris sambil mengusap punggungnya dengan lembut.
Ayah Pras membuka kedua matanya.
“Alhamdulilah akhirnya sampai juga. Jangan lupa kasih kabar ke anak menantu kalau kita sudah sampai dengan selamat.” Ucap ayah Pras memberikan perintah.
Asisten Haris mengangguk kemudian membawa ayah Pras masuk ke dalam kamar.
Tiba-tiba ponselnya berdering, asisten Haris segera mengangkat yang ternyata itu panggilan dari nona mudanya.
📱 Asisten Haris
Assalamualaikum
📱Vania
Waalaikumsalam, apa kalian sudah sampai?
📱 Asisten Haris
Alhamdulillah, barusan saja kita sampai.
📱Vania
Alhamdulillah, apa ayah baik-baik saja, Pak?
📱 Asisten Haris
Alhamdulillah Tuan Pras baik-baik nona. Maaf, tapi Tuan Pras sekarang sedang istirahat karena cukup kelelahan.
📱Vania
Iya Pak gak apa-apa. Biarkan ayah istirahat dulu.
Dan setelah itu keduanya sama-sama mengakhiri panggilannya.
Sementara itu, Mbak Lastri dan Imut merasa ada yang kurang setelah beberapa hari di tinggal Vania pulang ke apartemen suaminya.
Meskipun tanpa adanya Vania, Imut tetap menjalankan toko online maupun offline. Imut yang fokus mengepak barang tiba-tiba di kaget kan dengan suara panggilan Ibunya.
“Aduh Bu bikin Imut jantungan saja.” Ucap Imut dengan kesal.
__ADS_1
“Sudah waktu masuk dhuhur kamu tinggal sholat dulu biar Ibu yang jaga tokonya.”
Imut langsung membereskan alat-alat yang ia gunakan untuk mengepak paket dan setelah itu Imut pun pamit untuk sholat dhuhur.