Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 90 : Keputusan


__ADS_3

Pagi hari Archie sudah siap berangkat ke kantor.


“Sayang, mas berangkat ke kantor dulu. Dan, jangan sampai lupa kasih tau ke mbak Lastri tentang ini.”


“Iya mas, sekalian nunggu yang lain biar enggak bolak-balik kasih tahu.”


“Ya sudah kamu atur gimana enaknya. Ingat, jangan sampai kamu terlalu capek saat mengemasi barang-barangnya. Sekiranya kalau ada barang yang enggak kamu pakai lebih baik kamu berikan ke orang-orang yang membutuhkannya.”


“Iya mas. Oh iya mas, nanti siang mas makan di rumah atau tidak?”


Archie pun langsung menatap wajah istrinya. Kedua tangannya menangkup seluruh wajah istrinya. Ia memberikan kecupan pada bibir mungilnya.


“Maafkan mas ya sayang, sepertinya mas tidak bisa makan siang di rumah. Kamu jangan sampai tidak makan. Mas akan usahakan pulang cepat.”


Vania mengangguk. Archie tersenyum saat melihat wajah istrinya yang pagi ini begitu menggemaskan.


Vania mengantar Archie sampai di halaman depan sambil membawakan bekal untuk makan siangnya.


“Baiklah, kalau begitu mas segera ke kantor agar semuanya selesai dengan tepat waktu .” Ucap Archie.


“Mas hati-hati di jalan. Jangan lupa bekalnya di makan.” Ucap Vania sambil menyodorkan tas kecil berisikan kotak bekal.


“Iya sayang.” Ucap Archie lalu masuk ke dalam mobil.


Setelah kepergian suaminya, Vania langsung ke dapur.

__ADS_1


“Bu, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan Ibu dan yang lainnya.”


“Boleh nona, kita tunggu Imut dan anak-anak.” Jawab mbak Lastri.


Vania mengangguk dan berkata, “Aku ke kamar dulu ya, Bu. Tolong panggil saya kalau anak-anak sudah datang.


“Iya nona.” Jawab mbak Lastri.


Mbak Lastri pun melanjutkan bersih-bersih dapur. Sedangkan Vania kembali masuk ke kamar.


---------------


Archie tiba di kantor, semua karyawan yang melihat kedatangannya pun saling menundukkan kepalanya.


Archie tetap berjalan menuju lift. Sedangkan semua karyawan saling berbisik-bisik dengan kedatangan atasannya yang tidak seperti biasanya.


Kini Archie berdiri di depan dan menjelaskan bahwa perusahaan yang selama ini sudah di ambil alih oleh pemilik barunya. Dengan berat hati Archie mengucapkan permintaan maaf.


“Kalian tidak perlu khawatir dengan gaji dan pesangon kalian. Karena itu sudah menjadi hak kalian sebagai karyawan selama berkerja di perusahaan ini.” Ucap Archie.


Semua karyawan tersenyum senang saat mendengar ucapan atasannya. Archie berdiri dari kursi setelah mengatakan semuanya.


Archie langsung keluar dari aula, asisten Rey mengikuti Archie di belakangnya.


---------------

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, tiga karyawan menunjukan rasa sedihnya karena harus menerima kenyataan bahwa tempat kerjanya akan pindah.


“Apa kita tidak bisa ikut dengan nona Vania di kota G?” tanya Novi terisak.


Vania mengerutkan dahinya dengan heran karena pertanyaan Novi. Vania terdiam sejenak dan mencerna apa yang ditanyakan oleh karyawannya.


“Baiklah, kalau kalian memang bersedia ikut pindah kita ke kota G. Maka dengan senang hati saya akan menerima kalian bekerja. Dan, sebelum pindah saya akan menyiapkan tempat untuk kalian.” Ucap Vania dengan tegas.


Beberapa saat kemudian Imut bernafas lega karena apa yang sudah diputuskan oleh atasannya tidak membuat ketiga karyawannya harus di PHK.


“Baiklah, kalau memang sudah diputus kan seperti itu sementara saya akan tinggal di sini sampai menunggu tempat tinggal untuk mereka bertiga sudah jadi.” Pungkas Imut.


“Baiklah, saya akan menyelesaikan dengan secepatnya dan tepat waktu.” Ucap Vania.


Terlihat semua orang yang berada di dalam ruangan begitu senang dengan apa yang yang sudah diputuskan oleh atasannya. Ketiga karyawannya kembali ke toko.


Kini hanya tinggal Vania, mbak Lastri dan Imut.


“Apa mas Archie sudah tau kalau mereka bertiga akan ikut dengan kita?” tanya Mbak Lastri.


Vania mengangguk dan membenarkan apa yang Mbak Lastri ucapkan.


“Entah kenapa aku merasa senang jika mereka bertiga bersikeras ikut dengan kita Bu. Meskipun mereka bertiga sudah tau alasannya.” Ucap Vania.


Tanpa ada yang harus di bahas lagi, Imut pun kembali ke toko untuk melihat dan mengecek email masuk. Sedangkan Vania masih bercengkrama dengan mbak Lastri.

__ADS_1


“Nona Vania, selama perpindahan ke kota G, tolong nona Vania jangan ikut mengemasi barang-barang. Biarkan saya dan Imut saja karena saya tidak ingin terjadi apa-apa dengan kehamilan nona Vania. Apalagi beberapa hari ini penyakit nona Vania sering kambuh.” Titah mbak Lastri.


Vania mengangguk untuk menyetujui apa yang di perintahkan mbak Lastri. Vania langsung memeluk tubuh mbak Lastri dengan begitu erat. Mbak Lastri yang merasa bajunya basah pun mengusap punggungnya.


__ADS_2