
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam mereka tiba di kota Bali. Archie langsung menggandeng tangan Vania keluar dari bandara untuk mencari seseorang yang sudah ditugaskan untuk menjemputnya.
“Alhamdulillah akhirnya tiba dengan selamat, welcome Bali, ini kedua kalinya aku menginjak kota Bali.” Batin Vania.
Beberapa menit kemudian seseorang menghampiri Archie dan Vania.
“Selamat sore, perkenalkan nama saya Imran, saya yang di tugaskan oleh ibu Veli untuk menjemput dan mengantar bapak sama ibu selama di Bali.” Ucap Imran dengan membungkukkan badan.
“Selamat sore pak perkenalkan nama saya Archie dan ini istri saya Vania.” Balas Archie dengan sopan.
Imran pun mengangguk dan tersenyum saat mendapati perlakuan baik dari Archie dan Vania. Imran langsung membantu membawakan koper mereka untuk dimasukkan kedalam bagasi mobil.
Sebelum meninggalkan bandara Imran pun bertanya kepada Archie.
“Maaf pak kalau boleh tau kita langsung ke villa atau jalan-jalan dulu?”
Archie melihat Vania terlihat lelah pun memilih langsung ke hotel
“Kita langsung ke hotel saja pak.” Jawab Archie.
Imran pun langsung melajukan mobilnya menuju hotel.
Selama perjalanan menuju hotel tangan Vania tak mau lepas dari lengan Archie. Bahkan saat ini Vania tidur bersandarkan bahunya. Archie pun tersenyum sambil tangannya mengelus pipi Vania yang tampak terlihat gemuk.
----------
“Bangun sayang! Kita sudah sampai, tidurnya di lanjut di kamar saja.” Ucap Archie.
Vania yang masih mengumpulkan nyawa pun belum sepenuhnya membuka mata.q30
“Aku masih ngantuk banget mas jangan bangunkan aku nanti kepalaku pusing.” Ucap Vania dengan mata kembali memejamkan matanya.
__ADS_1
“Maaf pak sepertinya kita berdua harus menunggu istri saya bangun kalau tidak sakitnya kambuh.” Ucap Archie kepada pak Imran.
Hampir 30 menit Archie dan pak Imran menunggu Vania bangun dari tidurnya. Vania mengigau memanggil kedua orang tuanya disertai ketawa. Archie pun langsung membangunkan Vania dengan menepuk-nepuk pipinya dengan pelan.
“Ayah Ibu….” Vania pun membuka kedua matanya. Archie pun lega melihat Vania bangun.
“Aku bermimpi bertemu dengan Ayah dan Ibu mas. Didalam mimpiku Ayah dan Ibu tidak akan pernah meninggalkan aku. Ayah dan Ibu akan ikut kemana aku pergi mas.” Ucap Vania.
Archie pun menggenggam kedua tangan Vania lalu mencium kening Vania begitu lama.
“Kita turun dan masuk ke hotel dulu ya sayang. Kasihan pak Imran sejak tadi nungguin kamu tidur di mobil.” Ucap Archie.
“Ha, aku ketiduran di mobil mas, kenapa mas tidak bangunin aku sih. Berapa lama mas Archie sama pak Imran nungguin aku tidur di mobil?” tanya Vania.
“Tiga puluh menit sayang. Ayo kita turun biarkan pak Imran pulang. Hari ini kita istirahat saja besok pagi kita baru keliling Bali.” Ucap Archie lalu keluar dari mobil dan di susul Vania.
Imran yang melihat Archie keluar dari mobilnya pun bergegas mendekat. Vania yang melihat pak Imran pun merasa tidak enak.
“Tidak apa-apa nona yang penting nona Vania sudah tidak terlihat pucat seperti tadi siang, sekarang sudah terlihat segar.” Balas pak Imran.
“Pak Imran sekarang boleh pulang untuk istirahat. Hari ini kita berdua beristirahat saja di hotel. Besok pagi saja pak Imran balik kemari untuk mengantarkan kita.” Ucap Archie memberi perintah.
“Baik Tuan. Kalau begitu saya pamit pulang dan selamat beristirahat.” Balas pak Imran kemudian masuk kedalam mobil dan keluar dari parkiran hotel.
Archie langsung menggandeng tangan Vania menuju lift. Vania melingkarkan tangannya ditangan Archie. Archie pun merasa senang saat melihat Vania yang begitu manja.
----------
Malam harinya di hotel….
“Sayang…malam ini mau makan apa?” tanya Archie.
__ADS_1
“Terserah mas saja aku ngikut.” Jawab Vania.
“Kok terserah mas? Memangnya kamu gak kepingin makan apa gitu?” tanya Archie lagi.
Vania menggelengkan kepala lalu naik ke tempat tidur rasanya hari ini benar-benar terlihat begitu lelah. Archie yang melihat perubahan pada istrinya pun mendekati lalu memegang keningnya.
“Enggak panas.” Gumam Archie dan masih bisa di dengar oleh Vania.
“Mas cepetan pesan makannya aku sudah lapar.” Ucap Vania dengan manja.
“Iya sayang…” jawab Archie.
Archie langsung memesan makanan. Beberapa menit kemudian makanan yang Archie pesan datang.
“Sayang, ayo kita makan dulu.” panggil Archie.
Vania langsung turun dari tempat tidur dan berjalan menuju di mana suaminya sedang menunggunya. Vania langsung duduk di sebelah suaminya.
“Aak…” Vania langsung membuka mulut sedangkan Archie tersenyum melihat istrinya hari ini benar-benar beda dari sebelumnya.
Dengan telatennya Archie menyuapinya hingga makanan yang ia pesan habis tanpa tersisa sama sekali.
Setelah selesai makan malam Archie dan Vania duduk di sofa yang ada di dalam kamar hotel. Mereka berdua berbincang hingga tanpa sadar jam sudah menunjuk ke angka 11 malam.
“Tidur yuk sayang.” Ajak Archie.
Archie menggendong Vania dan menidurkan Vania di tempat tidur dengan pelan-pelan. Archie pun mencium bibir Vania dengan begitu lembut, mendapati Vania membalas ciumannya membuat Archie semakin bergairah.
Tangan kanan Archie bergerak, menahan tengkuk Vania dan memperdalam ciumannya sehingga keduanya sama-sama mengeluarkan suara *******.
Archie sudah mulai terpancing dan kembali mencium bibir istrinya. Kini mereka berdua berada dalam satu selimut karena keduanya sama-sama tidak memakai busana. Archie suka bermain di area gunung kembar milik istrinya hingga membuat Vania kembali mendesah. Archie menghentakkan dan menyemburkan cairan hingga kedalam rahim dan berharap di dalam perut istrinya segera ada Archie junior karena usia Archie sudah tidak muda lagi.
__ADS_1
Karena kelelahan mereka berdua tertidur saling berpelukan hingga pagi hari.