
Lima minggu kemudian...
Kini Archie dan Vania sudah tinggal di kota G. Dimana Vania pertama kali bertemu dengan Archie. Mereka berdua sepakat menempati rumah milik Archie yang tempatnya berada di tengah kota.
Dengan perut yang semakin besar Vania pun menawarkan minuman untuk suami tercintanya.
“Mas mau aku buatin kopi atau teh hangat?” tanya Vania.
“Boleh sayang, kopi hitam saja, jangan manis-manis ya.” Jawab Archie.
“Iya mas.” Jawab Vania dengan lemah lembut.
“Mas tunggu di ruang kerja ya sayang! Ada kerjaan yang harus mas selesaikan.” Ucap Archie lagi.
Vania mengangguk, dengan perut yang besar Vania langsung melenggang keluar kamar menuju dapur.
Tiba di dapur Vania langsung memasak air, sambil menunggu airnya mendidih Vania mencari makanan yang ada didalam lemari tempat penyimpanan makanan kering.
Mbak Lastri yang mendengar suara berisik di dapur pun langsung masuk. Mbak Lastri begitu terkejut saat melihat Vania hendak naik ke atas kursi.
“Nona Vania sedang apa?” Tanya mbak Lastri secepatnya mendekat mengambil kursi dari tangan Vania.
“Aku mau ambil makanan di lemari itu Bu.” Jawab Vania jarinya menunjuk ke atas.
“Kenapa nona Vania tidak memanggil saya, ini sangat bahaya kalau nona Vania jadi naik kursi ini. Saya tidak bisa membayangkan kalau terjadi apa-apa dengan nona Vania.” Ucap mbak Lastri khawatir.
“Maaf ya Bu sudah membuat Ibu khawatir. Gak tahu nih tiba-tiba perut lapar saja.” Jawab Vania sambil mengelus perutnya.
“Nona Vania duduk saja biar ibu yang ambilkan. Terus kalau boleh tau itu air sudah mendidih untuk apa nona?” Tanya mbak Lastri.
__ADS_1
“Oh itu, saya mau buatkan kopi untuk mas Archie Bu” Jawab Vania.
“Nona Vania makan ini saja, biar saya yang buatkan kopi untuk mas Archie.” Ucap mbak Lastri.
“Lain kali jangan di ulangi lagi ya nona, mending panggil saya saja, coba tadi pas saya tidak lihat apa nona Vania tidak membayangkan kalau terjadi apa-apa sama nona Vania.” Ucap mbak Lastri lagi.
“Iya Bu. Maafkan saya. Oh iya Bu kopinya jangan terlalu manis.” Ucap Vania sambil makan kue.
Mbak Lastri tersenyum senang melihat Vania sedang makan kue dan tak lupa secangkir susu ibu hamil.
“Saya anter kopinya mas Archie dulu ya nona. Itu kue sama susunya harus di habiskan biar si baby dalam perut tidak kelaparan.” Ucap mbak Lastri menggoda Vania mengangguk sambil tersenyum.
Tok
Tok
Mbak Lastri masuk setelah ada perintah dari dalam ruangan tersebut.
“Vania mana mbak?” tanya Mbak Lastri.
“Nona Vania ada di meja makan mas. Nona Vania sedang makan kue, katanya tadi lapar.” Balas mbak Lastri.
Archie tersenyum mendengar apa yang barusan ia dengar.
“Makasih ya mbak kopinya. Vania sekarang makannya lebih banyak dari sebelumnya.” Ucap Archie tersenyum mengingat di saat jalan berdua Vania susah di ajak makan.
*Flashback*
Malam itu Archie mengajak Vania jalan-jalan ke taman hiburan untuk pertama kalinya. Mereka berdua pun menikmati waktu bersama.
__ADS_1
“Maaf ya om sudah memaksa om Archie buat ikut ke taman hiburan.” Vania menatap wajah Archie dengan memelas.
“Lain kali jangan jalan-jalan di tempat keramaian seperti ini. Lebih baik kita jalan-jalan ke mall atau ke pantai gitu.” Balas Archie dengan datar.
“Iya om.” Jawab Vania.
Mereka berdua akhirnya tiba di tempat penjual beraneka ikan bakar, ayam dan sejenisnya. Setiap weekend Vania selalu pergi ke taman hiburan.
“Kita makan ikan bakar ya sayang?” tanya Archie menatap wajah Vania yang berkaca-kaca.
Vania mengangguk, Archie langsung membawa Vania ke tempat duduk yang jauh dari lalu lalang orang.
Disaat mencatat semua pesanan tiba-tiba Vania teringat kedua orang tuanya. Air mata jatuh begitu saja. Archie yang melihat Vania menangis pun bertanya.
“Kok nangis?” kedua tangan Archie menangkup kedua pipinya Vania. Jari jempolnya langsung menghadap.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang. Archie yang melihat Vania masih menangis pun serba salah.
“Aaaak, buka mulutnya biar mas yang suapin kamu.” Titahnya.
Dengan malu-malu Vania membuka mulutnya untuk menerima suapan dari tangannya Archie hingga lima kali suapan.
“Sudah Om.” Ucap Vania.
“Kok sudah, ini baru lima kali suapan lho. Ayo buka lagi mulutnya.” Archie pun memberi perintah.
Vania menggelengkan kepalanya.
“Sudah kenyang Om. Sekarang om Archie yang makan.” Ucap Vania.
__ADS_1
“Gimana badan kamu bisa besar, makan saja baru lima suapan sudah kenyang.” Ucap Archie sambil menikmati ikan bakar gurami dan sambalnya.
*Flashback off*