
Matahari yang tadi seakan menyeringai panas, kini tertutup awan dan tiba-tiba menjadi gelap yang mungkin akan turun hujan deras. Angin kencang membuat daun-daun melambai. Suara petir pun mulai terdengar menggelegar di telinga hingga membuat dua wanita beranjak dari tempat duduknya.
Mereka adalah Vania dan Cahaya. Dua sahabat yang sedang bercerita tentang kehidupannya selama tidak bertemu. Apalagi tiba-tiba mereka hilang kontak dan pada akhirnya sahabatnya Cahaya mencarinya di saat Vania sudah tidak tinggal di rumah lamanya.
“Kamu menginap di sini saja ya Ay? Aku masih kangen sama kamu.” Ucap Vania.
“Tapi, aku nggak enak sama om Archie.” Ucap Cahaya.
“Kamu tenang saja, lagian juga aku masih lama, kita masih bisa bertemu lagi.” Ucap Cahaya tak enak.
“Please, malam ini saja kamu menginap. Aku yakin mas Archie mengijinkan aku tidur di rumahku sama kamu.” Ucap Vania memohon.
Dan, pada akhirnya Cahaya yang tak tega melihat sahabatnya memohon pun akhirnya mengangguk menyetujui untuk tidur di rumah Vania.
Vania langsung memeluk Cahaya dengan erat, senang saat sahabatnya mau di ajak tidur di rumahnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Hujan di luar semakin deras membuat siapapun males keluar rumah.
“Maaf ya Ay terpaksa kita makan mie goreng. Kalau seperti ini mengingatkan kita waktu kelas satu SMP, pertama kali makan mie agak mentah.” Ucap Vania mengingatkan masa-masa SMP.
“Iya, waktu itu kita langsung sakit perut.” Jawab Cahaya sambil tertawa.
Tinnnnn
Tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil masuk ke halaman rumah. Vania yang sedang mengobrol dengan Cahaya pun langsung berhenti lalu beranjak dari kursinya.
Baru saja Archie menutup pintu mobil ternyata istrinya keluar sambil memegangi perutnya.
“Mas Archie sudah datang?” tanya Vania mendekat.
“Mm, iya, kebetulan pekerjaan mas sudah selesai.” Jawabnya lalu mencium kening Vania dengan begitu lembut.
“Malu, di dalam masih ada Cahaya.” Ucap Vania lirih.
“Dia masih ada di sini?” tanya Archie. Vania langsung mengangguk.
__ADS_1
“Ayo masuk,Mas. Di luar hujannya tambah deras.” Ajak Vania.
Vania langsung menggandeng tangan suaminya untuk masuk ke dalam. Archie hanya tersenyum saat Cahaya menyapa.
“Hai Om! Apa kabar?” sapa Cahaya sambil menjulurkan tangannya.
“Hai juga. Kabar Om baik-baik saja.” Jawab Archie membalasnya.
“Mas ke kamar dulu ya.” Archie membisikkan ke telinga istrinya. Vania pun langsung mengangguk.
Cahaya yang mendengar dan melihatnya pun tersenyum lebar, ada rasa haru dan senang karena sahabatnya mendapat suami yang begitu menyayangi dan begitu menghargai. Padahal, dulu pertama kali mengenalnya begitu dingin.
“Ay, aku tinggal sebentar ya? Kalau kamu mau istirahat langsung saja ke kamar itu.” Ucap Vania sambil jarinya menunjuk ke arah kamar.
“Iya Van.” Jawab Cahaya.
Setelah itu Vania dan Archie masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Cahaya menuju kamar yang di tunjukkan oleh Vania.
----------
“Em, gimana kalau kita makan malam di cafenya mas saja? Aku pengen makan nasi bakar.”
Archie langsung menghubungi karyawan cafe untuk menanyakan stok nasi bakar.
“Tolong kamu sisihkan 2 bungkus nasi bakar tuna, dan tolong siapkan ayam bistik, cah sawi ya, sebentar lagi kita bertiga otw cafe.”
Vania yang mendengar suaminya bicara dengan pegawainya tersenyum senang, karena menu yang di pesan menu favorit kita bertiga.
Dengan cekatan Vania menyiapkan baju yang akan dikenakan suaminya malam ini. Vania memilih kaos polo warna nabi dan dipadukan dengan celana jeans.
“Sayang, bajunya mas mana?”
Sambil memegangi perutnya Vania langsung membawa baju untuk di berikan ke suaminya itu.
“Makasih.”
__ADS_1
Archie mengecup keningnya dengan lembut sembari mengusap pucuk kepala, ada rasa tak enak saat melihat istrinya membawa baju gantinya sambil memegangi perutnya yang sudah sedikit besar.
“Cepetan ganti, Mas! Kasihan Cahaya kalau menunggu lama? Tadi siang kita makan mie goreng.”
Archie memicingkan matanya, dengan kilat akhirnya Archie sudah rapih dengan pakaiannya. Mereka berdua pun keluar dari kamar sambil gandengan tangan.
Archie melepaskan tangannya saat melihat Cahaya yang sedang menunggu. Dan akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam mobil. Archie langsung melajukan mobilnya menuju cafenya.
----------
“Selamat malam, Pak Bu.” Sapa Toni orang kepercayaannya.
“Malam Ton… apa semuanya sudah siap?” tanya Archie.
“Sudah, Pak.” Jawab Toni dengan membungkuk.
Toni langsung mengantarkan atasannya ke meja yang sudah di pesan olehnya. Archie langsung menyuruh istrinya dan Cahaya untuk duduk dan menikmati hidangan khas cafenya.
“Van…” panggil Cahaya. Vania yang mengerti pun tersenyum.
“Maaf ya, aku bisa menjamu mu di cafenya mas Archie.” Ucap Vania.
Cahaya menggelengkan kepala
“Justru aku yang meminta maaf karena sudah mengganggu waktu kamu sama Om Archie.” Balas Cahaya.
Archie menganggukkan kepalanya, dua matanya berganti mengamatinya.
“Ayo kita makan dulu, mumpung masih hangat, kalau sudah dingin nanti jadi gak enak.” Ucap Archie.
“Van…”
Terdengar suara pria yang tak asing membuat Cahaya langsung menoleh.
“Azam…”
__ADS_1