
Vania melangkahkan kakinya memasuki rumah lamanya yang sudah di rubah begitu bagus dan terlihat lebih besar dari sebelumnya. Vania mengedarkan kedua matanya untuk melihat isi dalam rumah. Vania begitu takjub dengan perubahan rumah lamanya.
Dengan mata berkaca-kaca Vania menyentuh foto kedua orang tuanya yang terpajang di dinding ruang tengah.
“Semoga Ayah Bunda selalu bahagia di sana. Lambat-laun aku akan menyusul kalian berdua.” Batin Vania.
“Maaf, mas sudah merubah semua tatanan rumahnya.” Ucap Archie saat keluar dari kamar mandi.
Vania langsung menggeleng karena itu sudah menjadi haknya Archie yang membeli rumahnya.
Archie melirik jam sudah menunjukkan pukul 7 malam pun langsung membawa ke meja makan.
“Bibi, apa sudah selesai untuk makan malamnya?” tanya Archie saat sisipan.
“Sudah mas.” Jawabnya.
“Oh iya, Bik. Kenalkan ini Vania istri saya. Sayang, ini mbok Yem yang selama ini menjaga dan membersihkan rumah ini.” Ucap Archie sambil memperkenalkan Vania dan mbok Yem.
Mendengar ucapan suaminya, Vania mengangguk lalu menyalaminya.
“Vania....”
“Mbok Yem...”
“Baiklah, kalau begitu kita masuk ke kamar dulu mbok biar istri saya istirahat dulu sebelum kita makan malam.” Ucap Archie dengan sopan.
Setelah kepergian mbok Yem, Archie dan Vania masuk ke dalam kamarnya.
---------------
Sesampainya di dalam kamar, Vania langsung mendudukkan bokongnya di atas ranjang. Sedangkan Archie langsung masuk kedalam kamar mandi.
“Ayah...Bunda.” batin Vania. Air mata Vania jatuh membasahi pipinya.
Ceklek...
__ADS_1
Seketika itu Vania langsung mengusap wajahnya saat mendengar pintu kamar mandi di buka. Archie keluar dari kamar mandi, ia segera berjalan menuju Vania yang sedang duduk di ranjang.
“Baju mas mama sayang?” Tanya Archie. Vania pun langsung memberikan baju yang akan dikenakan suaminya.
Vania langsung bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Beberapa menit Vania keluar kamar mandi dan memakai daster.
Archie tersenyum melihat istrinya yang semakin hari semakin cantik dengan perut yang semakin membesar. Vania pun ikut merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
“Tidurlah! Besok pagi kita akan kembali ke kota S.” Ucap Archie sambil mengusap rambut Vania.
Vania pun memejamkan matanya. Tak terasa waktu sudah tengah malam. Archie menutup laptopnya lalu tidur sambil memeluk Vania.
---------------
Pagi ini menjadi pagi terberat untuk Vania karena harus kembali ke kota S.
Kakinya mengayun ke depan, tangisnya yang sudah ditahan sedari tadi akhirnya pecah saat tiba di depan mobil. Setelah pamit dengan mbok Yem Vania langsung masuk ke dalam mobil.
“Sayang, apakah kamu baik baik saja?” tanya Archie tangan kirinya sambil menggenggam tangan Vania.
“Kalau kamu mau kita bisa pindah dan menetap di sini.” Ucap Archie dan seketika itu ekspresi wajah Vania begitu bahagia.
“Mau mas, aku mau kita balik ke kota ini dan tinggal di sini.” Ucap Vania berbinar-binar.
Archie tersenyum saat melihat wajah istrinya itu.
“Ta-tapi, gimana kuliah dan kerjaannya mas?” Vania kembali murung dan hilang semangatnya.
“Lho kok murung? Soal kerja mas dan kuliah mu serahkan sepenuhnya sama mas.” Balas Archie.
Vania pun mengangguk-angguk dan wajahnya kembali terlihat lebih bahagia.
Archie langsung mengemudi mobilnya dan keluar dari halaman rumahnya. Archie melirik ke arah samping, ia kembali tersenyum saat melihat istrinya sudah tidur.
Selama perjalanan pulang, Archie selalu melirik Vania. Semenjak hamil tua wajah Vania terlihat pucat seperti menahan sakit.
__ADS_1
Hampir 2,5 jam perjalanan Vania yang merasa lapar pun terbangun dari tidur.
“Sudah sampai mana mas?” tanya Vania.
“Kurang 30 menit kita sampai sayang.” Balas Archie.
“Aku lapar mas? Apa bisa mampir beli makan dulu?” ucap Vania. Archie tersenyum, ini kedua kalinya Vania minta beli makan, sejak hamil Vania makannya banyak, harap maklum karena di dalam perut Vania ada 2 nyawa.
“Kamu ingin makan apa sayang?” tanya Archie.
“Aku pingin makan nasi ikan bakar mas.” Pinta Vania sambil membayangkan ikan bakar sambal terasi.
“Siap nyonya Archie.” Jawab Archie lalu membelokkan mobilnya ke arah di mana ada warung lesehan yang sudah menjadi langganannya.
Mobil Archie langsung terparkir rapih di depan warung ikan bakar.
Vania turun sambil tersenyum saat melihat tulisan ikan bakar pak Bareng.
Archie menggandeng tangan Vania untuk masuk ke dalam.
“Archie...” terdengar suara seorang wanita yang menyapanya.
‘Nita...” gumam Archie dan masih di dengar Vania.
“Maaf mas, aku mau cari tempat duduk dulu.” Ucap Vania.
“Maaf Nita! Aku masuk dulu.” Ucap Archie untuk menghindari Anita. Dan langsung mencari tempat duduk.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka tiba.
“Ikan bakar nila, udang asam manis, cah kangkung, jeruk hangat sama teh hangat.” Ucap pelayan saat meletakkan pesanannya di atas meja. Vania senang saat melihat apa yang ada di atas meja.
“Ayo di makan sayang, keburu dingin.” Titahnya. Vania langsung mengambil piring lalu mengambilkan nasi untuk suaminya.
“Terima kasih.” Ucap Archie saat menerima nasi dari istrinya.
__ADS_1
“Alhamdulillah kenyang mas.” Ucap Vania sambil tangan kirinya mengusap perutnya.