Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 55 : Siapa Wanita Itu


__ADS_3

Usai sholat dhuhur, Imut bergegas kembali dan memulai aktivitasnya di toko milik nona Vania.


Disela-sela aktivitas, ada seorang wanita yang tidak ia kenal tiba-tiba masuk ke dalam toko dan menanyakan tentang Vania.


“Selamat siang, apa benar toko ini yang punya atas nama Vania?” Tanya seorang wanita tersebut.


“Iya benar.” Jawab mbak Lastri ketika mendengar seseorang yang bertanya. Saat terdengar suara yang tidak asing, wanita tersebut langsung menoleh.


“Nona Cahaya.”


“Mbak Lastri.”


Tidak hanya Cahaya yang terkejut, mbak Lastri pun tak kalah terkejut saat melihat keberadaan Cahaya.


Ya, semenjak lulus sekolah Cahaya memilih melanjutkan kuliah di luar kota. Sedangkan Vania memilih untuk menetap di kota ini.


Imut yang melihat kedekatan Ibunya dengan wanita tersebut pun bertanda tanya.


“Ternyata benar yang dikatakan Azam kalau Vania sekarang tinggal di rumah ini. Tapi, kenapa dia tidak kelihatan. Di mana dia sekarang?” gumam Cahaya.


“Nona Cahaya kok tahu kalau kita sekarang tinggal di sini?” mbak Lastri pun langsung bertanya.


Dengan jelas Imut dapat mendengarkan Ibunya menyebut nama wanita tersebut begitu dekat. Imut menyimpulkan jika selama ini banyak yang menyayangi Ibunya.


“Siapa wanita ini? Kenapa begitu dekat dengan ibu dan nona Vania.” Batin Imut.


Mbak Lastri yang melihat wajah Imut seakan-akan minta penjelasan.


“Imut, kenalkan ini nona Cahaya teman nona Vania semasa sekolah.” Mbak Lastri mengenalkan Imut kepada Cahaya.


“Imut.” Ucap Imut sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

__ADS_1


“Nona Cahaya, ini Imut anak saya satu-satunya.” Mbak Lastri juga mengenalkan Cahaya kepada Imut.


“Cahaya.” Jawab Cahaya sembari membalas berjabat tangan.


Beberapa menit setelah berjabat tangan dan saling berkenalan dengan Imut, kedua mata Cahaya mengedar untuk mencari keberadaan Vania.


“Vania dimana Mbak? Kok dari tadi saya tidak melihatnya?” tanya Cahaya sembari menatap wajah Mbak Lastri dan ganti ke Imut.


Sudut bibir Mbak Lastri membentuk senyuman. Akhirnya sahabatnya ada yang mencari keberadaan Vania.


Dengan penuh hati-hati mbak Lastri menjelaskan semuanya kepada Cahaya.


----------


Waktu sudah menunjukkan pukul 18.40 Archie terlihat membereskan meja kerja yang berserakan. Setelah membereskan tumpukan kertas Archie langsung keluar dari ruang kerjanya.


Tiba-tiba sebuah suara yang tidak asing mengalihkan perhatiannya, seorang wanita cantik berjalan mendekatinya.


Ya, wanita tersebut adalah Nita Indriani, wanita yang pernah meminta Archie agar menggantikan posisi Dhani untuk menikah dengannya.


“Untuk apa kamu datang lagi ha. Bukankah sudah pernah aku ingatkan jangan pernah menampakkan wajahmu dihadapanku.” Ucap Archie sembari menekan nada bicaranya.


Nita tersenyum kecut saat mendengar perkataan Archie.


“Aku hanya ingin menagih janjimu. Dulu kamu bilang sama ayah Pras kalau kamu ingin sukses dulu baru menikah.” Ucap Nita dengan senyum liciknya.


Raut wajah Archie nampak emosi karena mendengar perkataan Nita.


“Sampai kapan pun aku tidak akan sudi menikah dengan mu. Dan perlu kamu ketahui kalau beberapa hari yang lalu aku sudah menikahi gadis yang aku cintai. Bahkan, Ayahku sendiri yang memintanya ” Ucap Archie. Dan seketika itu membuat Nita terkejut.


“Kamu bohong! Tidak mungkin ayah Pras menikahkan kamu dengan wanita lain.” Ucap Nita dengan raut wajah emosi.

__ADS_1


Archie menghela nafas. Kemudian memperjelas jati dirinya kepada wanita yang ada di hadapannya.


“Untuk apa aku berbohong. Aku sudah menikah dua hari yang lalu dan aku berharap kamu bisa melupakan keinginan mu menikah dengan mu karena sampai kapanpun aku tidak akan menikah dengan mu.” Ucap Archie lalu meninggalkan Nita yang masih ada di lantai ruangannya.


Dan kemudian setelah beberapa menit kepergian atasannya sekertaris Bagas mendekati wanita tersebut.


“Nona silahkan meninggalkan gedung ini karena sebentar lagi lampu dan lift akan mati.” Sekertaris Bagas yang berdiri di samping Nita memperingatkan.


“Apa benar Archie sudah menikah?” tanya Nita. Sekertaris Bagas langsung mengangguk.


“Benar nona. Pak Archie sudah menikah dan acara resepsinya akan di adakan sebentar lagi.” Jawab sekertaris Bagas.


Nita menghela nafas panjangnya. Ia tak percaya kalau selama ini laki-laki yang di tunggu sudah menikah dengan wanita lain. Nita begitu kecewa dengan ayah Pras karena sudah memberikan restunya.


-----------


Sementara itu asisten Rey yang masih di dalam ruangannya setelah mendengar suara kaki meninggalkan gedung lantai 10 pun memilih keluar dari ruang kerjanya.


“Dasar wanita gila.” Gumam asisten Rey dan masih bisa di dengar oleh sekertaris Bagas.


Penglihatan asisten Rey di pertajam dan memastikan kalau wanita gila itu sudah benar-benar pergi dari gedung west group.


Tanpa membuang waktu asisten Rey dan sekertaris Bagas berjalan dan keluar dari gedung west group karena jam sudah menunjukkan pukul 19.50.


“Ternyata cukup lama bos bicara dengan wanita gila itu.” Umpat asisten Rey saat melihat jam di pergelangan tangannya.


Selepas mengupat asisten Rey memberi perintah kepada sekertaris Bagas.


“Jangan lupa besok pagi kamu print proposal dari PT Neone karena besok siang kita berdua yang akan pergi.”


“Baik Pak….”

__ADS_1


Selepas memberi perintah, asisten Rey masuk ke dalam mobil. Dan beberapa menit kemudian ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sementara itu sekertaris Bagas tertawa sumbang setelah kepergian asisten Rey.


__ADS_2