Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
Extra Part 5 : Kelulusan Aine & Aswin


__ADS_3

Hari ini adalah hari kelulusan Aine dan Aswin di sekolahnya, di mana Aine dan Aswin mengakhiri masa sma. Aine dan Aswin sama-sama terpilih menjadi siswa terbaik di sekolahnya. Dengan nilai terbaik keduanya mendapatkan beasiswa ke keluar negeri.


Hari ini Archie meluangkan waktu untuk menemani Aine dan Aswin untuk menerima penghargaan piagam di sekolahnya. Urusan semua pekerjaan di kantor, asisten Rey yang menghandle semuanya.


Archie sangat bangga dengan kedua anaknya. Ketika menerima piagam penghargaan di hadapan semua orang tua yang lainnya. Archie merasakan kehadiran istrinya. Ia sangat bersyukur karena almarhum istrinya meninggalkan buah hati yang sangat menurut dan tidak neko-neko. Kedua anaknya memiliki sifat yang menurun dari kedua orang tuanya.


Dan hari ini adalah buah kesabaran Archie selama ini. Merawat kedua anaknya seorang diri, menyayangi sepenuh hati hati, dan ada andil dari asistennya yang bersedia bergantian untuk menjaga.


Usai acara kelulusan dari sekolah Aine dan Aswin. Archie membawa anak-anaknya ke makam bundanya untuk berziarah. Archie selalu mengajarkan kepada kedua anaknya agar tidak lupa dengan bundanya meskipun sudah tidak.


Sesampainya di makam, Archie dan kedua anaknya melangkahkan kaki masuk ke dalam makam. Ketiganya langsung mengucap salam di depan nisan bundanya.


"Assalamualaikum sayang..." Ucap Archie sambil memegang nisan Vania.


"Assalamualaikum bunda..." Ucap Aine dan Aswin berbarengan.


Mereka bertiga berjongkok lalu membacakan doa dengan khusuk.


Tiga puluh menit kemudian....


"Setelah dari makam bunda kalian mau langsung pulang atau kita pergi ke mall untuk jalan-jalan?" Tanya Archie kepada anak-anaknya.


Aine dan Aswin menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Gimana kalau kita main ke rumah aunty Imut?" Ucap Aine.


"Aswin setuju," tanya Archie. Aswin pun mengangguk.


“Tapi, sebelum kita ke rumah aunty Imut dan om Rey kita mampir ke toko dulu buat beli oleh-oleh.” Ucap Archie.


Akhirnya mereka bertiga tiba di toko kue. Aswin memilih menunggu di dalam mobil. Sedangkan Aine dan Archie turun dari mobil.


“Are you oke, Aswin?” tanya papinya sebelum turun dari mobil.


“Aswin baik-baik saja kok, Pi.” Jawab Aswin.


Aine langsung mengajak papinya untuk masuk ke dalam toko kue. Archie dan Aine memilihkan kue sesuai yang Imut suka. Selama mengikuti Aine memilih kue pikiran Archie tertuju pada Aswin.


“Ayo, Pi.” Ajak Aine.


Kini mobil yang dikendarai Archie menuju rumah Imut. Setibanya mereka di rumah Imut, Imut langsung memeluk Aine dan Aswin bergantian.


"Selamat ya atas kelulusan kalian berdua. Maafkan aunty tidak bisa hadir di acara kelulusan kalian berdua. Zyvanna dari semalam badannya panas. Adiknya juga ikutan panas.’ Ucap Imut.


Deg…


Aswin terkejut saat mendengar penjelasan dari Imut kenapa dia tidak hadir di acara kelulusannya. Kini Aswin semakin merasa bersalah karena semalam sudah membentak Zyvanna.

__ADS_1


Flasback on….


“ZYVA... Ini sudah malam. Besok kakak harus datang ke acara kelulusan kakak.” Ucap Aswin dengan menekankan namanya.


“Tapi kak…” balas Zyva.


“Enggak ada tapi-tapian. Ini sudah malam tidak baik seorang wanita telepon malam-malam. Besok pagi kamu juga harus masuk sekolah.” Ucap Aswin dengan melayangkan tatapan dingin wali Zyva tak melihatnya. Lalu Aswin memutuskan telepon sepihak.


Flasback of….


“Sekarang Zyva ada di mana aunty?” tanya Aine.


“Dia ada di kamar. Dari tadi dia tidak mau keluar kamar. Sampai-sampai makan pagi, siang aja sudah lewat.” Ucap Imut.


“Apa? Dasar gadis kecil, gadis keras kepala.”gumam Aswin dalam hati.


“Boleh Aine masuk kamar Zyva aunty?” tanya Aine meminta ijin.


“Boleh. Zyva belum tau kalau kalian ada di rumah ini.” Ucap Imut sambil tersenyum.


“Aswin mau ikut ke kamar Zyva?” tanya Aine.


“Aku nyusul papi saja. Ada yang harus aku sampaikan ke papi dan om Rey.” Ucap Aswin.

__ADS_1


__ADS_2