Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
Extra Part 8 : Kedai Kopi


__ADS_3

Aswin dan Arjuna sedang berbincang dengan Anum.


“Biasanya Kay pulang sekolah jam berapa, Aunty?” Tanya Aswin.


“Biasanya pulang jam dua siang tuan muda. Tapi, hari ini Kay ada satu mapel. Tadi saya sudah berpesan agar Kay pulang lebih awal lagi.” Balas Anum.


Sementara itu Arjuna sedang membalas email dari university Amerika yang menjelaskan agar surat-suratnya segera di kirim.


Setelah menunggu Kayla hampir tiga puluh menit akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga.


Kayla terkejut mendapati dua laki-laki yang memiliki wajah dingin sedang berbincang dengan ibunya.


Kayla langsung menaruh sepeda dengan rapih. Ia menunduk saat melewatinya.


Anum yang melihat Kay menunduk pun memanggilnya.


“Kay, kak Aswin mau ajak kamu jalan-jalan. Kamu cepetan ganti baju ya?” perintahnya.


“Tapi, Bu.” Jawab Kay ingin menolaknya.


“Pokoknya hari ini kamu anterin kan Aswin keliling. Besok pagi kak Aswin sudah balik ke kota G. Dan besoknya kak Aswin akan lama tinggal di Amerika selama empat tahun.” Ucap Anum pada Kay.

__ADS_1


“Ibu kan tau kalau Kay itu takut kalau pergi berduaan.” Kata Anum.


“Kamu tuh ya, yang kamu takuti dari kas Aswin itu apa?” tanya Anum.


"Iya, Bu. Kay mau bersih-bersih dan ganti baju dulu. Bilangin ke kak Aswin kalau aku mau ikut jalan-jalan dengannya.


Beberapa menit kemudian, Kay kembali dengan pakai santainya. Aswin yang melihat Kay sudah siap pergi pun langsung berdiri lalu mengambil sepeda milih Kayla.


"Ayo, Kay?" ajak Aswin. Kayla pun duduk di belakang Aswin.


Setelah di rasa Kay duduk dengan benar. Aswin langsung mengayun sepedanya dengan begitu santai.


 


 


Tiga puluh menit berlalu, Aswin dan Kayla kini tiba di depan kedai kopi. Kedai kopi hari ini tidak terlihat ramai. Hanya ada beberapa orang yang sedang menikmati kopi.


Setelah turun dari sepeda, Aswin langsung menggandeng tangan Kay untuk masuk ke dalam kedai kopi. Salah satu pelayan pun menyambutnya dengan hangat.


“Selamat sore, selamat datang di kedai kopi. Ada yang bisa saya bantu?” sapa pelayan kedai kopi.

__ADS_1


“Kamu mau makan apa Kay?” tanya Aswin.


“Aku mau kentang goreng, sosis bakar keju, nasi goreng biasa saja dan minumnya es teh.”ucap Kay pada pelayan.


“Aku mau siomay batagor, minumnya es jeruk.” Ucap Aswin.


Setelah selesai mencatat pelayan restoran beranjak dari tempat Aswin dan Aine.


Beberapa menit kemudian semua pesanan sudah berada di atas meja.


Aswin dan Kay langsung menyantap makanan yang di pesan dengan begitu nikmat dan khusus.


“Gimana sosisnya? Enak gak menurut adik?” tanya Aswin. Kayla mengangguk malu karena tiba-tiba si pintu kulkas tanya.


“Aaa, coba kamu makan siomay batagor ini. Rasanya bener bener enak lho.” Ucap Aswin sambil menyuapi. Kay terdiam dan berhenti mengunyah.


“Kay… gadis kecilku. Lihatlah aku jangan lihat kebawa.” Pinta Aswin. Kayla mengangkat kepalanya lalu menatap wajah Aswin dengan rasa takut.


“Apa yang kamu takuti dari diri saya.”


“Besok pagi aku harus kembali ke kota G. Dan lusa aku juga akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan di sana. Kakak mohon kamu dan aunty Anum sama-sama saling menjaga kesehatan. Dan, kak Aswin mungkin akan sibuk dan jarang menghubungi atau bertanya tetang kabari.

__ADS_1


__ADS_2