Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 76 : Tasyakuran


__ADS_3

“Alhamdulillah akhirnya acara syukuran ayah semuanya berjalan dengan lancar.” Ucap Vania di depan istrinya Pak Di.


“Iya nona, alhamdulillah ya, semoga bapak selalu diberikan kesehatan hingga beliau bisa melihat cucunya.” Balas Bu Di tersenyum.


Acara tasyakuran untuk menyambut kepulangan ayahnya berjalan dengan lancar. Semua keluarganya kini sedang berkumpul di ruang tengah.


“Ar, istri kamu mana?” tanya ayahnya.


“Dia ada di belakang yah.” Balas Archie.


“Kamu panggil istrimu biar dia bisa kenal dengan saudara-saudara ayah yang ada di kampung.


Archie pun beranjak dan berjalan ke arah dapur untuk mencari keberadaan istrinya. Archie melihat istrinya sedang duduk di rumput hijau di bawah pohon bersama bu Di pun segera ia dekati.


“Sayang, mas cari kamu kemana-mana lho. Ayo masuk ke dalam, ayah sama yang lain mencari mu.” Ajak Archie.


Bu Di tersenyum lalu menggeser tempat duduknya saat mendengar suara tuanya. Bu Di pun pamit dan membiarkan nona dan tuanya berduaan.


“Ayo sayang kita masuk kedalam.” Ajak Archie lagi.


Vania menggelengkan kepala dengan cepat, bukannya tidak suka berkumpul dengan keluarganya melainkan takut mendengar ucapan yang akan di lontarkan untuknya.


“Aku di sini saja ya mas… “ ucap Vania memelas.


Archie menggelengkan kepala. “Ayah meminta aku buat manggil kamu sayang. Percayalah sama mas sampai kapanpun mas tidak akan membiarkan salah satu keluarga mas menghinamu. ” Ucap archie meyakinkan.


Archie mengulurkan tangannya dan agar suaminya membantu berdiri. Archie pun menerima ukuran tangan Vania dan membantu berdiri.


Archie langsung menggandeng tangan Vania masuk ke ruang tengah. Setibanya di ruangan semua keluarga menatap ke arah Vania dan Archie.

__ADS_1


Ayah We menepuk tempat duduk di sebelahnya. “Sini nak duduk deket ayahandanya. “


Vania menatap ayah mertua sambil tersenyum senang lalu Vania berjalan mendekat ke arah ayah mertuanya sekaligus kakeknya.


Beberapa saat kemudian, seorang laki-laki menggendong putrinya langsung masuk ke ruang tamu dan Wanita yang memakai baju gamis tosca pun terkejut saat melihat keberadaan Vania begitu juga Vania.


“Sri…kak Juna. “ Gumam Vania


“Vania… “ Gumam Sri


Flashback on


Vania dan Cahaya tidak percaya saat mendengar apa yang Sri ucapkan barusan saja. Seketika itu Sri memohon agar Vania menjauhi Juna.


“Aku tahu kamu suka kan sama kak Juna.” Ucap Sri menuduh tanpa bukti.


Vania menggelengkan kepalanya.


“Aku tidak percaya kalau kamu tidak suka sama kak Juna.” Ucap Sri yang mengelak.


“Kamu boleh tanya Cahaya kalau aku tidak ada hubungan sama kak Juna.” Balas Vania sambil menatap wajahnya Sri yang penuh amarah.


“Benar Sri. Vania tidak suka sama kak Juna. Lagian juga Vania sukanya sama laki-laki yang lebih tua.” Balas Cahaya dan mata Vania langsung mendelik.


“Aku mohon Van kamu jauhi kak Juna.” Ucap Sri memohon.


Vania sedikit memundurkan tubuhnya ketika Sri memohon di hadapannya. Vania langsung mengangkat bahunya Sri dan berucap.


“Baiklah, aku akan menjauhi kak Juna demi kamu dan jika itu membuatmu percaya kalau sebenarnya aku sama kak Juna tidak ada hubungan apa-apa.” Balas Vania lalu pergi meninggalkan Sri bersama Cahaya.

__ADS_1


Cahaya menatap ke arah Sri. “Kamu ada hutang penjelasan semua sama aku.” Ucap Cahaya lalu mengejar Vania sambil memanggil manggil namanya.


Flashback of…


Sri beserta suaminya langsung duduk di depan Vania.


"Van, kenalkan ini Sri. Dia anak dari saudaranya mbak Lastri." ucap Ayah We.


"Pantas waktu pertama kali mbak Imut datang ke rumah aku kira Sri teman SMP, ternyata masih saudara? Dunia memang tak selebar daun kelor." batin Vania.


Vania hanya mengangguk setelah di senggol lengannya oleh Archie. Archie yang melihat Vania sudah terlihat lelah dan ngantuk pun langsung pamit.


"Yah, Archie pamit bawa Vania masuk ke kamar dulu ya? sepertinya dia sudah mulai lelah." ucap Archie kemudian membawa Vania masuk ke dalam kamarnya.


Baru saja Vania akan melangkah, Sri pun memanggilnya lalu memeluk tubuh Vania. Bukannya marah, Vania pun meneteskan air mata karena mengingat masa lalu di mana sahabatnya salah faham.


"Maafkan aku Vania. maaf sudah pernah berprasangka buruk sama kamu." ucap Sri.


Vania pun memutar badannya dan membalas memeluk sahabatnya Sri.


"Aku sudah memaafkan mu dari dulu Sri." balas Vania.


"Sekali lagi aku minta maaf." ucap Sri mengulang kata minta maaf.


"Kalau kamu masih menganggap aku sebagai sahabat, maukah kamu besok datang kemari sambil membawa anakmu yang lucu itu, karena dia hari lagi aku kembali ke kota." ucap Vania sambil mengusap air mata Sri dengan jempolnya.


Sri menoleh ke suaminya karena meminta ijin dan saat itu juga suaminya Sri mengangguk.


"Iya, aku besok akan datang kemari dan aku akan membawa kedua anakku." balas Sri sambil tersenyum senang.

__ADS_1


Mata Vania membulat saat mendengar kalau Sri akan membawa kedua anaknya.


__ADS_2