
Archie melihat Vania yang sudah kelelahan pun menyuruh untuk segera membersihkan badannya dan ganti baju. Sedangkan Archie kembali ke ballroom hotel setelah mendapatkan pesan dari salah satu rekan bisnisnya.
“Selamat ya Pak atas pernikahan kalian berdua semoga berbahagia selalu, maaf saya datang larut malam.” Ucap Kevin sambil berjabat tangan.
“Terima kasih Pak Kevin karena sudah menyempatkan datang ke acara kami, maafkan saya juga karena tidak bisa mengenalkan anda dengan istri saya, kebetulan istri saya sudah tidur.” Balas Archie membalas berjabatan tangan sambil tertawa.
“Tidak apa-apa Pak, kalau begitu saya pamit pulang dan sekali lagi saya minta maaf sudah mengganggu istirahat anda, selamat beristirahat.” Ucap Kevin sambil tersenyum.
Tak lama kemudian Kevin pamit pulang, setelah kepergiannya Archie langsung kembali ke kamarnya. Archie pun masuk kedalam kamar dan betapa terkejutnya saat ia tidak mendapati istrinya ada di dalam kamar.
Vania terkejut dan gugup saat keluar dari kamar mandi. Archie yang mencari keberadaan istrinya pun tersenyum saat melihat Vania keluar dari kamar mandi dengan rambut yang terlihat masih basah.
Archie dan Vania pun saling berjalan dan saling mendekat.
“Kenapa aku gugup begini.” Batin Vania.
“Sayang, apa kamu sudah selesai datang bulannya?” tanya Archie mengusap pipi Vania dengan jari jempolnya.
Vania mengangguk sambil tersenyum malu-malu.
“Iya mas, aku sudah selesai.” Jawab Vania menunduk.
“Apa malam ini mas boleh minta hak ku?” tanya Archie sambil berbisik di telinga Vania.
Deg…
Vania langsung gugup saat mendengar suaminya meminta haknya malam ini.
“Mas mau mandi dan ganti baju dulu, kalau adek belum siap mas tidak akan memaksa kok.” Ucap Archie beranjak pergi dan masuk ke dalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Archie keluar dari kamar mandi dan sudah memakai baju tidur. Begitu melihat suaminya keluar dari kamar mandi Vania semakin gugup dan tampak ketakutan.
Archie tersenyum kemudian berjalan mendekati ranjang dimana Vania sedang rebahan di atas tempat tidur.
Deg… deg… deg…
__ADS_1
Jantung Vania semakin berdetak kencang, Vania langsung bangun dari rebahan saat melihat Archie berjalan mendekatinya. Archie menggenggam kedua tangan Vania sambil membelai wajahnya.
“Mas sangat bahagia sayang karena kamu sudah menjadi milikku.” Ucap Archie.
Cup
Archie pun mencium bibir Vania dengan begitu lembut sambil menyentuh pipi Vania untuk memperdalam ciumannya. Dengan gugup Vania pun membalas ciuman dari suaminya. Archie tersenyum senang saat Vania membalas ciumannya meskipun terbilang cukup kaku karena ini pertama kalinya mereka berciuman seintens.
Setelah itu ciuman Archie pun turun ke leher Vania dan meninggalkan tanda-tanda merah kepemilikannya di leher Vania, sedangkan tangan kiri Archie memainkan bukit gunung milik Vania.
Vania yang menerima serangan dari suaminya pun tiba-tiba mengeluarkan suara ******* dan pasrah dengan apa yang suaminya lakukan karena sudah menjadi haknya.
Hampir dua jam Archie menikmati tubuh istrinya dan akhirnya mereka berdua melakukan penyatuan, keduanya saling merasakan kenikmatan yang begitu nikmat.
“Semoga di dalam perut ini segera hadir buah cinta kita.” Ucap Archie mencium perut Vania yang masih datar kemudian mereka berdua tidur saling berpelukan.
----------
Keesokan paginya Archie dan Vania terbangun pukul 10.00 mereka berdua langsung turun untuk mengisi perutnya karena sudah lapar. Archie dan Vania begitu terkejut saat mendapati semua keluarga masih ada di dalam hotel.
“Pagi nak. Ayo sarapan dulu.” Ajak Ayah Pras.
“Pagi pengantin baru.” Jawab bunda Veli menggoda.
Vania tersenyum saat melihat Mbak Lastri dan Imut juga masih berada di hotel. Vania meminta ijin untuk menyapa Mbak Lastri terlebih dahulu. Ayah Pras dan Archie pun mengangguk. Vania berjalan mendekat ke tempat Mbak Lastri dan Imut sedang ngobrol dengan asisten Haris. Vania langsung memeluk tubuh Mbak Lastri dari arah samping.
“Terima kasih karena selalu ada untuk ku dan sudah merawat ku sampai saat ini.” Bisik Vania lalu memberi ciuman di pipi Mbak Lastri.
Mbak Lastri tersenyum saat merasakan pelukan dari Vania, ia pun berkaca-kaca saat mendengar ucapan Vania di telinganya.
“Sama-sama nona, semoga pernikahan nona Vania dan mas Archie bahagia selalu, cepat di berikan momongan. Sekarang Mbak sudah tenang karena nona Vania sudah bersama dengan pria yang baik dan penuh kasih sayang.” Ucap Mbak Lastri sambil memberikan kecupan di keningnya.
“Hem.. ibu sama mbak Imut apa sudah sarapan?” tanya Vania.
“Sudah, tinggal tunggu kamu sama mas Archie yang belum makan. Sekarang nona Vania sarapan dulu gak enak kalau membuat mas Archie menunggu ” Jawab Mbak Lastri.
__ADS_1
Vania pun akhirnya duduk di samping Archie yang sudah siap menyuapinya, namun Vania menggelengkan kepala karena masih banyak keluarganya.
“Vania makan sendiri saja mas.” Ucap Vania malu-malu
Archie menggelengkan kepala. “Tidak sayang, mas akan tetap menyuapi kamu karena mas gak percaya kalau kamu makan sendiri.” Balas Archie sambil mengedipkan matanya.
“Gak apa-apa kok nak kalau suami mu mau suapin kamu.” Ucap Ayah Pras.
Dan akhirnya Vania menerima suapan dari suaminya, Vania semakin sayang dan cinta kepada suaminya karena sudah diperlakukan seperti tuan putri di dalam keluarganya.
Ayah Pras yang melihat anaknya Archie memperlakukan Vania dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang pun bisa ikut senang karena dulu pernah mengusir Dhani yang tak lain anak angkatnya sekaligus ayah Vania dan tiba-tiba menitihkan air mata. Sebelum ada yang melihat Ayah Pras cepat-cepat mengusapnya.
“Ternyata pamanku bisa romantis juga.” Goda Widia yang tiba-tiba nyeletuk hingga membuat Vania malu dan semua orang tersenyum.
“Romantis sama istri sendiri kan gak apa-apa ya sayang, daripada belum halal mintanya berduaan terus. Bener gak sayang.” Balas Archie dan membuat semua orang tertawa sedangkan Vania malu-malu.
“Nak, ini hadiah dari mendiang ibu kamu, sesuai permintaan mendiang ibu kamu di saat kamu sudah menikah, hari ini sudah saatnya Ayah menyerahkan semuanya ke kamu sesuai amanah mendiang ibu kamu.” Ucap Ayah Pras dan menyerahkan sebuah kotak kepada Archie.
Archie menerima kotak tersebut, ia pun bersedih karena dulu sewaktu kakaknya Veli menikah pun mendapatkan sebuah kotak yang isinya membuat kakaknya Veli antara senang atau sedih.
“Ini hadiah dari kakak untuk kalian berdua.” Ucap Veli kepada Archie dan Vania.
Vania menerima amplop dari tangan bunda Veli kemudian ia buka dan betapa terkejutnya.
“Pergilah kalian untuk honeymoon dan kakak berharap kalian pulang membawa kabar untuk kita semua.” Ucap Veli.
Setelah selesai sarapan satu per satu pergi meninggalkan hotel untuk pulang. Archie dan Vania sudah di tunggu asisten Rey untuk menuju bandara.
Sepanjang perjalanan menuju bandara tangan Archie selalu menggenggam tangan Vania.
Dan tak butuh waktu lama akhirnya mereka berdua tiba di bandara. Asisten Rey pun membantu menurunkan koper milik atasannya.
“Selama aku honeymoon bersama istriku aku percayakan semua urusan kerjaan dan jika ada sesuatu jangan sungkan untuk menghubungi aku.” Ucap Archie dengan perintahnya.
“Pak Rey saya juga nitip Ibu sama Mbak Imut ya? Kalau ada apa-apa tolong segera kabari kita semua.” Ucap Vania dengan begitu lembut.
__ADS_1
Asisten Rey mengangguk. Archie dan Vania berjalan masuk kedalam karena sebentar lagi pesawat jurusan Bali akan berangkat. Sedangkan asisten Rey kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.