Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 51 : Kecupan Hangat


__ADS_3

Selesai acara Archie meminta Vania untuk tinggal di apartemennya. Dia juga mengatakan pada asisten Rey untuk mengirimkan satu unit mobil untuknya karena hari ini Archie ingin menyetir mobil sendiri.


Tentu saja asisten Rey pun mengangguk dengan senang hati. Melihat bos sekaligus sahabatnya begitu bahagia dengan pernikahannya. Ia juga ikut merasakan kebahagiaan itu.


“Saya nitip nona Vania ya Mas?” ucap Mbak Lastri sambil membawa nampan yang berisi susu coklat dan the hijau kesukaan mereka berempat.


Archie mengangguk, “Iya Mbak, aku akan menjaga istriku dengan segenap jiwaku.”


Mbak Lastri pun meletakkan cangkir itu di atas meja, ia pun ikut bergabung dan mengambil duduk dekat Imut yang sejak tadi hanya menunduk.


“Memangnya di bawa ada berlian?” tanya Mbak Lastri kepada Imut. Imut pun langsung mengangkat kepalanya.


Kemudian Mbak Lastri mendekati Imut kemudian membisikkan sesuatu di telinganya. Setelah mendengar bisikan dari Ibunya Imut memasang wajah cemberut sedangkan sang Ibu hanya tersenyum.


----------


Archie meminta agar Vania segera masuk kedalam mobilnya. Setelah keduanya sudah berada didalam mobil Vania menatap Archie yang tak kunjung menyalahkan mobilnya itu.


“Kenapa gak jalan mas?” tanya Vania bingung.


Archie mengusap pipinya Vania dengan begitu lembut.


“Aku hanya ingin memandang wajah istri kecilku ini yang benar-benar hari ini terlihat cantik.” Jawab Archie.


Vania pun terdiam dan tersipu malu karena mendapatkan perlakuan yang begitu manis dari pamannya yang bergelar kan suami.


Dirinya masih mengira bahwa ini semuanya mimpi. Namun, saat Vania merasakan ada benda kenyal yang menempel di bibirnya itu sudah menjadi pertanda bahwa dirinya memang sudah menikah dengan pamannya.


“I love you so much my little wife.” Ucap Archie.


“I love you too my husband.” Jawab Vania.


Setelah itu Archie menyalakan mesin mobil dan menjalankannya. Archie langsung melajukan mobilnya menuju apartemennya.

__ADS_1


Setengah perjalanan menuju apartemen Vania tertidur sambil menyandarkan punggungnya. Archie pun mengusap kepala Vania dengan begitu lembut.


“Kamu pasti kelelahan.” Gumamnya


----------


“Sayang, bangun,”


Archie pun membangunkan Vania sambil mengusap pipinya. Vania langsung membuka kedua matanya sambil mengucek.


“Sudah sampai mas?” tanya Vania pelan.


“Iya sayang, ayo nanti tidurnya bisa di lanjut.” Ucap Archie mengulurkan tangannya. Archie pun menggandeng tangan Vania menuju lift yang akan membawanya ke lantai apartemen miliknya.


“Masuklah sayang, kamu mau mandi dulu atau mau lanjutin tidurnya?” tanya Archie.


“Aku mau mandi dulu mas.” Jawab Vania.


“Hem, aku bersih-bersih dulu ya mas.” Ucap Vania lalu masuk kedalam kamar mandi.


Tak butuh waktu lama Vania keluar dari kamar mandi dan sudah lengkap dengan baju tidurnya.


“Sekarang giliran mas yang mandi, kamu istirahat saja nanti mas menyusul.” Ucap Archie kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Vania pun merebahkan tubuhnya di atas kasur. Archie yang selesai dari mandi dengan baju tidurnya pun menyusul Vania ke atas tempat tidur.


Kini keduanya tidur tanpa melakukan layaknya pasangan suami-istri. Archie merasa kasihan melihat wajah istrinya yang begitu ketara kelelahan dan pada akhirnya kedua tertidur hingga pagi hari.


-----------


Keesokan paginya, Vania terbangun dari tidurnya. Ia pun melihat jam sudah menunjukkan pukul 4. Dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mengambil air wudhu.


Archie yang melihat istrinya keluar dari kamar mandi pun beranjak dari kasur dan berjalan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar mandi Archie langsung memakai baju koko yang sudah Vania siapkan. Setelah itu Archie langsung mengajak Vania untuk sholat berjamaah.


“Ayo sayang,” ajak Archie kemudian menuju sajadah yang sudah tertata rapi.


Vania tersenyum senang mendengar suaminya mengajak sholat berjamaah. Usai mengerjakan sholat subuh Archie menoleh kebelakang dan menghadap ke arah Vania. Vania pun meraih tangan Archie lalu mencium punggung tangan Archie. Archie pun membalas dengan mengecup kening Vania.


Dan setelah itu keduanya merapikan perlengkapan alat sholatnya itu. Setelah Vania selesai membereskan alat sholat Vania mengambilkan baju untuk Archie. Dan setelah selesai semuanya Vania keluar kamar lalu menuju dapur.


Archie yang tak melihat keberadaan istrinya di dalam kamar pun keluar untuk mencarinya.


“Sayang…” panggil Archie.


“Iya mas, aku ada di dapur.” Jawab Vania sambil mengaduk nasi goreng.


Archie melihat istrinya sedang berada di dapur pun tersenyum. Archie mendekat ke arah istrinya yang sedang berkutat di dapur.


“Baunya harum? Kamu bikin nasi goreng?” tanya Archie sambil memeluk tubuh Vania dari belakang.


“Iya mas, aku bisanya bikin nasi goreng untuk sarapan pagi ini. Di kulkas tidak ada bahan sama sekali.” Ucap Vania.


“Nanti siang kita akan pergi ke swalayan untuk belanja kebutuhan rumah dan yang lainnya.” Ucap Archie.


“Mas bisa lepasin pelukannya? Aku gak bisa gerak-gerak ini.” Ucap Vania.


Sebelum melepaskan pelukannya Archie menghadiahi kecupan di pipi Vania.


“Kamu memang istri tercinta ku.” Ucap Archie.


Archie pun duduk di meja makan sambil menunggu sarapannya. Beberapa menit kemudian Vania membawa dua piring nasi goreng.


“Hmm, enak sekali sayang nasi gorengnya. Aku sangat suka dengan nasi goreng. Besok pagi sarapannya pakai nasi goreng saja sayang.” Ucap Archie memujinya.


Vania tersenyum senang saat mendengar perkataan suaminya, apalagi di tambah melihat suaminya memakan dengan lahap.

__ADS_1


__ADS_2