
Setelan selesai melakukan video call dengan Vania, Archie langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket dan gerah.
Setelah itu Archie langsung mengganti pakaiannya yang ada di dalam lemarinya. Setelah mengganti pakaiannya Archie keluar dari kamar untuk mengambil air putih.
Setibanya di dapur…
“Masak apa Mak?” Tanya Archie mengambil gelas.
“Eh, mas Archie. Mak lagi masak rendang daging kesukaan mas Archie.” Jawab Mak Jum.
“Oh, pantes baunya harum sampai masuk kamar ku Mak.” Kata Archie sambil tersenyum.
“Hehe, iya mas memang bau rempah-rempahnya yang menusuk di hidung.” Ucap Mak Jum.
“Ngomong-ngomong kata bapak mas Archie sudah punya calon istri?” tanya Mak Jum pada Archie.
“Iya Mak, Alhamdulillah…doain ya Mak semoga dalam 5 bulan ini tidak ada halangan.” Kata Archie.
“Iya mas, semoga di lancarkan semuanya.” Jawab Mak Jum.
“Aamiin…” jawab Archie sambil mengangkat kedua tangannya.
“Ya Uda Mak, Archie mau ke depan dulu.” Pamit Archie.
“Iya mas, Monggo.” Jawab Mak Jum.
Setelah selesai berbincang-bincang dengan Mak Jum di dapur, Archie keluar dari dapur dan keluar ke halaman rumahnya.
Archie menikmati udara sore harinya di kampung halaman rumahnya.
Setelah beberapa menit di luar rumah. Archie memutuskan masuk ke dalam rumah setelah mendengar namanya di panggil.
Fandi tersenyum saat melihat keberadaan Archie yang terlihat di depan rumahnya pun ia dekati. Archie yang menyadari ada seseorang menghampiri pun menolehkan kepalanya.
“Mas Archie. Ini beneran mas Archie. Ya ampun mas lama lho tidak melihat kamu pulang. Apa kabarnya mas?” ucap Fandi dengan heboh saat melihat sosok laki-laki yang dulu pernah menjadi temannya.
“Alhamdulilah kabar baik, Bang Fandi. Kabar bang Fandi sekeluarga gimana.” Balas Archie tak kalah hebohnya.
“Alhamdulilah, sekarang sudah berlima mas. Rumah semakin ramai.” Jawab Fandi.
“Doakan saya segera menyusul, Bang.” Kata Archie meminta doa.
__ADS_1
“Alhamdulilah sudah dipertemukan dengan jodohnya mas. Semoga sesuai pengharapannya mas Archie.” Ucap Fandi.
“Aamiin,” Archie dan Fandi pun sama-sama mengaminkan.
Masih dengan suasana bahagia, Archie mengajak Fandi untuk masuk ke dalam rumah, dan setelah itu Archie langsung membawa ke meja makan yang kebetulan Ayahnya sudah menunggunya.
“Ayo Bang kita makan dulu.” Ajak Archie.
Fandi membulatkan matanya ketika Archie mengajak makan satu meja. Ada sedikit rasa tak enak saat duduk bersama kedua majikannya.
“Nak Fandi, gimana dengan ladangnya.” Tanya Ayah Pras.
“Alhamdulilah kurang beberapa bulan lagi sudah panen, Pak.” Jawab Fandi.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa panen juga.” Jawab Ayah Pras sambil ketawa.
Archie hanya tersenyum saat melihat ayahnya kembali hangat, ramah dan suka bercanda seperti dulu.
----------
5 bulan kemudian…
Pagi-pagi Vania harus pergi ke rumah sahabatnya Cahaya. Sedangkan Archie sejak tadi susah di hubungi.
“Nona Vania kenapa gak nunggu mas Archie saja? Barangkali sekarang mas Archie masih di jalan menuju kemari.” Kata Mbak Lastri.
“Tapi, aku nanti telat Mbak kalau gak berangkat sekarang. Lagian juga aku sudah hubungi Om Archie dari tadi susah banget.” Balas Vania dengan terburu-buru.
“Ya sudah, Mbak pesankan taksi online saja.” Kata Mbak Lastri.
Kemudian Vania keluar rumah setelah taksi yang di pesan untuknya sudah menjemput, dan tak butuh waktu lama Vania tiba di depan rumah Cahaya.
“Pak, tunggu sebentar ya.” Pinta Vania pada supir taksi.
“Assalamualaikum Ay, aku sekarang ada di depan rumahmu? Apa kamu bisa keluar.” Kata Vania melalui teleponnya.
“Waalaikumsalam, maaf Van. Aku kira kamu langsung datang ke butik Zire. Mm, kalau begitu kamu langsung ke sini saja ya. Ini aku juga baru sampai” Balas Cahaya di seberang sana dengan tak enak .
“Oh, ya sudah aku sekarang kesana, kamu tungguin aku, jangan masuk duluan.” Kata Vania.
“Oke,” jawab Vania
__ADS_1
Keduanya sama-sama mengakhiri panggilan. Setelah itu Vania langsung menuju butik Zire.
45 menit kemudian taksi yang membawa Vania tiba di depan butik Zire.
Cahaya yang melihat Vania turun dari taksi pun ikut turun dari mobilnya. Dalam hatinya, Cahaya bertanya-tanya kenapa Vania naik taksi.
----------
“Besok lusa Om Archie mau kan anter aku ke butik Zire”
“Iya. Jam berapa?”
“Jam 10,”
Seketika itu Archie langsung terbangun dari tidurnya. Archie langsung meraih ponsel yang ada di atas nakas.
Archie terkejut saat melihat 10x panggilan dari nomornya Vania.
“Ya ampun, kenapa aku sampai lupa kalau hari ini aku ada janji dengan Vania.” Gumam Archie sambil menepuk jidatnya.
Archie langsung turun dari tempat tidur, ia langsung masuk kamar mandi.
Setelah rapi, Archie langsung keluar kamar dan berjalan menuju parkiran.
Mobil pun berjalan dengan kecepatan cepat.
Setibanya di depan rumah Vania, Archie langsung menghubungi.
Sedangkan Vania yang sudah selesai membayar baju yang dibeli mendengar teleponnya berbunyi.
Ddrt…drttt…ddrttt
Panggilan dari pamannya, sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 11.
Vania pun menerima panggilan dari pamannya.
“Halo, Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
“Sayang, keluar dong aku sudah ada di depan rumah.”
__ADS_1
“Om Archie pulang saja. Aku tidak ada di rumah.”
Archie terkejut mendengar ucapan Vania yang terdengar ketus di telinganya.