
Vania menarik satu sudut bibirnya tanpa mengalihkan tatapan matanya pada Archie, pada pria yang enam bulan ini sudah menjadi suaminya. Ya, saat ini pernikahan Archie dan Vania sudah berjalan enam bulan.
Dengan sangat hati-hati Archie membawa Vania masuk ke dalam kamar.
“Sayang, jangan lupa bersihkan badan, ganti baju lalu tidur.” Ucap Archie mengingatkan.
“Mas, kamu temani aku tidur ya?” Ucap Vania yang terdengar manja.
“Baiklah, kalau begitu mas bersihkan badan dan ganti di kamar mandi luar.” Ucap Archie sambil mengecup bibirnya.
Vania kembali menatap suaminya beberapa detik, lali setelah itu dia beranjak masuk ke kamar mandi. Sedangkan Archie beranjak keluar kamar.
----------
Sedangkan di tempat Imut tersenyum saat melihat suaminya sibuk dengan laptopnya, lalu ia berkata.
“Mas, besok kita balik ke kota saja ya? Kasihan nona Vania kalau bolak-balik apartemen ke toko. Apalagi nona Vania sedang hamil anak kembar.
Rey terdiam sejenak…
“Sepertinya aku akan semakin di buat sibuk dengan kerjaan, belum hamil saja sudah posesif apalagi saat ini nona Vania hamil anak kembar, pasti posesif nya semakin tak terkontrol.” Batin Rey.
Imut yang melihat suaminya tiba-tiba bengong pun ia sentuh telapak tangannya.
“Mas Rey kok diam?” Tanya Imut.
Rey tersenyum sambil menatap wajah istrinya.
“Sayang, mas boleh minta satu hal sama kamu?” Tanya Rey dan di angguki oleh Imut.
“Setibanya di kota mas ingin kita tinggal di rumah mama.” Ucap Rey.
__ADS_1
Imut terdiam lalu berkata, “Seandainya kita tinggal bersama Mama Papa lalu Ibu gimana mas?” tanya Imut bersedih.
Rey pun menggenggam tangan Imut lalu menjawab pertanyaannya.
“Bukannya mas tidak mau tinggal bersama Ibu, ini semua kemauan Ibu. Semalam Ibu bicara sama mas kalau Ibu akan tinggal dan merawat nona Vania. Apalagi nona Vania hamil kembar dan_” ucap Rey sejenak tidak melanjutkan.
“Dan apa mas?” tanya Imut.
“Nona Vania seringkali sesak nafas. Makanya itu Ibu memilih tinggal bersama nona Vania daripada kita.” Ucap Rey menjelaskan.
Imut terdiam, ia begitu terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh suaminya.
“Kamu jangan marah sama Ibu ya? Ini Ibu lakukan karena janjinya Ibu kepada kedua almarhum orang tua nona Vania. Dan jangan punya pikiran kalau Ibu tidak sayang sama kamu.” Ucap Rey sambil menggenggam erat telapak tangannya.
Imut tetap diam, ia masih tidak terima karena Ibunya memilih tinggal bersama orang lain yang notabennya anak dari majikannya dari pada anak kandungnya sendiri.
Imut menghela nafas panjang, “Ya sudah kalau memang Ibu lebih memilih tinggal bersama nona Vania. Setidaknya aku masih bisa sering bertemu dengan Ibu.”
----------
Vania tertidur dengan tidak tenang. Di saat matanya baru terpejam. Vania menangis dan mengigau di mana dia harus pergi meninggalkan keluarganya untuk selamanya.
Archie yang mendengar istrinya mengigau pun terbangun.
“Sayang…. Sayang….” Panggil Archie sambil menepuk-nepuk pipinya.
Seketika itu Vania membuka mata, tubuhnya penuh keringat, dadanya naik turun merasakan jantungnya berdegup ketakutan.
Hanya gara-gara mimpi membuat Vania menangis dan mengigau. Di saat Vania teringat mimpinya itu, Vania langsung memeluk suaminya dengan erat.
“Apa begitu indah mimpi mu sampai kamu menangis.” Ucap Archie menghibur.
__ADS_1
Sesaat Vania melonggarkan pelukannya lalu memandang wajah suaminya yang sedang tersenyum.
Cup…
Seketika itu Archie mengecup bibirnya.
“Anggap saja Bungan mimpi, jangan terlalu di pikirkan. Ayo bangun terus kita sholat berjamaah.” Ucap Archie.
Vania mengangguk, lalu beranjak ke kamar mandi dan lima belas menit kemudian mereka melakukan sholat subuh.
----------
Setelah sarapan, Archie pamit ke kantor, sementara itu Vania ke toko karena Vania tidak ingin Novi sendirian.
“Ayo, mas antar kamu ke toko setelah itu mas ke kantor.” Ajak Archie. Setelah itu Archie dan Vania beranjak turun ke bawa.
“Nanti jangan terlalu lelah, siang mas akan datang ke toko mau di bawakan apa?” tanya Archie saat perjalanan menuju toko.
“Mm, aku pengen makan ikan bakar gurami sama sambalnya yang pedas.” Ucap Vania sama membayangkan.
“Baiklah, nanti mas bawakan ikan bakar gurami sama sambal tapi gak boleh banyak makan sambalnya, ingat di perutmu sekarang ada anak kita.” Balas Rey sambil mengingatkan Vania.
Vania mengangguk, tiba-tiba ponselnya berdering. Vania tersenyum saat melihat siapa yang sudah menghubunginya.
“Hai bumil. Aku sekarang ada di depan toko mu. Tapi kata si mbak yang jaga kamu gak tinggal di rumah kamu terus kamu sekarang tinggal di mana.” Sapa Cahaya sambil marah-marah yang di buat di seberang sana. Vania pun menjauhkan ponselnya dari telinganya.
“Maaf! Aku memang tidak tinggal di rumah aku. Kenapa kamu gak bilang kalau kamu mau datang ke rumah? Sekarang kamu masuk saja ke dalam toko, kamu tunggu aku, sebentar lagi aku tiba.” Balas Vania lalu mematikan panggilannya dengan Cahaya.
“Teman kamu?” tanya Archie.
“Iya, mas… untung hari ini aku tidak ada jadwal kuliah.” Balas Vania tersenyum.
__ADS_1
Sementara di dalam toko, Cahaya banyak bercerita kepada Novi tentang persahabatannya.