Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 40 : Penjelasan


__ADS_3

Setelah menjelaskan semua tentang dirinya kepada Vania kenapa dia harus pergi ke negara L tanpa memberitahu yang sebenarnya, Archie menawarkan diri untuk mengantarkan pulang.


“Aku akan mengantarkan kamu pulang.” Ucap Archie. Sedangkan Vania hanya diam sambil mengangguk.


“Tunggulah sebentar, aku akan pamit sama mereka.” Perintah Archie sambil mengarah ke karyawan cafe.


Vania kembali mengangguk. Entahlah, Vania bisa menerima penjelasan dari pamannya atau tidak.


Vania memilih keluar dari cafe dengan sedikit lesu dan dalam hati Vania merasa bersalah karena sudah memblokir kontak pamannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Vania pun merasa tak tenang. Ia pun menengok ke arah Archie yang terlihat sedang berbincang dengan salah satu karyawan cafe, entah apa yang dia bicarakan.


“Ayo aku antar kamu pulang.” Ajak Archie lalu menggandeng tangan Vania. Archie membukakan pintu mobil bagian depan seketika itu Vania masuk kedalam mobilnya.


Setelah Vania masuk dan duduk dengan pandangan tertuju ke depan dengan perasaan yang tidak bisa di artikan. Vania terkejut ketika melihat wajah yang begitu dirindukan tepat berada di depannya dan setelah itu Archie memasangkan seatbelt.


“Sekarang kamu tinggal di mana? Om akan mengantarkan kamu sampai rumah mu?” tanya Archie.


“Aku sekarang tinggal di jalan xx no 102. Tempatnya juga tidak jauh-jauh amat.” Jawab Vania dengan lirih.


Archie pun langsung mengemudikan mobilnya menuju jalan xx sesuai yang di katakan Vania.


Sepuluh menit kemudian mobil Archie tiba di depan rumahnya.


“Ini rumahmu?” tanya Archie.


Vania mengangguk, “Iya, aku sama Mbak Lastri sekarang tinggal di sini.”

__ADS_1


“Kalau itu toko siapa?” tanya Archie lagi.


“Oh itu, toko itu milik anaknya Mbak Lastri.” Jawab Vania berbohong.


Sedangkan di dalam hati Archie berharap Vania akan menyuruhnya mampir.


“Om Archie kalau mau mampir silahkan.” Ucap Vania dan seketika itu Archie tersenyum senang karena sudah di suruh mampir.


Dan setelah itu Archie dan Vania turun dari mobil. Vania langsung membawa Archie masuk kedalam rumahnya.


----------


Sementara itu di tempat lain Ayah Pras sedang berbicara lewat telepon dengan Vely. Ayah Pras menceritakan semua tentang Vania dan Archie. Selama 8 bulan ini Archie tidak memberitahu ke Vania kalau dia kecelakaan, dan selam 8 bulan Vania yang sudah tidak tinggal di rumahnya yang dulu.


“Ayah dengar dari mana kalau Vania menjual rumah peninggalan almarhum mas Dhani?”


“Coba waktu itu Archie jujur sama Vania tentang kondisinya mungkin Vania tidak akan menjual rumah itu dan pergi, dan pasti saat ini mereka berdua sudah bahagia.”


“Ayah juga berpikir seperti itu, tapi gimana lagi, nasi sudah jadi bubur.”


“Iya Ayah! Semoga secepatnya mereka menemukan keberadaan Vania?”


“Aamiin…”


“Sekarang sudah larut malam lebih baik Ayah sekarang istirahat biar pas Archie menemukan Vania, Ayah dalam keadaan sehat sehat saja.”


“Iya, semoga. Salam buat cucu Ayah dan suami mu.”

__ADS_1


“Iya Ayah nanti aku sampaikan ke mereka berdua.”


Keduanya pun sama-sama memutuskan sambungan teleponnya.


----------


“Apa kabar Mbak.” Sapa Archie saat bertatapan di depan pintu.


“Alhamdulilah kabar baik mas? Kabar mas Archie gimana? Lama tidak main ke rumah?” tanya Mbak sambil melirik Vania. Sedangkan yang di lirik tak merespon.


“Habis berobat ke negara L, Mbak.” Jawab Archie dengan santai.


“Mangkanya jarang main ke rumah? Mas Archie sakit apa kok sampai berobat ke negara L?” tanya Mbak Lastri yang semakin penasaran.


“Duduk dulu Om. Bu tolong temani Om Archie dulu. Aku mau ke belakang sebentar.”


Setelah kepergian Vania ke belakang, Mbak Lastri duduk menemani Archie. Mereka berdua pun berbincang-bincang.


“Maafkan saya Mbak. Waktu itu saya asal asal pergi saja. Padahal niat hati tidak ingin membuat Vania sedih, eh malah sebaliknya.”


“Kalau boleh tau, sebenarnya mas Archie sakit apa?”


“Sebenarnya waktu itu saya mengalami kecelakaan dan terdapat luka di bagian lutut, karena di negara L waktu itu kantor cabang juga ada masalah, saya langsung berangkat ke negara L.”


Beberapa menit kemudian Vania keluar sambil membawa 3 gelas minuman.


“Silahkan di minum Om.”

__ADS_1


Archie tersenyum saat melihat minuman apa yang Vania buat untuknya apalagi di tambah Vania yang begitu ramah dengannya.


__ADS_2