Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 53 : Makan Malam


__ADS_3

Archie dan Vania turun dari mobil tepat di parkiran basemen apartemen dan setelah itu mereka masuk kedalam lift. Tiba di lantai 20 tiba-tiba ponsel Archie bergetar berkali-kali membuat Archie segera merogoh saku celananya.


“Sayang, aku terima telepon dulu ya?” Archie pun meminta ijin kepada istrinya untuk mengangkat telepon.


“Iya mas.” Vania menjawab dengan lemah lembut.


Archie langsung memberikan kantong belanjaannya, Vania langsung menerima kantong belanjaan dari tangan Archie.


Setelah itu Vania langsung membawa belanjanya ke dapur. Ia pun langsung menata sesuai tempatnya.


Setelah mengakhiri panggilannya, Archie langsung mendekati Vania yang sedang sibuk menata belanjanya.


“Sayang.” Panggil Archie.


Vania menoleh ke arah suaminya dan menghentikan pekerjaannya.


“Malam ini Ayah mengajak kita makan malam di restoran western. Apa kamu bisa?” tanya Archie.


“Tentu saja aku bisa mas. Jam berapa kita kesana?” Vania bertanya balik.


“Kata Ayah jam 19.00 kita harus sampai sana. Oh ya, Ayah tadi juga bilang sama mas katanya besok pagi-pagi mau balik ke kota T.” Ucap Archie memberitahu.


Vania terkejut saat mendengar kalau ayah Pras akan kembali ke kota T besok. Dalam hati Vania bertanya apakah ayah Pras belum bisa menerima Vania sebagai menantunya.


“Sayang kok melamun sih?” tanya Archie saat melihat Vania yang tiba-tiba diam.


“Ah tidak apa-apa mas, sekarang sudah jam 16.45, mending mas mandi dan siap-siap biar kita bisa on time sampai sana.” Ucap Vania sambil tersenyum.


 

__ADS_1


Mobil yang di kendarai Archie berhenti tepat di depan restoran western.


Sedangkan waktu masih menunjukkan pukul 18.50 sesuai kesepakatan mereka harus tiba di restoran sebelum jam 19.00. Archie turun dari mobil setelah pintu di buka oleh penjaga restoran. Archie langsung menggandeng tangan Vania lalu mengajaknya masuk kedalam restoran tersebut.


“Selamat malam Tuan dan Nyonya? Bisa saya bantu, reservasi atas nama siapa?” tanya salah satu pelayan dengan sopan.


“Selamat malam. Reservasi atas nama Bapak Pras.” Jawab Archie dengan sopan juga.


Karyawan restoran tersebut langsung membawa dan mengantarkan Archie dan Vania ke lantai 2.


Setibanya di lantai 2 ruang VIP tiba-tiba jantung Vania berdebar dan gugup saat melihat keberadaan ayah Pras.


Ayah Pras tersenyum saat melihat kedatangan anak dan menantu. Ayah Pras menyambutnya dengan bahagia.


“Sini nak duduk dekat Ayah.” Pinta Ayah Pras.


Vania terkejut saat mendengar ayah Pras memintanya duduk di sampingnya. Vania pun meminta ijin kepada Archie. Archie langsung mengangguk.


Kini, Vania duduk di samping Ayah Pras, sedangkan Archie di samping asisten Haris. Mereka berempat menikmati kebersamaan saat makan malam sambil mendengarkan alunan musik yang begitu enak di dengar.


Usai makan malam, ayah Pras mengajak Vania berbincang-bincang. Sedangkan Archie langsung mengajak asisten Haris pindah ke meja yang lain agar Archie bebas bertanya-tanya tentang kondisi perusahaan yang ada di kota T.


“Besok pagi ayah sama Haris harus balik ke kota T. Ayah akan kembali saat acara resepsi pernikahan kalian berdua. Ayah juga berharap kamu mau ikut suami mu ke kota T. Ayah ingin mengenalkan kamu dengan saudara-saudara ayah yang ada di sana.” Ucap ayah Pras dengan lembut.


Vania mengangguk sambil tersenyum senang saat mendengar ayah Pras akan mengenalkan dia dengan keluarga yang ada di sana.


“Iya Yah. Ayah sama pak Haris hati-hati di jalan, jangan lupa kasih kabar kalau sudah tiba di kota T.


Archie mengulas senyum senang saat melihat istrinya sudah tidak canggung saat bicara dengan ayahnya dan nampak terlihat santai.

__ADS_1


Tak berselang lama, dua pelayan wanita menghampiri sambil membawa pesanan penutup makan malam yang di pesan.


“Terima kasih.” Ucap Vania dan ayah Pras bersamaan. Dua pelayan wanita tersebut mengangguk dan setelah itu undur diri.


“Ayah makan dulu untuk penutup makan malamnya, saya akan memanggil mas Archie sama Pak Haris.” Pinta Vania sambil berdiri dari duduknya.


Vania langsung beranjak dan berjalan mendekati meja Archie yang sedang ngobrol dengan asisten Haris.


“Mas Pak, ayo balik ke meja. Sudah di tunggu sama Ayah.” Ajak Vania.


Archie dan asisten Haris mengangguk dan mengiyakan sambil tersenyum.


Langkah Archie tiba-tiba berhenti, ia pun tak percaya akan bertemu dengan Azam sahabat istrinya.


“Kenapa kamu ada di sini? Jangan-jangan kamu ikuti kita kemana kita pergi?” tanya Archie dengan ketus.


“Kenapa dari kemarin Om Archie sensi banget kalau ketemu sama aku? Atau jangan-jangan Om Archie cemburu sama aku ya.” Ucap Azam sambil menggoda.


“Terserah. Intinya aku tidak suka kalau kamu dekat sama istriku.” Kata Archie lalu melenggang pergi melewati Azam dan di ikuti oleh asisten Haris.


Vania menghela nafas panjangnya.


“Maafkan suamiku. Aku harap jangan kamu ambil hati perkataannya. Aku permisi menyusulnya.” Kata Vania meninggalkan Archie.


Azam tersenyum senang saat melihat Vania menikah dengan laki-laki yang di cintanya.


“Semoga kalian berdua selalu bahagia.”


Sikap kekanak-kanakan Archie membuat Vania terkekeh dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2