Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 94 : Mie


__ADS_3

Saat ini Vania berada di dalam kamar. Ia langsung merebahkan badannya di atas kasur. Ntah, beberapa menit yang lalu ia merasakan perutnya melilit dan hilang begitu saja.


Mbak Lastri yang sedang membersihkan kamarnya pun melihat Vania yang tidak seperti biasanya langsung mendekat dan bertanya.


“Apa nona Vania baik-baik saja?” Tanya Mbak Lastri dengan rasa khawatirnya.


Vania meringis sambil tersenyum tak lupa ia juga mengusap perutnya saat merasakan tendangannya.


“Perutku tiba-tiba melilit, badan juga ikutan lemas Bu. Dan, tiba-tiba ingin mau buang air besar, terus beberapa menit lagi perut ini terasa lapar.” Balas Vania.


Mbak Lastri tersenyum sambil menatap Vania yang sejak tadi tidak berhenti mengelus perutnya.


“Apa perlu saya telepon mas Archie biar mas Archie segera pulang?” tanya mbak Lastri. Vania pun menggelengkan kepala.


“Enggak usah Bu. Hari ini mas Archie lagi banyak kerjaan. Aku tidak ingin mengganggunya. Oh iya Bu, bisa saya minta tolong?” ucap Vania. Mbak Lastri pun langsung mengangguk.


“Bisa nona? Mau minta tolong apa nona?” Jawab mbak Lastri dengan cepat.


“Minta tolong buatkan saya mie goreng pakai Lombok satu, dan jangan lupa di kasih telor juga ya Bu.” Ucap Vania tersenyum sambil membayangkan mie yang di minta.


“Tapi, nona.” Ucap mbak Lastri ragu.


“Enggak apa-apa Bu. Saya lagi pengen makan itu. Apa ibu mau lihat anak-anakku nanti kalau sudah keluar jadi anak ileran.” Ucap Vania dengan wajah melas.


Mbak Lastri pun menggelengkan kepala.


“Ya sudah ibu buatkan. Sekarang nona Vania rebahan saja di atas kasur, nanti kalau mienya sudah jadi saya bawa kemari.” Ucap mbak Lastri.


Mbak Lastri langsung keluar dari kamar Vania dan meninggalkan Vania di kamar sendirian. Dengan wajah panik mbak Lastri langsung menghubungi Archie dan meminta ijin untuk membuatkan mie untuk Vania yang sedang menginginkan nya.


Dan, tidak butuh waktu lama mbak Lastri langsung mendapatkan jawaban dari Archie. Mbak Lastri langsung membuat mie goreng sesuai yang Vania mau.


----------


Archie mengulum senyum saat tiba di depan rumah. Archie pun segera turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah.


Belum sempat salam, tiba-tiba Vania membuka pintu. Mata Vania membulat sempurna saat melihat suaminya berada di hadapannya.

__ADS_1


“Lho, mas Archie jam segini kok sudah pulang?” ucap Vania sambil menyalami tangan suaminya.


“Iya sayang, karena pekerjaan mas sudah selesai.” Ucap Archie sambil mengecup kening Vania lalu beralih ke perut Vania yang semakin besar.


Vania langsung menarik lengan Archie dan langsung masuk kedalam rumah.


Mbak Lastri tersenyum senang saat melihat Vania begitu manja dengan suaminya.


“Tuan, Nyonya, berbahagialah di sana, sekarang sudah ada yang menjaga dan melindungi nona Vania. Saya pun tenang kalau saya pulang kampung.”batin Mbak Lastri.


----------


Di tengah malam hari Vania terbangun dari tidurnya gara-gara perutnya lapar. Saat Vania membuka matanya, Vania langsung melihat wajah suaminya yang sedang tidur dengan lelap.


“Sayangku lapar lagi ya? Sabar ya sayang jangan sampai membuat ayah bangun dari tidurnya.” batin Vania sambil mengusap perutnya.


Dengan gerakan pelan-pelan Vania menyingkirkan tangan suaminya yang sedang memeluknya. Archie langsung membuka matanya saat merasakan gerakan.


Vania yang melihat suaminya terbangun pun merasa bersalah.


"Kamu mau kemana sayang?” tanya Archie lalu duduk.


"Aku lapar mas, aku pengen membuat mie." ucap Vania dengan santai.


Archie langsung melotot saat mendengar keinginan istrinya yang ingin makan mie.


"Sayang, bukannya tadi sudah makan mie? “ tanya Archie lagi.


Deg


“Kok mas Archie tau kalau tadi siang aku makan mie? Atau jangan-jangan Ibu tadi bilang sama mas Archie.” Batin Vania.


Vania pun langsung mengangguk saat Archie bertanya.


“Lebih baik makan nasi. Mas buatkan nasi goreng saja gimana?” ucap Archie merayu


Vania menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Aku tidak mau makan nasi goreng mas. Aku lagi pengen makan mie? Boleh kan mas?” Ucap Vania memohon.


Archie tetap menggelengkan kepalanya.


“Bukannya mas melarang kamu makan mie sayang, alangkah baiknya kamu makan nasi biar baby kita sehat.” Ucap Archie sambil memberikan pengertian kepada istrinya.


"Ayolah mas aku pengen makan mie. Aku janji ini yang terakhir." ucap Vania sambil memohon-mohon.


Archie yang tak tega melihat istrinya terus merengek pun beranjak dari kasur. Archie langsung keluar dari kamar untuk menuju dapur dan di ikuti Vania.


“Kamu duduk saja biar mas buatkan mienya.” Ucap Archie memberi perintah kepada istrinya.


Vania duduk di kursi yang dekat dapur, bola matanya pun menatap ke arah suaminya yang sedang membuatkan mie untuknya.


Tiba-tiba Vania meneteskan air mata. Vania teringat saat tengah malam lapar selalu di buatkan mie sama ibunya.


Flashback on…


“Lho, anaknya Ibu jam segini kok belum tidur?” tanya ibunya saat pulang dari kerja.


“Lapar? Ayah tidak pulang bareng Ibu?” tanya Vania celingukan mencari keberadaan ayahnya.


“Bareng! Ayah lagi parkir motor. Mau ibu buatkan mie campur telur?” ucap ibunya dan seketika itu Vania langsung mengangguk.


Beberapa menit kemudian mereka bertiga duduk sambil makan mie dan apalagi malam-malam di dukung dengan hujan yang turun begitu deras.


Selesai makan mereka bertiga masuk ke dalam kamar masing-masing.


Flashback of…


Archie yang selesai membuatkan mie pun langsung membawa di hadapan istrinya. Archie terkejut saat melihat wajah istrinya yang penuh air mata.


Archie langsung menaruh mie di atas meja lalu menangkup wajah istrinya.


“Kok nangis? Maaf klo sudah menunggu lama.” ucap Archie sambil mengusap air mata Vania.


Vania menggelengkan kepala lalu memeluk Archie begitu erat. Archie pun membalas pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2