Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 46 : Panggilan Mas


__ADS_3

“Ya ampun mas, aku sampai lupa kasih kabar ke bu Lastri kalau aku sekarang ada di apartemen mas.” Vania menepuk jidatnya sendiri.


“Aduh sayang, kamu tuh ya bikin aku kaget saja, kebiasaan bikin jantung ku mau copot. Sana kamu hubungi Mbak Lastri dulu, dan kasih tau kalau kamu sekarang ada di apartemen ku.” Saran Archie.


“Maaf.. maaf, tidak ada niat bikin jantung mas copot kok.” Ucap Vania cemberut.


“Sudah sana ga usa cemberut gitu. Mas mau tidur lagi, kepala mas pusing.” Ucap Archie sambil memijit pelipisnya karena kepalanya terasa berat.


Setelah itu Vania mengambil ponselnya di dalam tas dan langsung menghubungi Mbak Lastri atau Imut. Karena keduanya tidak ada yang mengangkat panggilan darinya, Vania mengetik pesan dan mengirimkan pesan ke Mbak Lastri dan Mbak Imut.


“Assalamualaikum Bu Lastri. Maaf aku baru kasih kabar ke Ibu kalau saat ini aku ada di apartemen Om Archie.”


“Assalamualaikum. Maaf Mbak aku baru kasih kabar. Maaf aku tidak bisa bantuin kamu packing packing. Tolong kasih tau ke Ibu juga ya Mbak kalau aku sekarang ada di apartemennya Om Archie.”


Dan seketika itu Vania menerima balasan dari Imut.


“Iya Mbak nanti saya sampaikan ke Ibu. Ngomong-ngomong Mbak Vania enggak pergi ke kampus? Terus nanti pulang jam berapa biar aku kasih tau ke Ibu juga.”


“Hari ini aku tidak ada jam kuliah Mbak. Om Archie sekarang sakit. Aku juga tidak tau pulang jam berapa.”


“Ya sudah Mbak nanti aku sampaikan ke Ibu. Mbak hati-hati kalau pulang malam.”


“Iya Mbak, terima kasih.”


Selesai mengiri dan saling membalas pesan ke Imut Vania memasukkan ponselnya kedalam tas. Vania berjalan mendekat ke ranjang dimana pamannya terlihat tidur.


Tangan Vania terulur untuk mengecek apakah pamannya masih demam atau sudah turun.


“Alhamdulilah turun juga demamnya.” Vania menghela nafasnya.

__ADS_1


Sementara itu asisten Rey yang dalam perjalanan pulang ke rumah tiba-tiba menerima panggilan dari Pak Pras agar malam ini ia menjemputnya di bandara.


Asisten Rey terpaksa mengurungkan niatnya untuk istirahat cepat. Ia pun langsung menghubungi Ibunya dan memberitahu kalau malam ini ia tidak tau pulang jam berapa.


----------


Sementara di bandara Pak Pras sedang menunggu jemputan asisten Rey.


Beberapa menit kemudian nampak mobil berhenti di depannya. Asisten Rey langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Pak Pras. Dengan hati-hati beliau mulai duduk di kursi tengah dan di temani asisten Haris. Tubuhnya yang sudah tua rentang sakit berharap agar Archie dan Vania segera menikah dan memberikan cucu untuknya.


Dan setelah itu asisten Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang demi kenyamanan Pak Pras dan asisten Haris yang sudah usia.


“Rey apa benar Vania sudah memaafkan anakku?” tanya Pak Pras.


“Maaf Tuan, untuk soal itu saya belum tahu karena setahu saya pak Archie cerita kalau nona Vania masih diam saja. Tapi, seperti yang saya dengar dari pak Wahyu tadi pagi nona Vania datang ke apartemen Pak Archie dan nona Vania juga bilang ke Pak Wahyu kalau dia yang akan merawat Pak Archie selama sakit.” Ucap asisten Rey dengan hati-hati.


“APA! Jadi, sekarang mereka tinggal berduaan di apartemen Archie?” tanya Pak Pras dengan ekspresi terkejut.


“Rey bisa cepat sedikit gak, aku takut mereka akan melakukan hal-hal yang tidak saya inginkan.” Ucap Pak Pras.


Sedangkan asisten Haris tersenyum sambil geleng-geleng saat mendengar kekhawatiran tuannya.


“Baik Tuan.” Jawab Rey.


Setelah mendapat perintah dari tuannya, Rey langsung menambahkan kecepatan mobilnya menuju apartemen Archie.


Sedangkan di apartemen Archie, Mbak Lastri dan Imut datang ke apartemen sambil membawa sup ayam kesukaan Archie.


Ting tong…. Ting tong….

__ADS_1


Vania yang mendengar suara bel pun beranjak dari duduknya dan berjalan untuk membuka pintu.


“Ibu Mbak Imut.” Vania terkejut saat melihat Mbak Lastri dan Imut.


“Maaf nona, saya datang kemari karena saya denger klo mas Archie sakit, dan katanya nona Vania sendiri yang akan merawatnya.” Ucap Mbak Lastri.


“Iya Bu, aku sendiri yang akan merawat.” Jawab Vania.


“Nona Vania harus ingat kalau nona Vania tidak boleh kelelahan.” Ucap Mbak Lastri mengingatkan kembali ke beberapa tahun yang lalu.


“Iya Bu, maaf kalau aku sampai lupa. Sekali lagi terima kasih karena Ibu dan Mbak Imut datang kemari. Jadinya kita bertiga bisa merawat mas Archie.” Ucap Vania senang.


Archie mendengar suara yang tidak asing pun keluar dari kamarnya. Dengan wajah pucat Archie mendekati ketiga wanita yang sedang ngobrol. Di


“Mbak Lastri juga datang?” ucap Archie sehingga mereka bertiga langsung menoleh.


Vania langsung mendekat ke arah Archie lalu menuntunnya untuk duduk di sofa.


Mbak Lastri dan Imut pun mengikutinya. Kini mereka berempat duduk di sofa. Tak lama kemudian Mbak Lastri ijin untuk memakai dapurnya.


Lima belas menit kemudian Mbak Lastri kembali ke ruang tamu.


“Ayo kita makan dulu.” Ajak mbak Lastri.


Kini mereka berempat duduk di meja makan. Archie yang melihat sayur sup dan rendang daging pun tergoda.


“Ayo mas, makan yang banyak biar cepat sembuh.” Ucap Mbak Lastri sambil senyum-senyum.


“Tuh benar kata Bu Lastri mas, makan yang banyak biar cepat sembuh. Katanya mau cepet-cepet nikahin aku.” Ucap Vania keceplosan.

__ADS_1


Mbak Lastri dan Imut yang mendengar ucapan Vania sontak matanya menatap Vania dan meminta penjelasan maksud dari ucapannya itu. Archie yang melihat keterkejutan Mbak Lastri dan Imut langsung menjelaskan.


“Memang benar yang dikatakan Vania Mbak? Aku akan menikah Vania dalam waktu dekat ini.” Ucap Archie dengan tegas.


__ADS_2