Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 72 : Mondar-mandir


__ADS_3

Vania bangun pagi seperti biasanya. Vania menggeliat merenggangkan otot-ototnya. Saat membuka matanya Vania tersenyum melihat wajah suami tercinta masih tertidur lelap. Vania langsung turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


Lima belas menit kemudian Vania keluar dari kamar mandi. Vania begitu senang saat melihat suaminya sudah bangun dari tidurnya dan saat ini sedang duduk di tepi ranjang.


“Pagi mas…” sapa Vania dengan lembut.


“Pagi juga sayang…” balas Archie.


“Kita sholat berjamaah ya. Tungguin mas.” Ucap Archie turun dari tempat tidur.


Kini mereka berdua melakukan sholat. Tak lupa keduanya memanjatkan doa.


Setelah itu Vania menyiapkan baju kerja milik suaminya.


“Mas, baju kerjanya aku gantung di depan lemari ya. Vania mau bantu Ibu Lastri nyiapin buat sarapan. Nanti kalau sudah siap aku panggil mas.” Ucap Vania lalu beranjak dari kamarnya dan menuju dapur.


Setibanya di dapur, Vania tersenyum senang melihat sahabatnya sedang bercengkrama dengan mbak Lastri. Keduanya terlihat begitu bahagia.


“Selamat pagi semuanya…” sapa Vania pada sahabatnya dan mbak Lastri yang tengah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan.


Cahaya dan mbak Lastri menoleh lalu membalas.


“Selamat pagi, Van….”


“Selamat pagi nona…”


Cahaya dan mbak Lastri menjawab kompak. Cahaya tersenyum saat melihat perut Vania terlihat buncit.


Vania berjalan mendekat ke sahabatnya lalu berkata.


“Ay, nanti siang gak papa ya aku tinggal ke kampus?” Tanya Vania sambil menatap wajah Cahaya yang begitu senang.

__ADS_1


“Iya gak papa, tapi maaf kalau nanti sore aku harus ke rumah budhe, semalam budhe menghubungi ku.” balas Cahaya.


“Yaah, pasti kamu gak bakal tidur di rumahku lagi kan?” tanya Vania sendu.


“Hehehe, maaf ya… tapi aku janji akan main ke sini lagi kok, kan masih ada lima hari lagi sebelum aku balik ke kampung halaman ku.” Balas Cahaya sambil menggenggam tangan Vania.


“Wah, ternyata kalian sudah pada sibuk di dapur. Maaf aku terlambat bangun.” Ucap Vania malu-malu lalu memandang jam dinding menunjukkan pukul enam.


Mereka bertiga langsung mengangguk menyetujui ucapan Imut. Maklum pengantin baru bawaannya kesiangan melulu.


“Oh iya mbak. Apa nanti siang mbak Vania ada jam kuliah?” tanya Imut.


Belum sempat menjawab pertanyaan Imut, Vania mendengar suaminya yang sedang memanggil-manggil namanya.


“Sayang… sayang…” panggil Archie saat keluar dari kamar.


“Aku ada di dapur mas.” Jawab Vania sambil mencuci tangannya lalu beranjak dari dapur.


“Maaf. Aku sudah lapar sayang.” Keluh Archie langsung memegang perutnya.


“Mas mau makan yang berat-berat atau roti?” tanya Vania dengan lembut.


“Aku mau sarapan roti isi keju saja sayang.” Balas Archie sambil menyesap kopi.


“Nanti siang kamu ada jam kuliah gak, sayang?” tanya Archie.


“Iya mas, nanti siang aku ada kuliah. Ada beberapa tugas yang harus dikumpulkan hari ini, kemungkinan kuliahku hari ini sampai jam tujuh malam.” Jawab Vania sambil menyodorkan roti.


“Makasih sayang…” balas Archie sambil menerima roti dari tangan Vania.


“Duh, kalian berdua bikin jomblowati ini meronta-ronta.” Ucap Cahaya saat lihat sahabatnya sedang melayani suaminya di meja makan.

__ADS_1


Cahaya dan mbak Lastri langsung menata semua masakan di atas meja makan.


Sementara Imut sedang mencuci semua perlengkapan kotor.


Beberapa menit kemudian semuanya sudah duduk di meja makan kemudian menikmati sarapannya.


----------


Berjalan mondar-mandir di depan pintu atasannya membuat sekertaris Archie di ambang kebingungan. Asisten Rey yang melihat seketika itu langsung mendekat.


“Sekertaris Emma…” panggil asisten Rey.


“Eh, Pak Rey.” Balas sekertaris Emma dengan gugup.


“Kenapa sekertaris Emma dari tadi mondar-mandir di depan ruangan Pak Archie?” tanya asisten penuh selidik.


“Anu.. em.. anu Pak, sebenarnya saya mau ijin pulang lebih awal karena barusan saya dapat telepon dari orang rumah kalau ibu saya masuk rumah sakit.” Ucap Emma dengan gugup dan menjelaskan semuanya kepada asisten Rey.


“Ya sudah, sekertaris Emma pulang saja, biar saya yang akan menyampaikan ini kepada Pak Archie.” Ucap asisten Rey yang memberi ijin.


“Tapi, Pak… apa gak papa kalau nanti pak Archie mencari saya.” Balas Emma.


“Aku yang akan bertanggung jawab, lagian hari ini tidak ada jadwal meeting kan?” tanya Archie


Emma menggelengkan kepala. “Tidak ada, Pak. Hari ini Pak Archie hanya menyelesaikan dokumen-dokumen saja, Pak.” Jawab Emma.


“Ya sudah kamu bereskan semuanya dan siap-siap pulang, saya akan masuk ke ruangan Pak Archie dan akan memberi tahu kepada Pak Archie kalau kamu pulang lebih awal. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Ibumu.” Ucap asisten Rey.


“Terima kasih banyak, Pak.” Balas Emma lalu beranjak ke meja kerjanya dan segera membereskan.


Sedangkan asisten Rey masuk kedalam ruangan Archie dan memberi tahu kalau sekertaris Emma ijin pulang awal.

__ADS_1


__ADS_2