
Pagi sudah mulai menyapa tapi Archie masih terlelap dalam tidurnya. Kemudian ia mulai terganggu dengan deringan ponsel miliknya yang berkali-kali.
Dengan kepala pusing dan badannya lemas Archie mengangkat.
“Halo, Pak! Bisa minta tolong bapak naik ke apartemen saya.” Ucap Archie dengan suara seraknya.
“Baik, Pak! Saya akan segera naik.” Jawab sang supir dengan panik.
Tidak membutuhkan waktu yang lama supir yang bertugas pun menekan tombol bel apartemen atasannya.
Dengan badan lemas, kepala pusing Archie berjalan untuk membuka pintu.
“Bapak sakit?” tanya sang supir.
“Pak, tolong kamu hubungi asisten Rey untuk menghendle pekerjaan yang ada di kantor, dan tolong sampaikan ke dia kalau saya baik-baik saja.” Pinta Archie.
Dan beberapa menit kemudian ponsel Archie berdering. Sang supir yang saat ini memegang ponsel milik atasannya pun mengangkat setelah dapat anggukan dari atasannya.
“Halo…” jawab sang supir dengan gugup.
“Halo, maaf ini siapa ya?” tanya Vania diseberang sana.
“Maaf nona, saya supir yang bertugas untuk menjemput Bapak! Tapi sepertinya bapak sedang sakit.” Jawab sang supir dengan hati-hati.
Vania yang mendengar pamannya sakit langsung mematikan ponselnya dengan sepihak.
“Siapa pak yang telepon?” tanya Archie dengan suara seraknya.
“Di layar tadi tertera nama My Lovely, Pak!” jawab sang supir
“Jangan lupa untuk menghubungi asisten Rey ya pak.” Ucap Archie mengingatkan kembali.
__ADS_1
Dan tak selang beberapa menit ponselnya tersambung dengan asisten Rey.
“Halo, maaf pak Rey ini saya Wahyu supir yang ditugaskan untuk menjemput pak Archie.” Ucap sang supir.
“Iya pak, kenapa sampai jam segini belum sampai kantor? Padahal satu jam lagi Pak Archie ada meeting.” Ucap asisten Rey.
“Beliau sedang sakit pak, kata beliau pak Rey di suruh menggantikan meeting.” Ucap supir.
“Sakit? Dimana pak Archie sekarang? Apa dia baik-baik saja?” Tanya asisten Rey khawatir.
“Iya pak, beliau sekarang sedang istirahat di kamar. Sudah dulu ya pak, saya akan membawa pak Archie ke rumah sakit.” Jawab supir.
Tak lama kemudian bel berbunyi sang supir pun langsung membukakan pintu. Wahyu pun beranjak membuka pintu.
“Dimana Om Archie, Pak?” tanya Vania panik.
“Beliau ada di kamar nona.” Jawab sang supir.
“Terima kasih, Pak.” Jawab Vania lalu berjalan menuju kamarnya.
Di saat bersamaan dengan Vania masuk kamarnya Vania melihat pamannya yang hampir jatuh pun berlari dan menangkap tubuh Archie.
Archie tersenyum saat melihat wajah Vania yang panik ada di depan matanya.
“Om mau ke mana?” tanya Vania.
“Aku mau ke kamar mandi.” Jawab Archie dengan suara seraknya.
“Sini, biar aku yang memapah Om Archie untuk ke kamar mandi.” Ucap Vania.
Archie menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Tidak usa sayang, minta tolong panggilkan Wahyu saja, biar dia yang membantu ku masuk ke kamar mandi.” Pinta Archie.
“Baiklah kalau itu maunya Om Archie, aku akan memanggil pak Wahyu, tolong Om Archie tunggu di sini aja jangan masuk dulu sebelum pak Wahyu datang.” Ucap Vania lalu keluar kamar untuk memanggil pak Wahyu.
Vania pun mencari keberadaan pak Wahyu yang sedang memasak air.
“Pak Wahyu bisa minta tolong bantuin Om Archie untuk ke kamar mandi?” ucap Vania dengan lembut.
“Bisa nona! Minta tolong teh nya nona Vania aduk ya?” ucap pak Wahyu dan di anggukan oleh Vania.
Sementara itu asisten Rey yang sedang memimpin meeting bulanan pun tidak tenang.
“Sepertinya Pak Archie benar-benar kelelahan. Kira-kira nona Vania sudah tau belum ya?” Batin Rey di sela-sela mendengarkan bagian pemasaran sedang melaporkan laporannya.
Asisten Rey pun memainkan jari-jarinya di atas meja karena memikirkan keadaan atasannya.
Sedangkan seluruh karyawan yang ada di ruang meeting pun berbisik-bisik saat melihat wajah asisten Rey tidak begitu menyimak dan cenderung kebingungan.
Dari ekspresi wajah semua karyawan sedang menatap ke arah asisten Rey membuat sekertaris Dino memanggilnya.
“Pak Rey..” panggil sekertaris Dino sambil menepuk lengannya dan seketika itu asisten Rey membuka suara.
“Maaf karena saya memikirkan kondisi pak Archie yang saat ini sedang sakit, untuk meeting kali ini saya akhiri sampai di sini dan kita akan adakan jadwal ulang.” Ucap asisten Rey kemudian meninggalkan ruang meeting dan di susul oleh sekertaris Dino.
“Apa pak Rey akan datang menjenguk pak Archie?” tanya sekertaris Dino.
“Tidak! Saya akan menghubungi nona Vania dan memberitahu kalau pak Archie sedang sakit.” Jawab asisten Rey.
Sekertaris Dino pun terdiam dan bertanya dalam hati siapa nona Vania yang di maksud oleh asisten Rey.
Asisten Rey sedikit melirik saat melihat sekertaris Dino terdiam saat mendengar nama Vania.
__ADS_1
“Nona Vania itu calon istrinya pak Archie. Makanya dari itu pak Archie menempatkan kamu untuk menjadi sekertarisnya karena pak Archie tidak mau ada wanita di lantainya.
Sekertaris Dino mengangguk dan faham apa yang barusan asisten Rey katakan.