Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 11 : Kebakaran Berujung Kematian


__ADS_3

“Assalamualaikum, Vania pulang Mbak.” Teriak Vania sambil membuka pintu. Vania heran biasanya mbak Lastri selalu menyambutnya.


Via melangkah masuk ke dalam rumah. Vania kaget saat melihat mbak Lastri tiba-tiba keluar sambil menangis dan memegang ponsel.


“Lho, Mbak Lastri kenapa menangis?” Tanya Vania pada Lastri dengan heran lalu memeluk Mbak Lastri dengan nafas tersengal-sengal.


“Gimana caranya aku memberitahu ke nona Vania kalau orang tuanya sekarang mengalami kecelakaan di tempat kerjanya.” Batin Mbak Lastri dengan bingung.


Sedangkan Archie yang mendapatkan kabar langsung menuju tempat kerjanya.


25 menit kemudian Archie tiba di tempat di mana kedua kakaknya bekerja. Archie segera turun dari mobilnya.


“Gimana dengan semua pekerja yang ada didalam?” tanya Archie kepada salah satu karyawan yang memakai seragam pabrik itu.


Ia pun menggelengkan kepalanya sambil menangis tak percaya. Waktu itu semua pekerja tiba-tiba berlarian keluar untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.


Pemadam kebakaran berhasil mematikan api. Semua petugas mengevakuasi semua jasad korban yang meninggal akibat kebakaran.


Archie pun tak mengenali satu per satu jasad korban kebakaran itu.


 


Vania terjatuh pingsan saat mendengar kabar bahwa kedua orang tuanya meninggal akibat kebakaran di tempat kerjanya.

__ADS_1


“Apa! Ayah sama Ibu meninggal.” Ucap Vania dan seketika itu Vania menangis sejadi-jadinya.


“Om Archie bohong kan? Ayah sam Ibu tidak mungkin meninggalkan aku. Ayah sama Ibu sudah berjanji kalau mereka akan memberiku kejutan.” Ucap Vania sambil memukul dadanya Archie.


Archie semakin sedih saat melihat Vania yang menangis tersengal-sengal karena asmanya.


Vania tak percaya kalau kedua orang tuanya akan pergi secepat ini. Archie semakin mendekap Vania ke dalam pelukannya.


Dan tiba-tiba nafas Vania tersengal-sengal akibat asmanya pun di larikan ke rumah sakit karena tiba-tiba denyut jantungnya berhenti.


Archie semakin panik dan takut terjadi kenapa-napa sama Vania.


 


Azam dan Cahaya langsung menuju rumah Vania. Mereka berdua tidak percaya saat mendengar kabar bahwa kedua orang tua Vania meninggal.


Archie, Soni dan Veli keluar dari mobilnya. Semua tetangga langsung menyambut dan membawa jenazah orang tua Vania masuk ke dalam rumah.


Cahaya celingukan mencari keberadaan Vania dan Mbak Lastri yang tidak ada.


“Apa Vania sedang di kamarnya? Dia pasti terpuruk dan terpukul atas kepergian kedua orang tuanya.” Batin Vania.


“Kasihan Mbak Vania. Untung saja ada pria tampan yang selalu memenangkan meskipun pada akhirnya mbak Vania harus di larikan ke rumah sakit.” Ucap tetangga Vania.

__ADS_1


Cahaya pun mendekati tetangga Vania yang begitu prihatin dengan keadaan Vania saat ini.


“Maaf, Bu! Kalau boleh tahu, Vania di bawa ke rumah sakit mana ya, Bu?” tanya Cahaya pada mereka.


“Sepertinya dekat daerah sini saja, Mbak. Coba mbak tanya pria tampan itu. Pria itu yang membawa mbak Vania ke rumah sakit.” Ucap tetangga Vania sambil menunjuk Archie.


“Maaf, Pak Archie. Kita harus segera memakamkan jenazah almarhum bapak dan ibu Dhani.” Ucap Ustadz.


Archie pun memutuskan agar jenazah kedua kakaknya segera di makamkan tanpa menunggu Vania.


“Baik Pak Ustad. Segerakan.” Jawab Archie sambil menitikkan air matanya.


Tak lama kemudian jenazah kedua orang tua Vania di makamkan. Saat jenazah kedua orang tua Vania di masukkan ke dalam kubur. Tiba-tiba Veli pingsan dan Soni langsung menangkapnya.


Selesai memakamkan jenazah kedua orang tua Vania, semua tetangga maupun teman kantor satu per satu meninggalkan tempat pemakaman. Archie, Soni, Veli dan Mbak Lastri masih tinggal dan masih berdoa di depan makam.


“Bapak, Ibu semoga tenang di sana ya. Saya minta maaf dan saya pun juga memaafkan jika ada kata yang saya sengaja atau tidak saya sengaja. Bahkan sebaliknya. Saya berjanji akan merawat dan akan selalu ada untuk nona Vania.” Ucap Mbak Lastri dalam hati, ia pun menitikkan air mata.


“Mas Dhani, Mbak Jiya maafkan segala kesalahanku selama ini, baik sengaja ataupun tidak sengaja, dan akupun sudah memaafkan kesalahan kalian berdua. Semoga kalian tenang di alam sana dan selalu berbahagia. Dan di sini aku juga mewakili ayah meminta maaf.” Ucap Archie dalam hatinya.


“Mas Dhani, Mbak Jiya maafkan semua kesalahanku selama ini. Kalian berdua sudah membuktikan bahwa cinta kalian benar-benar sehidup semati.” Ucap Veli dalam hati.


“Mas Dhani, Mbak Jiya meskipun aku tidak begitu dekat dan mengenal kalian berdua. Namun, nama kalian selalu ada di tengah-tengah keluarga kita. Mas Dhani, Mbak Jiya berbahagialah kalian berdua di surgaNya.” Ucap Soni dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah itu mereka berempat langsung pergi meninggalkan tempat pemakaman.


Archie langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Vania. Sedangkan Soni dan Veli mengantarkan Mbak Lastri pulang ke rumah Dhani.


__ADS_2